Prospek IHSG 2026: Dampak MSCI & Peluang Saham Emas
15:00, 9 February 2026
Market News
By Jazzy Refadebby

logo
Source : MSID Investment Education

IHSG 2026, Isu MSCI, dan Peluang Saham Emas: Apa yang Perlu Investor Cermati?

Pasar saham Indonesia memasuki Februari 2026 dengan volatilitas yang cukup tinggi. IHSG 2026 sempat tertekan oleh sentimen negatif, mulai dari isu MSCI hingga penurunan outlook oleh Moody’s. Namun, di tengah tekanan tersebut, masih terbuka peluang rebound IHSG dan potensi menarik di saham komoditas, khususnya saham emas.

Artikel ini merangkum tiga hal utama untuk investor:

  • Perkembangan terbaru isu MSCI dan transparansi emiten
  • Dampak penurunan outlook Moody’s dan sentimen pasar global terhadap IHSG 2026
  • Peluang di saham emas dan komoditas, serta saham pilihan lain berdasarkan analisis teknikal

1. Isu MSCI dan Transparansi Emiten: Fondasi Penting bagi IHSG 2026

Salah satu faktor utama gejolak IHSG 2026 adalah permintaan MSCI agar emiten di Indonesia meningkatkan standar transparansi.

Beberapa poin penting:

Peningkatan keterbukaan UBO (Ultimate Beneficial Owner)
Sejumlah emiten besar, termasuk emiten telekomunikasi, mulai memperjelas struktur pemilik manfaat akhir (UBO) kepada bursa dan publik. Langkah ini penting untuk meningkatkan kepercayaan investor institusi global.

Mengurangi risiko penurunan status pasar
Implementasi standar transparansi yang lebih tinggi menjadi kunci agar Indonesia tidak dikategorikan sebagai pasar yang kurang kredibel di mata MSCI. Respons cepat dari regulator dan otoritas pasar diharapkan membantu menjaga daya tarik Indonesia di indeks global.

Bagi IHSG 2026, perbaikan tata kelola dan pengungkapan UBO ini menjadi fondasi penting untuk menarik kembali aliran dana asing dalam jangka menengah.

2. Dampak Penurunan Outlook Moody’s dan Sentimen Global

Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, tetapi tekanan terhadap pasar saham relatif lebih terkendali dibanding kekhawatiran awal.

Beberapa hal yang perlu dicermati:

Anomali pergerakan pasar global
Di saat IHSG 2026 bergerak fluktuatif, beberapa indeks global seperti Dow Jones dan Nikkei justru mencatatkan penguatan dan rekor baru, mencerminkan risk appetite global yang masih positif.

Potensi rebound IHSG 2026
Dengan latar belakang global yang cenderung kondusif, sentimen domestik yang membaik—misalnya kabar positif terkait regulasi, kebijakan fiskal, atau kepastian arah kebijakan MSCI—berpotensi menjadi pemicu rebound IHSG dalam waktu dekat.

Bagi investor, fase tekanan seperti ini justru bisa menjadi kesempatan untuk mengakumulasi emiten berfundamental kuat dengan valuasi yang lebih menarik.

 

3. Momentum Saham Emas Sebagai Peluang di IHSG 2026

Di tengah ketidakpastian makro dan geopolitik, saham emas sering dilihat sebagai salah satu aset lindung nilai. Di BEI, eksposur ke emas tidak hanya bisa diperoleh melalui ANTM, tetapi juga melalui emiten tambang terintegrasi seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Mengapa AMMN menarik dalam konteks IHSG 2026?

Turnaround story 2025–2026
Kinerja AMMN pada 2025 sempat tertekan akibat isu perizinan ekspor. Namun, 2026 berpotensi menjadi tahun pemulihan dengan normalisasi aktivitas tambang dan peningkatan volume penjualan emas dan tembaga.

Proksi emas dan tembaga
Saat sebagian saham emas lain seperti ANTM sudah lebih dulu naik, AMMN dapat menjadi alternatif bagi investor yang mencari kombinasi eksposur emas dan tembaga dengan potensi rerating valuasi.

Bagi investor yang ingin memanfaatkan tema saham emas dalam skenario IHSG 2026, AMMN patut dipertimbangkan sebagai salah satu nama di watchlist, tentunya dengan tetap memperhatikan profil risiko dan horizon investasi.

