_11zon.png)
Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tantangan baru seiring dengan munculnya peringatan dari lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), investor perlu mencermati sentimen makroekonomi serta peluang pada saham-saham pilihan seperti INDF, JSMR, dan TLKM.
Tiger Insight hari ini mengupas tuntas nasib IHSG setelah peringatan S&P, efek proyek Waste to Energy (WTE) bagi saham TOBA, serta analisis teknikal terkini.
Sentimen utama yang membayangi pasar saat ini adalah pernyataan dari S&P Global Ratings mengenai meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia. Lonjakan biaya bunga utang diprediksi dapat menekan profil kredit negara. Jika rasio pembayaran bunga melampaui ambang 15% dari pendapatan pemerintah secara konsisten, hal ini berisiko memicu penurunan peringkat kredit di masa depan.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, meskipun berita ini memberikan tekanan psikologis, investor tidak perlu bereaksi berlebihan secara instan. Beliau menjelaskan bahwa isu mengenai defisit fiskal sebenarnya bukan hal yang mengejutkan karena sudah pernah dianalisis oleh lembaga lain seperti Moody’s sebelumnya. S&P sendiri saat ini masih mempertahankan Outlook Triple B Indonesia pada level stabil. Fath menekankan bahwa lembaga rating biasanya memberikan waktu sekitar 6 hingga 12 bulan bagi pemerintah untuk berbenah sebelum benar-benar melakukan tindakan downgrade rating atau outlook. Oleh karena itu, potensi rebound IHSG tetap terbuka jika pasar sudah melakukan penyesuaian.
Pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 1,04% ke level 8.235. Penurunan ini memicu kekhawatiran mengenai kelanjutan tren bullish indeks di akhir pekan.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, level support krusial IHSG saat ini berada di angka 8.214. Satriawan memaparkan dua skenario utama: jika IHSG mampu bertahan di atas 8.214, maka indeks berpotensi mengonfirmasi fase koreksi sehat dan melanjutkan rally menuju target 8.486 hingga 8.741. Namun, jika indeks menembus ke bawah level tersebut, ada risiko koreksi lanjutan menuju MA200 di kisaran 8.045.
Untuk membantu investor menavigasi pasar, berikut adalah rekomendasi saham teknikal hari ini:
Topik lain yang menarik perhatian adalah progres proyek Waste to Energy (WTE) di Bali dan Bekasi yang segera mengumumkan pemenang lelang. Banyak investor mempertanyakan dampaknya terhadap PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA).
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, absennya nama TOBA dalam tender WTE kali ini bukanlah sentimen negatif. Hal ini dikarenakan TOBA telah secara resmi menyatakan tidak ikut serta dalam proyek tersebut sejak tahun lalu. Sebaliknya, TOBA justru fokus pada transformasi bisnis melalui anak usahanya, Cora Group.
Transformasi ini sudah membuahkan hasil nyata, di mana lini bisnis pengelolaan limbah menyumbang sekitar 39% terhadap total pendapatan perusahaan dan memberikan kontribusi EBITDA yang signifikan. Fath menilai pasar akan mulai mengapresiasi kinerja TOBA seiring dengan rilis laporan keuangan kuartal mendatang yang diharapkan mencerminkan keberhasilan bisnis hijau mereka.
Strategi Navigasi Investor di Tengah Sentimen Global
Meskipun terdapat peringatan dari S&P, fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja emiten besar seperti INDF dan TLKM masih memberikan ruang bagi para pelaku pasar untuk tetap optimis namun waspada. Investor disarankan untuk tetap disiplin pada level support dan resistance yang telah dipetakan secara teknikal demi menjaga manajemen risiko.
Penting untuk diingat bahwa volatilitas pasar menjelang hari libur biasanya meningkat, sehingga menjaga likuiditas menjadi sangat krusial. Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, penentuan level stop loss yang ketat di bawah support kritis akan membantu mengamankan modal dari penurunan lebih dalam. Di sisi lain, menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, fokus pada saham dengan transformasi bisnis yang nyata seperti energi terbarukan atau manajemen limbah dapat menjadi strategi jangka panjang yang prospektif. Dengan memadukan ketajaman analisis teknikal dan pemahaman fundamental yang mendalam, investor dapat menavigasi fluktuasi pasar dengan lebih percaya diri di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Disclaimer
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights
_11zon.png)
Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tantangan baru seiring dengan munculnya peringatan dari lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), investor perlu mencermati sentimen makroekonomi serta peluang pada saham-saham pilihan seperti INDF, JSMR, dan TLKM.
