
Berinvestasi di pasar modal sering kali terasa seperti mengarungi samudera yang luas. Kadang tenang, namun tak jarang ombak besar datang tiba-tiba. Salah satu "ombak" yang paling dinanti sekaligus diwaspadai oleh investor adalah sentimen rebalancing indeks MSCI.
Di awal tahun 2026 ini, dinamika pasar modal Indonesia sedang berada dalam sorotan tajam setelah pengumuman penting dari MSCI mengenai pembekuan sementara (hold) proses rebalancing untuk beberapa saham di Indonesia. Kejadian ini sempat memicu volatilitas tinggi pada IHSG. Namun, bagi kamu yang jeli, ini sebenarnya adalah momen untuk menata ulang strategi.
Lalu, bagaimana cara memilih saham yang cenderung "aman" dan tangguh di tengah badai sentimen global seperti ini? Kuncinya bukan pada mengejar rumor, melainkan kembali ke dua pilar utama: Likuiditas dan Fundamental.
Bagi investor institusi global, indeks MSCI adalah kompas. Ketika sebuah saham masuk ke dalam indeks MSCI, dana-dana asing (terutama passive funds atau ETF) secara otomatis akan melakukan pembelian demi menyamakan portofolio mereka dengan indeks tersebut. Sebaliknya, jika keluar atau ada pembatalan, tekanan jual bisa terjadi secara masif.
Trend terbaru di Februari 2026 menunjukkan adanya kekhawatiran mengenai transparansi free float (saham yang beredar di publik) di Indonesia. Hal ini membuat MSCI lebih selektif. Oleh karena itu, kamu tidak bisa lagi hanya sekadar ikut-ikutan (herd behavior) membeli saham yang dirumorkan akan masuk indeks. Kamu butuh filter yang lebih kuat.
Likuiditas adalah napas dalam bertransaksi saham. Saham yang aman dari sentimen negatif adalah saham yang memiliki volume perdagangan besar setiap harinya. Mengapa? Karena saat terjadi kepanikan pasar akibat berita MSCI, saham yang tidak likuid akan mengalami penurunan harga yang sangat tajam (gap down) hanya dengan sedikit volume penjualan.
Jika likuiditas adalah kendaraanmu, maka fundamental adalah mesinnya. Sentimen MSCI bersifat teknikal dan seringkali hanya berdampak jangka pendek. Dalam jangka panjang, harga saham akan selalu kembali mengikuti kinerja perusahaannya.
Saham yang memiliki fundamental kuat tidak akan goyah secara permanen hanya karena tidak jadi masuk ke dalam indeks global. Justru, saat harga saham fundamental bagus turun karena sentimen pasar, itu adalah kesempatan buy on weakness bagimu.
Pertumbuhan Laba Bersih (Net Profit Growth): Apakah perusahaan tetap mencatatkan laba di tengah kondisi ekonomi yang menantang?
Debt to Equity Ratio (DER): Pastikan perusahaan tidak memiliki beban hutang yang mencekik. Perusahaan dengan hutang rendah lebih tahan terhadap fluktuasi suku bunga.
Return on Equity (ROE): Ini menunjukkan seberapa efektif manajemen mengelola modal untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham seperti kamu.
Berdasarkan situasi pasar saat ini, di mana IHSG sempat terkoreksi karena isu investability dari MSCI, berikut adalah langkah taktis yang bisa kamu terapkan di aplikasi Maybank Trade ID:
Sektor perbankan besar atau telekomunikasi biasanya menjadi tulang punggung IHSG. Meskipun saham-saham ini sering menjadi sasaran jual asing saat sentimen MSCI memburuk, likuiditasnya yang raksasa membuat mereka jauh lebih cepat untuk rebound (pulih) dibandingkan saham lapis kedua atau ketiga.
Di dalam aplikasi Maybank Trade ID, kamu bisa melihat pergerakan dana asing (Foreign Flow). Jika sebuah saham fundamental bagus terus dilepas asing hanya karena alasan teknikal indeks, sementara kinerjanya tetap solid, kamu bisa mulai mencicil masuk secara bertahap.
Jangan menaruh seluruh modalmu pada satu saham yang sedang hangat dirumorkan masuk MSCI. Bagilah portofoliomu ke dalam beberapa saham dengan korelasi yang berbeda agar risiko tetap terjaga.
Menghadapi pasar yang dinamis di tahun 2026 membutuhkan alat yang canggih namun mudah digunakan. Maybank Trade ID dirancang untuk memberikan kemudahan bagi kamu dalam menganalisis pasar secara real-time.
Sentimen MSCI memang bisa memberikan tekanan jangka pendek pada pasar modal kita, namun bagi investor yang cerdas, volatilitas adalah peluang. Dengan tetap fokus pada saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan fundamental yang kokoh, kamu tidak perlu panik saat pasar sedang bergoyang. Ingat, investasi saham adalah maraton, bukan lari sprint. Kualitas aset yang kamu miliki jauh lebih penting daripada sekadar tren sesaat.