 

4. Analisis Teknikal IHSG 2026 dan Stock Picks

Dari sisi teknikal, analis melihat IHSG 2026 masih memiliki peluang penguatan jika beberapa level kunci mampu dipertahankan:

  • Support penting IHSG 2026: sekitar 7.854
  • Resistance utama IHSG 2026: area MA200 di sekitar 8.020

Selama support ini bertahan, peluang pengujian kembali area resistance tetap terbuka. Beberapa saham pilihan (stock picks) yang dapat dipantau:

Chandra Asri (TPIA)

  • Menguji area support di sekitar 7.050
  • Selama bertahan di atas level ini, TPIA berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 9.375 dalam jangka menengah

Bank Syariah Indonesia (BRIS)

  • Mengalami healthy correction setelah kenaikan sebelumnya
  • Support penting di sekitar 2.330 dengan potensi target jangka menengah di sekitar 3.040

Gudang Garam (GGRM)

  • Membentuk pola candlestick hammer di area support
  • Berpeluang mengalami teknikal rebound menuju kisaran 17.825 jika sentimen sektor rokok membaik

*Daftar di atas bukan rekomendasi beli/jual, melainkan contoh saham yang sedang mendapat perhatian analis dalam konteks teknikal IHSG 2026.

 

5. Strategi untuk Investor: Fokus Fundamental di Tengah Volatilitas

Di tengah tekanan jangka pendek pada IHSG 2026 akibat isu MSCI dan outlook Moody’s, investor disarankan untuk:

Tidak reaktif terhadap penurunan jangka pendek
Volatilitas adalah bagian normal dari pasar. Yang terpenting adalah kualitas emiten dan narasi jangka panjangnya.

Fokus pada emiten dengan fundamental kuat
Perusahaan dengan kinerja stabil, tata kelola baik, buyback saham, atau katalis pertumbuhan jangka panjang relatif lebih defensif dalam kondisi pasar bergejolak.

Manfaatkan tema komoditas dan saham emas secara terukur
Eksposur ke saham emas dan komoditas seperti AMMN dapat menjadi diversifikasi yang menarik, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko.

Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum mengenai IHSG 2026, isu MSCI, dan peluang di saham emas serta saham lain di BEI. Isi artikel bukan merupakan rekomendasi beli atau jual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Pastikan Anda melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

 

Tonton ulasan penuh di sini: Tiger Insights - Maybank Sekuritas

Prospek IHSG 2026: Dampak MSCI & Peluang Saham Emas
Market News
by Jazzy Refadebby
15:00, 9 February 2026
logo
Source : MSID Investment Education

IHSG 2026, Isu MSCI, dan Peluang Saham Emas: Apa yang Perlu Investor Cermati?

Pasar saham Indonesia memasuki Februari 2026 dengan volatilitas yang cukup tinggi. IHSG 2026 sempat tertekan oleh sentimen negatif, mulai dari isu MSCI hingga penurunan outlook oleh Moody’s. Namun, di tengah tekanan tersebut, masih terbuka peluang rebound IHSG dan potensi menarik di saham komoditas, khususnya saham emas.

Artikel ini merangkum tiga hal utama untuk investor:

  • Perkembangan terbaru isu MSCI dan transparansi emiten
  • Dampak penurunan outlook Moody’s dan sentimen pasar global terhadap IHSG 2026
  • Peluang di saham emas dan komoditas, serta saham pilihan lain berdasarkan analisis teknikal

1. Isu MSCI dan Transparansi Emiten: Fondasi Penting bagi IHSG 2026

Salah satu faktor utama gejolak IHSG 2026 adalah permintaan MSCI agar emiten di Indonesia meningkatkan standar transparansi.

Beberapa poin penting:

Peningkatan keterbukaan UBO (Ultimate Beneficial Owner)
Sejumlah emiten besar, termasuk emiten telekomunikasi, mulai memperjelas struktur pemilik manfaat akhir (UBO) kepada bursa dan publik. Langkah ini penting untuk meningkatkan kepercayaan investor institusi global.

Mengurangi risiko penurunan status pasar
Implementasi standar transparansi yang lebih tinggi menjadi kunci agar Indonesia tidak dikategorikan sebagai pasar yang kurang kredibel di mata MSCI. Respons cepat dari regulator dan otoritas pasar diharapkan membantu menjaga daya tarik Indonesia di indeks global.

Bagi IHSG 2026, perbaikan tata kelola dan pengungkapan UBO ini menjadi fondasi penting untuk menarik kembali aliran dana asing dalam jangka menengah.

2. Dampak Penurunan Outlook Moody’s dan Sentimen Global

Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, tetapi tekanan terhadap pasar saham relatif lebih terkendali dibanding kekhawatiran awal.

Beberapa hal yang perlu dicermati:

Anomali pergerakan pasar global
Di saat IHSG 2026 bergerak fluktuatif, beberapa indeks global seperti Dow Jones dan Nikkei justru mencatatkan penguatan dan rekor baru, mencerminkan risk appetite global yang masih positif.

