.png)
Pergerakan saham PTRO menjadi pusat perhatian pelaku pasar modal menyusul rilis kinerja keuangan tahun penuh 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Emiten jasa pertambangan dan konstruksi yang terafiliasi dengan grup Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk, mencatatkan penguatan fundamental yang didorong oleh ekspansi strategis serta peningkatan volume kontrak jangka panjang.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, PT Petrosea Tbk berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar US$886,46 juta atau setara dengan Rp14,8 triliun. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 281,4% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di level US$690,81 juta atau sekitar Rp11,1 triliun. Lonjakan pendapatan ini mayoritas dikontribusikan oleh intensitas aktivitas pada proyek-proyek eksisting serta optimalisasi jasa penunjang pertambangan yang menjadi inti bisnis perusahaan.
Sejalan dengan kenaikan top-line, laba bersih perusahaan juga mengalami eskalasi yang kuat. PTRO mencatat laba bersih mencapai US$28,81 juta atau setara Rp483,3 miliar pada akhir 2025. Pencapaian tersebut tumbuh 197% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar US$9,7 juta atau Rp156,7 miliar. Pertumbuhan laba yang hampir mencapai dua kali lipat ini menunjukkan efisiensi operasional dan keberhasilan strategi diversifikasi pendapatan yang dijalankan manajemen sepanjang tahun.
Informasi yang diberikan dari team Investment Specialist Maybank Sekuritas pada Tiger Insight, saham PTRO menunjukkan pola musiman yang cukup konsisten berdasarkan data historis sejak tahun 2024. Saham ini sering kali mencapai puncaknya pada bulan Januari, kemudian mengalami koreksi pada bulan Februari dan Maret. Namun, memasuki bulan April, saham ini cenderung menunjukkan sinyal rebound atau memulai fase uptrend.
Pola serupa yang terjadi pada tahun 2024 dan 2025 memberikan indikasi menarik bagi investor untuk mencermati pergerakan di akhir Maret hingga awal April 2026. Jika pola ini kembali berulang, periode tersebut dapat menjadi titik awal penguatan harga saham, terutama jika didukung oleh sinyal positif dari saham-saham lain dalam ekosistem grup yang sama.
Salah satu faktor utama yang memperkuat posisi saham PTRO di mata investor adalah langkah ekspansi melalui akuisisi. Pada 31 Agustus 2025, melalui anak usahanya PT Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC), perusahaan resmi mengakuisisi 51% saham PT Hafar Daya Konstruksi dan PT Hafar Daya Samudera. Transaksi senilai US$24,45 juta ini bertujuan untuk memperluas portofolio bisnis di sektor konstruksi laut dan layanan energi terintegrasi.
Langkah ini dinilai strategis karena tidak hanya menambah aset, tetapi juga memperluas cakupan layanan perusahaan ke segmen yang memiliki margin lebih tinggi. Transformasi berkelanjutan pasca akuisisi ini diprediksi akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan konsolidasi pada tahun 2026, mengingat integrasi operasional entitas baru yang mulai berjalan penuh.
Ketahanan fundamental saham PTRO juga didukung oleh perolehan kontrak-kontrak baru dengan durasi panjang. Beberapa kontrak signifikan yang berhasil diamankan meliputi:
Rangkaian kontrak tersebut memberikan backlog yang kuat bagi perusahaan, sehingga keberlanjutan pendapatan (earnings sustainability) menjadi lebih terukur untuk beberapa tahun ke depan. Keberadaan kontrak-kontrak berdurasi hingga 10 tahun ini meminimalisir risiko fluktuasi pendapatan tahunan dan memberikan kepastian arus kas bagi operasional perusahaan.
Memasuki tahun 2026, fokus PT Petrosea Tbk diperkirakan akan tertuju pada integrasi penuh lini bisnis baru dan penyelesaian tonggak sejarah pada proyek-proyek besar yang sedang berjalan. Diversifikasi pendapatan melalui eksposur di segmen konstruksi energi dan proyek internasional diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan batubara semata. Transformasi yang dilakukan perusahaan pasca akuisisi HBS dan Hafar dipandang sebagai katalis positif yang akan memperkuat struktur modal dan profitabilitas dalam jangka panjang.
Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati dinamika industri jasa pertambangan serta realisasi dari kontrak-kontrak yang telah ditandatangani untuk melihat konsistensi performa emiten ini di masa depan. [RIM]
Sumber: Bloombergtechnoz.com dan Youtube Maybank Sekuritas
.png)
Pergerakan saham PTRO menjadi pusat perhatian pelaku pasar modal menyusul rilis kinerja keuangan tahun penuh 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Emiten jasa pertambangan dan konstruksi yang terafiliasi dengan grup Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk, mencatatkan penguatan fundamental yang didorong oleh ekspansi strategis serta peningkatan volume kontrak jangka panjang.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, PT Petrosea Tbk berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar US$886,46 juta atau setara dengan Rp14,8 triliun. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 281,4% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di level US$690,81 juta atau sekitar Rp11,1 triliun. Lonjakan pendapatan ini mayoritas dikontribusikan oleh intensitas aktivitas pada proyek-proyek eksisting serta optimalisasi jasa penunjang pertambangan yang menjadi inti bisnis perusahaan.
Sejalan dengan kenaikan top-line, laba bersih perusahaan juga mengalami eskalasi yang kuat. PTRO mencatat laba bersih mencapai US$28,81 juta atau setara Rp483,3 miliar pada akhir 2025. Pencapaian tersebut tumbuh 197% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar US$9,7 juta atau Rp156,7 miliar. Pertumbuhan laba yang hampir mencapai dua kali lipat ini menunjukkan efisiensi operasional dan keberhasilan strategi diversifikasi pendapatan yang dijalankan manajemen sepanjang tahun.
Informasi yang diberikan dari team Investment Specialist Maybank Sekuritas pada Tiger Insight, saham PTRO menunjukkan pola musiman yang cukup konsisten berdasarkan data historis sejak tahun 2024. Saham ini sering kali mencapai puncaknya pada bulan Januari, kemudian mengalami koreksi pada bulan Februari dan Maret. Namun, memasuki bulan April, saham ini cenderung menunjukkan sinyal rebound atau memulai fase uptrend.
Pola serupa yang terjadi pada tahun 2024 dan 2025 memberikan indikasi menarik bagi investor untuk mencermati pergerakan di akhir Maret hingga awal April 2026. Jika pola ini kembali berulang, periode tersebut dapat menjadi titik awal penguatan harga saham, terutama jika didukung oleh sinyal positif dari saham-saham lain dalam ekosistem grup yang sama.
Salah satu faktor utama yang memperkuat posisi saham PTRO di mata investor adalah langkah ekspansi melalui akuisisi. Pada 31 Agustus 2025, melalui anak usahanya PT Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC), perusahaan resmi mengakuisisi 51% saham PT Hafar Daya Konstruksi dan PT Hafar Daya Samudera. Transaksi senilai US$24,45 juta ini bertujuan untuk memperluas portofolio bisnis di sektor konstruksi laut dan layanan energi terintegrasi.
Langkah ini dinilai strategis karena tidak hanya menambah aset, tetapi juga memperluas cakupan layanan perusahaan ke segmen yang memiliki margin lebih tinggi. Transformasi berkelanjutan pasca akuisisi ini diprediksi akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan konsolidasi pada tahun 2026, mengingat integrasi operasional entitas baru yang mulai berjalan penuh.
Ketahanan fundamental saham PTRO juga didukung oleh perolehan kontrak-kontrak baru dengan durasi panjang. Beberapa kontrak signifikan yang berhasil diamankan meliputi:
Rangkaian kontrak tersebut memberikan backlog yang kuat bagi perusahaan, sehingga keberlanjutan pendapatan (earnings sustainability) menjadi lebih terukur untuk beberapa tahun ke depan. Keberadaan kontrak-kontrak berdurasi hingga 10 tahun ini meminimalisir risiko fluktuasi pendapatan tahunan dan memberikan kepastian arus kas bagi operasional perusahaan.
Memasuki tahun 2026, fokus PT Petrosea Tbk diperkirakan akan tertuju pada integrasi penuh lini bisnis baru dan penyelesaian tonggak sejarah pada proyek-proyek besar yang sedang berjalan. Diversifikasi pendapatan melalui eksposur di segmen konstruksi energi dan proyek internasional diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan batubara semata. Transformasi yang dilakukan perusahaan pasca akuisisi HBS dan Hafar dipandang sebagai katalis positif yang akan memperkuat struktur modal dan profitabilitas dalam jangka panjang.
Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati dinamika industri jasa pertambangan serta realisasi dari kontrak-kontrak yang telah ditandatangani untuk melihat konsistensi performa emiten ini di masa depan. [RIM]
Sumber: Bloombergtechnoz.com dan Youtube Maybank Sekuritas


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




