
Dunia investasi awal tahun 2026 dikejutkan oleh guncangan hebat dari Amerika Selatan. Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer pada awal Januari 2026 telah menciptakan gelombang ketidakpastian baru. Sebagai pemilik cadangan minyak mentah terbesar di dunia, setiap percikan konflik di Venezuela adalah "bahan bakar" bagi volatilitas pasar energi global.
Bagi kamu yang aktif di pasar modal, kamu mungkin menyadari adanya pergerakan hijau yang signifikan pada deretan emiten energi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengapa krisis yang terjadi ribuan kilometer jauhnya bisa membuat saham Oil & Gas tiba-tiba menjadi primadona? Mari kita bedah efek dominonya.
Pasar saham sentimen atas ketidakpastian, namun sektor energi sering kali justru mendapatkan rebound dari kondisi ini. Meskipun produksi minyak Venezuela saat ini hanya berkisar di angka 1 juta barel per hari (atau sekitar 1% dari suplai global) narasi mengenai gangguan pasokan (supply disruption) biasanya berhasil memicu spekulasi harga.
Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent naik USD 2,03 atau 3,4 persen menjadi USD 61,99 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat USD 1,77 atau 3,2 persen ke USD 57,76 per barel. Penutupan ini merupakan yang tertinggi bagi Brent sejak 24 Desember 2025.
Kondisi ini menciptakan butterfly effect ke emiten-emiten migas di Indonesia. Mengapa? Karena saat harga minyak dunia terkatrol oleh sentimen geopolitik, margin keuntungan emiten hulu (upstream) otomatis menebal. Inilah alasan mengapa saham-saham migas dan energi sering kali bergerak lincah mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Mungkin kamu bertanya, "Indonesia kan net importer minyak, kok sahamnya malah naik?" Jawabannya terletak pada karakteristik beberapa emiten kita:
Eksposur Internasional: Emiten seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memiliki aset di luar negeri yang pendapatannya sangat bergantung pada harga minyak global.
Jasa Penunjang Migas: Ketika harga minyak stabil di level tinggi, perusahaan minyak besar kembali bergairah melakukan eksplorasi. Ini menjadi berkah bagi perusahaan jasa seperti PT Elnusa Tbk (ELSA).
Stabilitas Gas Alam: Krisis minyak sering kali merembet ke kenaikan harga gas. Emiten seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) pun ikut dilirik karena perannya dalam ketahanan energi nasional.
Di tengah "Efek Domino Venezuela" ini, kamu perlu bersikap bijak. Volatilitas adalah pedang bermata dua. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan dalam menyusun portofolio di aplikasi Maybank Trade ID:
Lihat di video ini saham dan sektor apa yang dipengaruhi oleh sentimen geopolitik ini dan bagaimana hal ini akan mempengaruhi IHSG.
Menurut Jeffrosenberg Chen Lim, Head of Research dari Maybank Sekuritas, dari saham-saham coverage mereka, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan menjadi penerima benefit utama dari sentimen kenaikan harga minyak ini. Sedangkan untuk saham-saham yang kurang diuntungkan dari situasi ini adalah sektor consumer staples, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Krisis Venezuela mengajarkan bahwa pasar modal global saling terhubung erat. Gejolak politik di satu belahan bumi bisa menjadi peluang keuntungan di belahan bumi lainnya. Bagi kamu investor cerdas, memahami macroeconomic outlook adalah kunci untuk membedakan mana pergerakan saham yang hanya sekadar "ikut-ikutan" dan mana yang memiliki fundamental kuat.
Jangan sampai kamu tertinggal momentum. Pastikan kamu selalu memantau pergerakan harga komoditas secara real-time dan berita geopolitik terbaru untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Siap memanfaatkan peluang di sektor energi?
Buka aplikasi Maybank Trade ID sekarang. Dapatkan akses ke laporan riset mendalam dari tim analis profesional, fitur order yang cepat, dan tampilan interface yang memudahkan kamu dalam mengeksekusi strategi buy atau sell hanya dalam beberapa klik. Jadikan portofoliomu lebih bertenaga di tengah fluktuasi pasar global.
Download Maybank Trade ID di App Store atau Play Store dan mulai perjalanan investasimu hari ini!
