
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam setelah pengumuman MSCI pada 28 Januari, turun 7,4% di tengah arus keluar dana asing yang besar. MSCI memberlakukan pembekuan sementara atas perubahan indeks untuk mengelola risiko investabilitas selama proses reformasi berlangsung, serta memperingatkan bahwa jika progres hingga Mei 2026 tidak memadai, bobot Indonesia di Emerging Market dapat dikurangi, atau dalam skenario terburuk diturunkan ke status Frontier Market.
Kami tetap positif terhadap prospek pasar saham Indonesia dalam jangka panjang dan memperkirakan MSCI pada akhirnya memperoleh transparansi kepemilikan yang dibutuhkan. Target IHSG akhir 2026 tetap di 9.250. Koreksi saat ini kami pandang sebagai sementara dan peluang akumulasi, karena lebih dipicu sentimen dan faktor teknikal dibandingkan fundamental.
Kami menyukai beberapa tema utama, termasuk pemulihan sektor konsumer (ICBP, INDF, KLBF, ACES), dukungan Program Makan Bergizi Gratis untuk sektor unggas (JPFA), pergeseran kebijakan ke arah pro-pertumbuhan seiring pemulihan siklus kredit (BBNI, BBCA), serta tema “War on Resources” di sektor energi, industri, dan logam mulia (MEDC, INCO, AADI, ADRO).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam setelah pengumuman MSCI pada 28 Januari, turun 7,4% di tengah arus keluar dana asing yang besar. MSCI memberlakukan pembekuan sementara atas perubahan indeks untuk mengelola risiko investabilitas selama proses reformasi berlangsung, serta memperingatkan bahwa jika progres hingga Mei 2026 tidak memadai, bobot Indonesia di Emerging Market dapat dikurangi, atau dalam skenario terburuk diturunkan ke status Frontier Market.
Kami tetap positif terhadap prospek pasar saham Indonesia dalam jangka panjang dan memperkirakan MSCI pada akhirnya memperoleh transparansi kepemilikan yang dibutuhkan. Target IHSG akhir 2026 tetap di 9.250. Koreksi saat ini kami pandang sebagai sementara dan peluang akumulasi, karena lebih dipicu sentimen dan faktor teknikal dibandingkan fundamental.
Kami menyukai beberapa tema utama, termasuk pemulihan sektor konsumer (ICBP, INDF, KLBF, ACES), dukungan Program Makan Bergizi Gratis untuk sektor unggas (JPFA), pergeseran kebijakan ke arah pro-pertumbuhan seiring pemulihan siklus kredit (BBNI, BBCA), serta tema “War on Resources” di sektor energi, industri, dan logam mulia (MEDC, INCO, AADI, ADRO).


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