Berinvestasi di pasar modal sering kali terasa seperti mengarungi samudera yang luas. Kadang tenang, namun tak jarang ombak besar datang tiba-tiba. Salah satu "ombak" yang paling dinanti sekaligus diwaspadai oleh investor adalah sentimen rebalancing indeks MSCI.
Di awal tahun 2026 ini, dinamika pasar modal Indonesia sedang berada dalam sorotan tajam setelah pengumuman penting dari MSCI mengenai pembekuan sementara (hold) proses rebalancing untuk beberapa saham di Indonesia. Kejadian ini sempat memicu volatilitas tinggi pada IHSG. Namun, bagi kamu yang jeli, ini sebenarnya adalah momen untuk menata ulang strategi.
Lalu, bagaimana cara memilih saham yang cenderung "aman" dan tangguh di tengah badai sentimen global seperti ini? Kuncinya bukan pada mengejar rumor, melainkan kembali ke dua pilar utama: Likuiditas dan Fundamental.
Bagi investor institusi global, indeks MSCI adalah kompas. Ketika sebuah saham masuk ke dalam indeks MSCI, dana-dana asing (terutama passive funds atau ETF) secara otomatis akan melakukan pembelian demi menyamakan portofolio mereka dengan indeks tersebut. Sebaliknya, jika keluar atau ada pembatalan, tekanan jual bisa terjadi secara masif.
Trend terbaru di Februari 2026 menunjukkan adanya kekhawatiran mengenai transparansi free float (saham yang beredar di publik) di Indonesia. Hal ini membuat MSCI lebih selektif. Oleh karena itu, kamu tidak bisa lagi hanya sekadar ikut-ikutan (herd behavior) membeli saham yang dirumorkan akan masuk indeks. Kamu butuh filter yang lebih kuat.
Likuiditas adalah napas dalam bertransaksi saham. Saham yang aman dari sentimen negatif adalah saham yang memiliki volume perdagangan besar setiap harinya. Mengapa? Karena saat terjadi kepanikan pasar akibat berita MSCI, saham yang tidak likuid akan mengalami penurunan harga yang sangat tajam (gap down) hanya dengan sedikit volume penjualan.
Jika likuiditas adalah kendaraanmu, maka fundamental adalah mesinnya. Sentimen MSCI bersifat teknikal dan seringkali hanya berdampak jangka pendek. Dalam jangka panjang, harga saham akan selalu kembali mengikuti kinerja perusahaannya.
Saham yang memiliki fundamental kuat tidak akan goyah secara permanen hanya karena tidak jadi masuk ke dalam indeks global. Justru, saat harga saham fundamental bagus turun karena sentimen pasar, itu adalah kesempatan buy on weakness bagimu.
Pertumbuhan Laba Bersih (Net Profit Growth): Apakah perusahaan tetap mencatatkan laba di tengah kondisi ekonomi yang menantang?
Debt to Equity Ratio (DER): Pastikan perusahaan tidak memiliki beban hutang yang mencekik. Perusahaan dengan hutang rendah lebih tahan terhadap fluktuasi suku bunga.
Return on Equity (ROE): Ini menunjukkan seberapa efektif manajemen mengelola modal untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham seperti kamu.
Berdasarkan situasi pasar saat ini, di mana IHSG sempat terkoreksi karena isu investability dari MSCI, berikut adalah langkah taktis yang bisa kamu terapkan di aplikasi Maybank Trade ID:
Sektor perbankan besar atau telekomunikasi biasanya menjadi tulang punggung IHSG. Meskipun saham-saham ini sering menjadi sasaran jual asing saat sentimen MSCI memburuk, likuiditasnya yang raksasa membuat mereka jauh lebih cepat untuk rebound (pulih) dibandingkan saham lapis kedua atau ketiga.
Di dalam aplikasi Maybank Trade ID, kamu bisa melihat pergerakan dana asing (Foreign Flow). Jika sebuah saham fundamental bagus terus dilepas asing hanya karena alasan teknikal indeks, sementara kinerjanya tetap solid, kamu bisa mulai mencicil masuk secara bertahap.
Jangan menaruh seluruh modalmu pada satu saham yang sedang hangat dirumorkan masuk MSCI. Bagilah portofoliomu ke dalam beberapa saham dengan korelasi yang berbeda agar risiko tetap terjaga.
Menghadapi pasar yang dinamis di tahun 2026 membutuhkan alat yang canggih namun mudah digunakan. Maybank Trade ID dirancang untuk memberikan kemudahan bagi kamu dalam menganalisis pasar secara real-time.
Sentimen MSCI memang bisa memberikan tekanan jangka pendek pada pasar modal kita, namun bagi investor yang cerdas, volatilitas adalah peluang. Dengan tetap fokus pada saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan fundamental yang kokoh, kamu tidak perlu panik saat pasar sedang bergoyang. Ingat, investasi saham adalah maraton, bukan lari sprint. Kualitas aset yang kamu miliki jauh lebih penting daripada sekadar tren sesaat.


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




