
Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik di kuartal pertama tahun 2026. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tipis, sejumlah saham komoditas dan sektor ritel mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat.
Artikel ini akan mengupas tuntas strategi menghadapi volatilitas pasar berdasarkan analisis fundamental dan analisis teknikal terkini yang sudah disiarkan di Youtube Maybank Sekuritas hari ini.
Kondisi pasar saat ini dibayangi oleh tekanan pada nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh level Rp16.894 per dolar AS. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai terbatasnya ruang bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga. Namun, secara teknikal, pergerakan indeks masih menunjukkan optimisme jangka menengah.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju level 8.400. Target pola cup and handle jangka panjang berada di level 8.741, selama indeks mampu bertahan di atas support 8.214 hingga 8.200. Untuk pilihan saham harian, Satriawan menyoroti tiga emiten utama:
Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) menjadi primadona dalam diskusi kali ini setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Saham ini sebelumnya sempat "tertidur" dan mengalami tekanan setelah pembagian dividen interim di akhir 2025, namun kini mulai pulih melampaui harga paska dividen tersebut.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, AADI merupakan pilihan tepat bagi investor yang memiliki orientasi value investing. Momentum positif ini didorong oleh kepastian kuota produksi (RKAB) batu bara tahun 2026 yang aman dari pemangkasan, berbeda dengan beberapa emiten lain. Hal ini memperbesar peluang pembagian dividen final yang menarik.
Sektor ritel gaya hidup juga mulai menunjukkan tanda-tanda bottoming atau mulai mencapai titik terendah untuk kemudian bangkit. Kinerja keuangan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anaknya, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), terpantau mulai pulih setelah sebelumnya terdampak isu boikot.
Fath Aliansyah menjelaskan adanya kemiripan strategi antara pasangan MAPI-MAPA dengan ADRO-ADMR. MAPA diposisikan sebagai fast-growing company dengan potensi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit. Sementara itu, induknya, MAPI, dilihat sebagai perusahaan yang masih undervalued (murah secara valuasi) namun akan sangat diuntungkan oleh pertumbuhan pesat anak usahanya.
Selain saham-saham di atas, Tiger Insights juga menyoroti beberapa sektor lainnya:
Menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif akibat tekanan nilai tukar, strategi investasi yang paling bijak adalah fokus pada emiten dengan arus kas kuat dan kebijakan dividen yang konsisten. Pemilihan saham dengan fundamental kokoh seperti AADI untuk jangka panjang, serta memanfaatkan momentum pemulihan sektor ritel pada MAPI, dapat menjadi kunci untuk mengoptimalkan keuntungan. Investor disarankan untuk selalu memantau support teknikal dan tidak terjebak dalam sentimen jangka pendek yang bersifat sementara. [RIM]
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights

Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik di kuartal pertama tahun 2026. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tipis, sejumlah saham komoditas dan sektor ritel mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat.
Artikel ini akan mengupas tuntas strategi menghadapi volatilitas pasar berdasarkan analisis fundamental dan analisis teknikal terkini yang sudah disiarkan di Youtube Maybank Sekuritas hari ini.
Kondisi pasar saat ini dibayangi oleh tekanan pada nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh level Rp16.894 per dolar AS. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai terbatasnya ruang bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga. Namun, secara teknikal, pergerakan indeks masih menunjukkan optimisme jangka menengah.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju level 8.400. Target pola cup and handle jangka panjang berada di level 8.741, selama indeks mampu bertahan di atas support 8.214 hingga 8.200. Untuk pilihan saham harian, Satriawan menyoroti tiga emiten utama:
Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) menjadi primadona dalam diskusi kali ini setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Saham ini sebelumnya sempat "tertidur" dan mengalami tekanan setelah pembagian dividen interim di akhir 2025, namun kini mulai pulih melampaui harga paska dividen tersebut.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, AADI merupakan pilihan tepat bagi investor yang memiliki orientasi value investing. Momentum positif ini didorong oleh kepastian kuota produksi (RKAB) batu bara tahun 2026 yang aman dari pemangkasan, berbeda dengan beberapa emiten lain. Hal ini memperbesar peluang pembagian dividen final yang menarik.
Sektor ritel gaya hidup juga mulai menunjukkan tanda-tanda bottoming atau mulai mencapai titik terendah untuk kemudian bangkit. Kinerja keuangan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anaknya, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), terpantau mulai pulih setelah sebelumnya terdampak isu boikot.
Fath Aliansyah menjelaskan adanya kemiripan strategi antara pasangan MAPI-MAPA dengan ADRO-ADMR. MAPA diposisikan sebagai fast-growing company dengan potensi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit. Sementara itu, induknya, MAPI, dilihat sebagai perusahaan yang masih undervalued (murah secara valuasi) namun akan sangat diuntungkan oleh pertumbuhan pesat anak usahanya.
Selain saham-saham di atas, Tiger Insights juga menyoroti beberapa sektor lainnya:
Menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif akibat tekanan nilai tukar, strategi investasi yang paling bijak adalah fokus pada emiten dengan arus kas kuat dan kebijakan dividen yang konsisten. Pemilihan saham dengan fundamental kokoh seperti AADI untuk jangka panjang, serta memanfaatkan momentum pemulihan sektor ritel pada MAPI, dapat menjadi kunci untuk mengoptimalkan keuntungan. Investor disarankan untuk selalu memantau support teknikal dan tidak terjebak dalam sentimen jangka pendek yang bersifat sementara. [RIM]
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




