_11zon.png)
Pasar modal Indonesia saat ini tengah berada dalam fase yang cukup dinamis. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipengaruhi oleh sentimen global dan rilis kinerja keuangan emiten tahun buku 2025, investor dituntut untuk lebih jeli dalam memilah sektor yang memiliki fundamental kokoh serta teknikal yang suportif.
Livestream Tiger Insights dari Maybank Sekuritas memberikan sorotan khusus pada sektor ritel melalui emiten grup MAP dan sektor energi dengan katalis transformasi pada Bumi Resources.
Pergerakan IHSG di sepanjang bulan Maret 2026 mencatatkan koreksi yang cukup dalam, selaras dengan rata-rata historis 10 tahun terakhir. Namun, terdapat indikasi positif yang mulai muncul pada penutupan perdagangan menjelang April.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG menunjukkan pola hammer yang menarik setelah sempat melemah tajam. Satriawan menjelaskan bahwa indeks berhasil bertahan di atas level rendah sebelumnya dan tidak membentuk lower low di bawah 6.917. Hal ini mengindikasikan bahwa IHSG sedang berada dalam fase bottoming dengan potensi rebound menuju target last high di level 7.324. Jika level tersebut tertembus, maka pola double bottom akan terkonfirmasi dengan target lanjutan di 7.756. Investor disarankan memperhatikan pivot date penting pada 10 April dan 16 April sebagai titik balik arah pasar selanjutnya.
Sektor ritel, khususnya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), menjadi primadona berkat laporan keuangan tahun 2025 yang melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan ini dinilai bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan hasil dari strategi ekspansi yang terukur.
Menurut Haikal Putra, Investment Specialist Maybank Sekuritas, pertumbuhan laba bersih MAPI dan MAPA yang mencapai kisaran 26% hingga 27% merupakan cerminan dari ekspansi organik yang sangat sehat. Haikal menyoroti bahwa pertumbuhan top line (pendapatan) mampu terefleksi dengan baik hingga ke bottom line (laba bersih) berkat adanya margin expansion.
Keberhasilan ini didorong oleh dua faktor utama: Strategi Omni-Channel yang menggabungkan penjualan offline dan online secara efisien, serta manajemen inventori yang semakin optimal, menghilangkan kekhawatiran overhang stok yang sempat menghantui investor di tahun sebelumnya. Dengan valuasi P/E yang atraktif, kedua saham ini masuk ke dalam active watchlist karena harganya yang dinilai masih cukup murah dibandingkan potensi pertumbuhannya di kawasan ASEAN.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kini tidak lagi hanya dipandang sebagai emiten batubara murni. Langkah strategis perusahaan dalam melakukan diversifikasi bisnis ke sektor logam mulai menunjukkan hasil nyata dalam laporan keuangan terbaru.
Menurut Haikal, pemulihan pendapatan BUMI di tahun 2025 didorong oleh eksposur pada sektor emas dan perak melalui anak usahanya, BRMS. Selain itu, kontrak offtake selama 7 tahun dengan Glencore menjadi penegasan ekspansi BUMI ke komoditas tembaga.
Ke depannya, pasar sangat menantikan realisasi proyek hilirisasi batubara (gasification) menjadi metanol yang direncanakan mulai dikembangkan tahun ini di Kalimantan Timur. Transformasi menjadi perusahaan energi dan mineral yang lebih terdiversifikasi ini diharapkan menjadi katalis jangka panjang bagi harga saham BUMI yang saat ini sedang menunggu momentum penguatan lebih lanjut.
Selain membahas fundamental makro, pergerakan teknikal beberapa saham pilihan juga layak dicermati oleh para trader dan investor untuk menentukan titik entri yang presisi.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, terdapat tiga saham utama yang direkomendasikan:
Menghadapi kuartal kedua 2026, investor perlu tetap waspada terhadap volatilitas global, namun dengan fundamental emiten yang solid dan panduan teknikal yang tepat, peluang profit di saham-saham seperti MAPI, MAPA, dan BUMI tetap terbuka lebar bagi mereka yang mampu disiplin menjaga profil risiko masing-masing. [RIM]
Disclaimer
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights
_11zon.png)
Pasar modal Indonesia saat ini tengah berada dalam fase yang cukup dinamis. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipengaruhi oleh sentimen global dan rilis kinerja keuangan emiten tahun buku 2025, investor dituntut untuk lebih jeli dalam memilah sektor yang memiliki fundamental kokoh serta teknikal yang suportif.
