 (1).png)
Pasar saham Indonesia memasuki Februari 2026 dengan volatilitas yang cukup tinggi. IHSG 2026 sempat tertekan oleh sentimen negatif, mulai dari isu MSCI hingga penurunan outlook oleh Moody’s. Namun, di tengah tekanan tersebut, masih terbuka peluang rebound IHSG dan potensi menarik di saham komoditas, khususnya saham emas.
Artikel ini merangkum tiga hal utama untuk investor:
Salah satu faktor utama gejolak IHSG 2026 adalah permintaan MSCI agar emiten di Indonesia meningkatkan standar transparansi.
Beberapa poin penting:
Peningkatan keterbukaan UBO (Ultimate Beneficial Owner)
Sejumlah emiten besar, termasuk emiten telekomunikasi, mulai memperjelas struktur pemilik manfaat akhir (UBO) kepada bursa dan publik. Langkah ini penting untuk meningkatkan kepercayaan investor institusi global.
Mengurangi risiko penurunan status pasar
Implementasi standar transparansi yang lebih tinggi menjadi kunci agar Indonesia tidak dikategorikan sebagai pasar yang kurang kredibel di mata MSCI. Respons cepat dari regulator dan otoritas pasar diharapkan membantu menjaga daya tarik Indonesia di indeks global.
Bagi IHSG 2026, perbaikan tata kelola dan pengungkapan UBO ini menjadi fondasi penting untuk menarik kembali aliran dana asing dalam jangka menengah.
Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, tetapi tekanan terhadap pasar saham relatif lebih terkendali dibanding kekhawatiran awal.
Beberapa hal yang perlu dicermati:
Anomali pergerakan pasar global
Di saat IHSG 2026 bergerak fluktuatif, beberapa indeks global seperti Dow Jones dan Nikkei justru mencatatkan penguatan dan rekor baru, mencerminkan risk appetite global yang masih positif.
Potensi rebound IHSG 2026
Dengan latar belakang global yang cenderung kondusif, sentimen domestik yang membaik—misalnya kabar positif terkait regulasi, kebijakan fiskal, atau kepastian arah kebijakan MSCI—berpotensi menjadi pemicu rebound IHSG dalam waktu dekat.
Bagi investor, fase tekanan seperti ini justru bisa menjadi kesempatan untuk mengakumulasi emiten berfundamental kuat dengan valuasi yang lebih menarik.
Di tengah ketidakpastian makro dan geopolitik, saham emas sering dilihat sebagai salah satu aset lindung nilai. Di BEI, eksposur ke emas tidak hanya bisa diperoleh melalui ANTM, tetapi juga melalui emiten tambang terintegrasi seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Mengapa AMMN menarik dalam konteks IHSG 2026?
Turnaround story 2025–2026
Kinerja AMMN pada 2025 sempat tertekan akibat isu perizinan ekspor. Namun, 2026 berpotensi menjadi tahun pemulihan dengan normalisasi aktivitas tambang dan peningkatan volume penjualan emas dan tembaga.
Proksi emas dan tembaga
Saat sebagian saham emas lain seperti ANTM sudah lebih dulu naik, AMMN dapat menjadi alternatif bagi investor yang mencari kombinasi eksposur emas dan tembaga dengan potensi rerating valuasi.
Bagi investor yang ingin memanfaatkan tema saham emas dalam skenario IHSG 2026, AMMN patut dipertimbangkan sebagai salah satu nama di watchlist, tentunya dengan tetap memperhatikan profil risiko dan horizon investasi.
Dari sisi teknikal, analis melihat IHSG 2026 masih memiliki peluang penguatan jika beberapa level kunci mampu dipertahankan:
Selama support ini bertahan, peluang pengujian kembali area resistance tetap terbuka. Beberapa saham pilihan (stock picks) yang dapat dipantau:
Chandra Asri (TPIA)
Bank Syariah Indonesia (BRIS)
Gudang Garam (GGRM)
*Daftar di atas bukan rekomendasi beli/jual, melainkan contoh saham yang sedang mendapat perhatian analis dalam konteks teknikal IHSG 2026.
Di tengah tekanan jangka pendek pada IHSG 2026 akibat isu MSCI dan outlook Moody’s, investor disarankan untuk:
Tidak reaktif terhadap penurunan jangka pendek
Volatilitas adalah bagian normal dari pasar. Yang terpenting adalah kualitas emiten dan narasi jangka panjangnya.
Fokus pada emiten dengan fundamental kuat
Perusahaan dengan kinerja stabil, tata kelola baik, buyback saham, atau katalis pertumbuhan jangka panjang relatif lebih defensif dalam kondisi pasar bergejolak.
Manfaatkan tema komoditas dan saham emas secara terukur
Eksposur ke saham emas dan komoditas seperti AMMN dapat menjadi diversifikasi yang menarik, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum mengenai IHSG 2026, isu MSCI, dan peluang di saham emas serta saham lain di BEI. Isi artikel bukan merupakan rekomendasi beli atau jual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Pastikan Anda melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton ulasan penuh di sini: Tiger Insights - Maybank Sekuritas
 (1).png)
Pasar saham Indonesia memasuki Februari 2026 dengan volatilitas yang cukup tinggi. IHSG 2026 sempat tertekan oleh sentimen negatif, mulai dari isu MSCI hingga penurunan outlook oleh Moody’s. Namun, di tengah tekanan tersebut, masih terbuka peluang rebound IHSG dan potensi menarik di saham komoditas, khususnya saham emas.