Potensi rebound IHSG 2026
Dengan latar belakang global yang cenderung kondusif, sentimen domestik yang membaik—misalnya kabar positif terkait regulasi, kebijakan fiskal, atau kepastian arah kebijakan MSCI—berpotensi menjadi pemicu rebound IHSG dalam waktu dekat.

Bagi investor, fase tekanan seperti ini justru bisa menjadi kesempatan untuk mengakumulasi emiten berfundamental kuat dengan valuasi yang lebih menarik.

 

3. Momentum Saham Emas Sebagai Peluang di IHSG 2026

Di tengah ketidakpastian makro dan geopolitik, saham emas sering dilihat sebagai salah satu aset lindung nilai. Di BEI, eksposur ke emas tidak hanya bisa diperoleh melalui ANTM, tetapi juga melalui emiten tambang terintegrasi seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Mengapa AMMN menarik dalam konteks IHSG 2026?

Turnaround story 2025–2026
Kinerja AMMN pada 2025 sempat tertekan akibat isu perizinan ekspor. Namun, 2026 berpotensi menjadi tahun pemulihan dengan normalisasi aktivitas tambang dan peningkatan volume penjualan emas dan tembaga.

Proksi emas dan tembaga
Saat sebagian saham emas lain seperti ANTM sudah lebih dulu naik, AMMN dapat menjadi alternatif bagi investor yang mencari kombinasi eksposur emas dan tembaga dengan potensi rerating valuasi.

Bagi investor yang ingin memanfaatkan tema saham emas dalam skenario IHSG 2026, AMMN patut dipertimbangkan sebagai salah satu nama di watchlist, tentunya dengan tetap memperhatikan profil risiko dan horizon investasi.

 

4. Analisis Teknikal IHSG 2026 dan Stock Picks

Dari sisi teknikal, analis melihat IHSG 2026 masih memiliki peluang penguatan jika beberapa level kunci mampu dipertahankan:

  • Support penting IHSG 2026: sekitar 7.854
  • Resistance utama IHSG 2026: area MA200 di sekitar 8.020

Selama support ini bertahan, peluang pengujian kembali area resistance tetap terbuka. Beberapa saham pilihan (stock picks) yang dapat dipantau:

Chandra Asri (TPIA)

  • Menguji area support di sekitar 7.050
  • Selama bertahan di atas level ini, TPIA berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 9.375 dalam jangka menengah

Bank Syariah Indonesia (BRIS)

  • Mengalami healthy correction setelah kenaikan sebelumnya
  • Support penting di sekitar 2.330 dengan potensi target jangka menengah di sekitar 3.040

Gudang Garam (GGRM)

  • Membentuk pola candlestick hammer di area support
  • Berpeluang mengalami teknikal rebound menuju kisaran 17.825 jika sentimen sektor rokok membaik

*Daftar di atas bukan rekomendasi beli/jual, melainkan contoh saham yang sedang mendapat perhatian analis dalam konteks teknikal IHSG 2026.

 

5. Strategi untuk Investor: Fokus Fundamental di Tengah Volatilitas

Di tengah tekanan jangka pendek pada IHSG 2026 akibat isu MSCI dan outlook Moody’s, investor disarankan untuk:

Tidak reaktif terhadap penurunan jangka pendek
Volatilitas adalah bagian normal dari pasar. Yang terpenting adalah kualitas emiten dan narasi jangka panjangnya.

Fokus pada emiten dengan fundamental kuat
Perusahaan dengan kinerja stabil, tata kelola baik, buyback saham, atau katalis pertumbuhan jangka panjang relatif lebih defensif dalam kondisi pasar bergejolak.

Manfaatkan tema komoditas dan saham emas secara terukur
Eksposur ke saham emas dan komoditas seperti AMMN dapat menjadi diversifikasi yang menarik, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko.

Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum mengenai IHSG 2026, isu MSCI, dan peluang di saham emas serta saham lain di BEI. Isi artikel bukan merupakan rekomendasi beli atau jual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Pastikan Anda melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

 

Tonton ulasan penuh di sini: Tiger Insights - Maybank Sekuritas

hero
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
icon

Trading yang Mulus dan Efisien

Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

icon

Advanced Analytics dan Real-Time Data

Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

icon

Dipercaya oleh Ribuan Orang

Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.

Download New Maybank Trade ID by clicking these buttons below
App Store
Play Store
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
hero
Trading yang Mulus dan Efisien
hero
Advanced Analytics dan Real-Time Data
hero
Dipercaya oleh Ribuan Orang
Download Maybank Trade ID
app-storeapp-store

Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo KSEILogo IDLogo SIPFLogo Nabung

Alamat Kantor Pusat

Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

iconiconicon

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo Nabung
Logo KSEILogo IDLogo SIPF