Livestream Tiger Insights dari Maybank Sekuritas memberikan sorotan khusus pada sektor ritel melalui emiten grup MAP dan sektor energi dengan katalis transformasi pada Bumi Resources.
Pergerakan IHSG di sepanjang bulan Maret 2026 mencatatkan koreksi yang cukup dalam, selaras dengan rata-rata historis 10 tahun terakhir. Namun, terdapat indikasi positif yang mulai muncul pada penutupan perdagangan menjelang April.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG menunjukkan pola hammer yang menarik setelah sempat melemah tajam. Satriawan menjelaskan bahwa indeks berhasil bertahan di atas level rendah sebelumnya dan tidak membentuk lower low di bawah 6.917. Hal ini mengindikasikan bahwa IHSG sedang berada dalam fase bottoming dengan potensi rebound menuju target last high di level 7.324. Jika level tersebut tertembus, maka pola double bottom akan terkonfirmasi dengan target lanjutan di 7.756. Investor disarankan memperhatikan pivot date penting pada 10 April dan 16 April sebagai titik balik arah pasar selanjutnya.
Sektor ritel, khususnya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), menjadi primadona berkat laporan keuangan tahun 2025 yang melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan ini dinilai bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan hasil dari strategi ekspansi yang terukur.
Menurut Haikal Putra, Investment Specialist Maybank Sekuritas, pertumbuhan laba bersih MAPI dan MAPA yang mencapai kisaran 26% hingga 27% merupakan cerminan dari ekspansi organik yang sangat sehat. Haikal menyoroti bahwa pertumbuhan top line (pendapatan) mampu terefleksi dengan baik hingga ke bottom line (laba bersih) berkat adanya margin expansion.
Keberhasilan ini didorong oleh dua faktor utama: Strategi Omni-Channel yang menggabungkan penjualan offline dan online secara efisien, serta manajemen inventori yang semakin optimal, menghilangkan kekhawatiran overhang stok yang sempat menghantui investor di tahun sebelumnya. Dengan valuasi P/E yang atraktif, kedua saham ini masuk ke dalam active watchlist karena harganya yang dinilai masih cukup murah dibandingkan potensi pertumbuhannya di kawasan ASEAN.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kini tidak lagi hanya dipandang sebagai emiten batubara murni. Langkah strategis perusahaan dalam melakukan diversifikasi bisnis ke sektor logam mulai menunjukkan hasil nyata dalam laporan keuangan terbaru.
Menurut Haikal, pemulihan pendapatan BUMI di tahun 2025 didorong oleh eksposur pada sektor emas dan perak melalui anak usahanya, BRMS. Selain itu, kontrak offtake selama 7 tahun dengan Glencore menjadi penegasan ekspansi BUMI ke komoditas tembaga.
Ke depannya, pasar sangat menantikan realisasi proyek hilirisasi batubara (gasification) menjadi metanol yang direncanakan mulai dikembangkan tahun ini di Kalimantan Timur. Transformasi menjadi perusahaan energi dan mineral yang lebih terdiversifikasi ini diharapkan menjadi katalis jangka panjang bagi harga saham BUMI yang saat ini sedang menunggu momentum penguatan lebih lanjut.
Selain membahas fundamental makro, pergerakan teknikal beberapa saham pilihan juga layak dicermati oleh para trader dan investor untuk menentukan titik entri yang presisi.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, terdapat tiga saham utama yang direkomendasikan:
Menghadapi kuartal kedua 2026, investor perlu tetap waspada terhadap volatilitas global, namun dengan fundamental emiten yang solid dan panduan teknikal yang tepat, peluang profit di saham-saham seperti MAPI, MAPA, dan BUMI tetap terbuka lebar bagi mereka yang mampu disiplin menjaga profil risiko masing-masing. [RIM]
Disclaimer
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