Artikel ini merangkum tiga hal utama untuk investor:
Salah satu faktor utama gejolak IHSG 2026 adalah permintaan MSCI agar emiten di Indonesia meningkatkan standar transparansi.
Beberapa poin penting:
Peningkatan keterbukaan UBO (Ultimate Beneficial Owner)
Sejumlah emiten besar, termasuk emiten telekomunikasi, mulai memperjelas struktur pemilik manfaat akhir (UBO) kepada bursa dan publik. Langkah ini penting untuk meningkatkan kepercayaan investor institusi global.
Mengurangi risiko penurunan status pasar
Implementasi standar transparansi yang lebih tinggi menjadi kunci agar Indonesia tidak dikategorikan sebagai pasar yang kurang kredibel di mata MSCI. Respons cepat dari regulator dan otoritas pasar diharapkan membantu menjaga daya tarik Indonesia di indeks global.
Bagi IHSG 2026, perbaikan tata kelola dan pengungkapan UBO ini menjadi fondasi penting untuk menarik kembali aliran dana asing dalam jangka menengah.
Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, tetapi tekanan terhadap pasar saham relatif lebih terkendali dibanding kekhawatiran awal.
Beberapa hal yang perlu dicermati:
Anomali pergerakan pasar global
Di saat IHSG 2026 bergerak fluktuatif, beberapa indeks global seperti Dow Jones dan Nikkei justru mencatatkan penguatan dan rekor baru, mencerminkan risk appetite global yang masih positif.
Potensi rebound IHSG 2026
Dengan latar belakang global yang cenderung kondusif, sentimen domestik yang membaik—misalnya kabar positif terkait regulasi, kebijakan fiskal, atau kepastian arah kebijakan MSCI—berpotensi menjadi pemicu rebound IHSG dalam waktu dekat.
Bagi investor, fase tekanan seperti ini justru bisa menjadi kesempatan untuk mengakumulasi emiten berfundamental kuat dengan valuasi yang lebih menarik.
Di tengah ketidakpastian makro dan geopolitik, saham emas sering dilihat sebagai salah satu aset lindung nilai. Di BEI, eksposur ke emas tidak hanya bisa diperoleh melalui ANTM, tetapi juga melalui emiten tambang terintegrasi seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Mengapa AMMN menarik dalam konteks IHSG 2026?
Turnaround story 2025–2026
Kinerja AMMN pada 2025 sempat tertekan akibat isu perizinan ekspor. Namun, 2026 berpotensi menjadi tahun pemulihan dengan normalisasi aktivitas tambang dan peningkatan volume penjualan emas dan tembaga.
Proksi emas dan tembaga
Saat sebagian saham emas lain seperti ANTM sudah lebih dulu naik, AMMN dapat menjadi alternatif bagi investor yang mencari kombinasi eksposur emas dan tembaga dengan potensi rerating valuasi.
Bagi investor yang ingin memanfaatkan tema saham emas dalam skenario IHSG 2026, AMMN patut dipertimbangkan sebagai salah satu nama di watchlist, tentunya dengan tetap memperhatikan profil risiko dan horizon investasi.
Dari sisi teknikal, analis melihat IHSG 2026 masih memiliki peluang penguatan jika beberapa level kunci mampu dipertahankan:
Selama support ini bertahan, peluang pengujian kembali area resistance tetap terbuka. Beberapa saham pilihan (stock picks) yang dapat dipantau:
Chandra Asri (TPIA)
Bank Syariah Indonesia (BRIS)
Gudang Garam (GGRM)
*Daftar di atas bukan rekomendasi beli/jual, melainkan contoh saham yang sedang mendapat perhatian analis dalam konteks teknikal IHSG 2026.
Di tengah tekanan jangka pendek pada IHSG 2026 akibat isu MSCI dan outlook Moody’s, investor disarankan untuk:
Tidak reaktif terhadap penurunan jangka pendek
Volatilitas adalah bagian normal dari pasar. Yang terpenting adalah kualitas emiten dan narasi jangka panjangnya.
Fokus pada emiten dengan fundamental kuat
Perusahaan dengan kinerja stabil, tata kelola baik, buyback saham, atau katalis pertumbuhan jangka panjang relatif lebih defensif dalam kondisi pasar bergejolak.
Manfaatkan tema komoditas dan saham emas secara terukur
Eksposur ke saham emas dan komoditas seperti AMMN dapat menjadi diversifikasi yang menarik, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum mengenai IHSG 2026, isu MSCI, dan peluang di saham emas serta saham lain di BEI. Isi artikel bukan merupakan rekomendasi beli atau jual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Pastikan Anda melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton ulasan penuh di sini: Tiger Insights - Maybank Sekuritas


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