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko. Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Sumber:

Dunia investasi awal tahun 2026 dikejutkan oleh guncangan hebat dari Amerika Selatan. Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer pada awal Januari 2026 telah menciptakan gelombang ketidakpastian baru. Sebagai pemilik cadangan minyak mentah terbesar di dunia, setiap percikan konflik di Venezuela adalah "bahan bakar" bagi volatilitas pasar energi global.
Bagi kamu yang aktif di pasar modal, kamu mungkin menyadari adanya pergerakan hijau yang signifikan pada deretan emiten energi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengapa krisis yang terjadi ribuan kilometer jauhnya bisa membuat saham Oil & Gas tiba-tiba menjadi primadona? Mari kita bedah efek dominonya.
Pasar saham sentimen atas ketidakpastian, namun sektor energi sering kali justru mendapatkan rebound dari kondisi ini. Meskipun produksi minyak Venezuela saat ini hanya berkisar di angka 1 juta barel per hari (atau sekitar 1% dari suplai global) narasi mengenai gangguan pasokan (supply disruption) biasanya berhasil memicu spekulasi harga.
Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent naik USD 2,03 atau 3,4 persen menjadi USD 61,99 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat USD 1,77 atau 3,2 persen ke USD 57,76 per barel. Penutupan ini merupakan yang tertinggi bagi Brent sejak 24 Desember 2025.
Kondisi ini menciptakan butterfly effect ke emiten-emiten migas di Indonesia. Mengapa? Karena saat harga minyak dunia terkatrol oleh sentimen geopolitik, margin keuntungan emiten hulu (upstream) otomatis menebal. Inilah alasan mengapa saham-saham migas dan energi sering kali bergerak lincah mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Mungkin kamu bertanya, "Indonesia kan net importer minyak, kok sahamnya malah naik?" Jawabannya terletak pada karakteristik beberapa emiten kita:
Eksposur Internasional: Emiten seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memiliki aset di luar negeri yang pendapatannya sangat bergantung pada harga minyak global.
Jasa Penunjang Migas: Ketika harga minyak stabil di level tinggi, perusahaan minyak besar kembali bergairah melakukan eksplorasi. Ini menjadi berkah bagi perusahaan jasa seperti PT Elnusa Tbk (ELSA).
Stabilitas Gas Alam: Krisis minyak sering kali merembet ke kenaikan harga gas. Emiten seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) pun ikut dilirik karena perannya dalam ketahanan energi nasional.
Di tengah "Efek Domino Venezuela" ini, kamu perlu bersikap bijak. Volatilitas adalah pedang bermata dua. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan dalam menyusun portofolio di aplikasi Maybank Trade ID:
Lihat di video ini saham dan sektor apa yang dipengaruhi oleh sentimen geopolitik ini dan bagaimana hal ini akan mempengaruhi IHSG.
Menurut Jeffrosenberg Chen Lim, Head of Research dari Maybank Sekuritas, dari saham-saham coverage mereka, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan menjadi penerima benefit utama dari sentimen kenaikan harga minyak ini. Sedangkan untuk saham-saham yang kurang diuntungkan dari situasi ini adalah sektor consumer staples, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Krisis Venezuela mengajarkan bahwa pasar modal global saling terhubung erat. Gejolak politik di satu belahan bumi bisa menjadi peluang keuntungan di belahan bumi lainnya. Bagi kamu investor cerdas, memahami macroeconomic outlook adalah kunci untuk membedakan mana pergerakan saham yang hanya sekadar "ikut-ikutan" dan mana yang memiliki fundamental kuat.
Jangan sampai kamu tertinggal momentum. Pastikan kamu selalu memantau pergerakan harga komoditas secara real-time dan berita geopolitik terbaru untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Siap memanfaatkan peluang di sektor energi?
Buka aplikasi Maybank Trade ID sekarang. Dapatkan akses ke laporan riset mendalam dari tim analis profesional, fitur order yang cepat, dan tampilan interface yang memudahkan kamu dalam mengeksekusi strategi buy atau sell hanya dalam beberapa klik. Jadikan portofoliomu lebih bertenaga di tengah fluktuasi pasar global.
Download Maybank Trade ID di App Store atau Play Store dan mulai perjalanan investasimu hari ini!
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko. Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Sumber:


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