Tiger Insight hari ini mengupas tuntas nasib IHSG setelah peringatan S&P, efek proyek Waste to Energy (WTE) bagi saham TOBA, serta analisis teknikal terkini.
Sentimen utama yang membayangi pasar saat ini adalah pernyataan dari S&P Global Ratings mengenai meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia. Lonjakan biaya bunga utang diprediksi dapat menekan profil kredit negara. Jika rasio pembayaran bunga melampaui ambang 15% dari pendapatan pemerintah secara konsisten, hal ini berisiko memicu penurunan peringkat kredit di masa depan.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, meskipun berita ini memberikan tekanan psikologis, investor tidak perlu bereaksi berlebihan secara instan. Beliau menjelaskan bahwa isu mengenai defisit fiskal sebenarnya bukan hal yang mengejutkan karena sudah pernah dianalisis oleh lembaga lain seperti Moody’s sebelumnya. S&P sendiri saat ini masih mempertahankan Outlook Triple B Indonesia pada level stabil. Fath menekankan bahwa lembaga rating biasanya memberikan waktu sekitar 6 hingga 12 bulan bagi pemerintah untuk berbenah sebelum benar-benar melakukan tindakan downgrade rating atau outlook. Oleh karena itu, potensi rebound IHSG tetap terbuka jika pasar sudah melakukan penyesuaian.
Pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 1,04% ke level 8.235. Penurunan ini memicu kekhawatiran mengenai kelanjutan tren bullish indeks di akhir pekan.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, level support krusial IHSG saat ini berada di angka 8.214. Satriawan memaparkan dua skenario utama: jika IHSG mampu bertahan di atas 8.214, maka indeks berpotensi mengonfirmasi fase koreksi sehat dan melanjutkan rally menuju target 8.486 hingga 8.741. Namun, jika indeks menembus ke bawah level tersebut, ada risiko koreksi lanjutan menuju MA200 di kisaran 8.045.
Untuk membantu investor menavigasi pasar, berikut adalah rekomendasi saham teknikal hari ini:
Topik lain yang menarik perhatian adalah progres proyek Waste to Energy (WTE) di Bali dan Bekasi yang segera mengumumkan pemenang lelang. Banyak investor mempertanyakan dampaknya terhadap PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA).
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, absennya nama TOBA dalam tender WTE kali ini bukanlah sentimen negatif. Hal ini dikarenakan TOBA telah secara resmi menyatakan tidak ikut serta dalam proyek tersebut sejak tahun lalu. Sebaliknya, TOBA justru fokus pada transformasi bisnis melalui anak usahanya, Cora Group.
Transformasi ini sudah membuahkan hasil nyata, di mana lini bisnis pengelolaan limbah menyumbang sekitar 39% terhadap total pendapatan perusahaan dan memberikan kontribusi EBITDA yang signifikan. Fath menilai pasar akan mulai mengapresiasi kinerja TOBA seiring dengan rilis laporan keuangan kuartal mendatang yang diharapkan mencerminkan keberhasilan bisnis hijau mereka.
Strategi Navigasi Investor di Tengah Sentimen Global
Meskipun terdapat peringatan dari S&P, fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja emiten besar seperti INDF dan TLKM masih memberikan ruang bagi para pelaku pasar untuk tetap optimis namun waspada. Investor disarankan untuk tetap disiplin pada level support dan resistance yang telah dipetakan secara teknikal demi menjaga manajemen risiko.
Penting untuk diingat bahwa volatilitas pasar menjelang hari libur biasanya meningkat, sehingga menjaga likuiditas menjadi sangat krusial. Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, penentuan level stop loss yang ketat di bawah support kritis akan membantu mengamankan modal dari penurunan lebih dalam. Di sisi lain, menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, fokus pada saham dengan transformasi bisnis yang nyata seperti energi terbarukan atau manajemen limbah dapat menjadi strategi jangka panjang yang prospektif. Dengan memadukan ketajaman analisis teknikal dan pemahaman fundamental yang mendalam, investor dapat menavigasi fluktuasi pasar dengan lebih percaya diri di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Disclaimer
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




