Perang AS Israel Iran: Dampaknya ke IHSG
14:06, 2 March 2026
Market News
By Jazzy Refadebby

logo
Source : MSID Investment Education

Ketegangan geopolitik kembali memanas menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Salah satu peristiwa paling signifikan yang memicu kekhawatiran global adalah langkah Iran menutup Selat Hormuz, sebuah jalur distribusi vital yang melayani sekitar 20% pasokan minyak mentah dunia.

Penutupan ini menjadi respons atas dugaan serangan dari pihak AS dan Israel, yang secara langsung memicu gejolak pada harga komoditas energi dan ketidakpastian di pasar ekuitas global.

Bagi investor di Bursa Efek Indonesia, pertanyaan utamanya adalah bagaimana dampak nyata konflik ini terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta sektor apa saja yang justru berpotensi mendapatkan keuntungan di tengah situasi krisis.

Respon Pasar Global dan Indonesia

Meskipun berita penutupan Selat Hormuz dan serangan balik Iran terdengar mengkhawatirkan, reaksi pasar saham global pada awal Maret 2026 ini menunjukkan ketahanan yang mengejutkan. Indeks di kawasan Asia seperti Nikkei (Jepang) dan ASX (Australia) hanya mengalami penurunan moderat di bawah 1%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar ketidakpastian mungkin sudah mulai diantisipasi oleh para pelaku pasar.

Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, kondisi pasar saat ini masih berada dalam fase yang cukup bullish secara umum. Meskipun terjadi volatilitas tinggi pada harga minyak yang sempat melonjak hingga 10%, penurunan di pasar saham tidak sedrastis yang ditakutkan oleh banyak pihak melalui pemberitaan media. Fath juga menekankan bahwa IHSG sebenarnya sudah mengalami tekanan jual (selling pressure) lebih awal dibandingkan bursa regional lainnya, sehingga potensi penurunan lanjutan akibat berita geopolitik ini seharusnya lebih terbatas karena posisi indeks yang sudah relatif "murah".

Namun, Fath memberikan catatan penting mengenai posisi Indonesia sebagai negara net oil importer. Kenaikan harga minyak dunia yang berkepanjangan dapat memperlebar defisit perdagangan jika tidak dibarengi dengan perbaikan pendapatan pajak. Meski demikian, untuk saat ini, dampak terhadap sektor perbankan besar (Big Banks) masih dianggap netral mengingat laporan keuangan mereka yang tetap solid.

Analisis Teknikal IHSG dan Saham Pilihan

Dari sisi pergerakan grafik, IHSG saat ini berada di persimpangan jalan yang krusial. Investor perlu memperhatikan level-level support kunci untuk menentukan langkah antisipasi jika tekanan jual meningkat.

Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini sedang menguji level support kritis di rentang 8.214 hingga 8.200. Jika indeks gagal bertahan di atas level 8.200 dan bergerak di bawahnya secara konsisten, maka ada risiko koreksi lebih dalam menuju target Moving Average (MA) 200 di sekitar level 8.048, atau bahkan hingga ke area 7.800. Sebaliknya, jika level 8.200 berhasil dipertahankan, IHSG masih memiliki peluang untuk kembali melakukan rebound menuju target cup and handle di posisi 8.741.

Di tengah ketidakpastian ini, beberapa saham di sektor komoditas energi dan logam mulia menjadi pilihan menarik karena korelasi positifnya terhadap kenaikan harga minyak dan status sebagai aset aman (safe haven asset). Berikut adalah beberapa ulasan teknikal untuk saham-saham pilihan dari Satriawan:

  1. Medco Energi Internasional (MEDC): Saham ini menjadi primadona saat harga minyak melonjak. Secara teknikal, MEDC berhasil bertahan di level Fibo 38,2% pada 1.630. Satriawan memproyeksikan jika MEDC mampu menembus resistansi 1.835, saham ini berpotensi menuju target running bottom di level 2.080.
  2. Aneka Tambang (ANTM): Sebagai emiten yang erat kaitannya dengan emas, ANTM menunjukkan sinyal pembalikan arah dengan terbentuknya pola hammer di dekat support 4.130. Target penguatan terdekat berada di 4.560 hingga 4.740.
  3. Merdeka Copper Gold (MDKA): MDKA menunjukkan kekuatan setelah berhasil menembus resistansi 3.580. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, MDKA berpeluang melanjutkan penguatan menuju target psikologis di 4.000 dengan target jangka panjang di 4.890.

Peluang di Sektor Perkapalan dan Logistik

Selain sektor energi primer, sektor perkapalan khususnya kapal tanker juga mendapatkan sentimen positif yang signifikan. Gangguan di Selat Hormuz memaksa perusahaan kapal untuk mengatur ulang rute pelayaran mereka menjadi lebih jauh. Hal ini secara otomatis meningkatkan permintaan kapal tanker serta mendongkrak tarif angkut (charter rate) dan premi asuransi pengiriman.

Saham-saham seperti Soechi Lines (SOCI) dan Wintermar (WINS) perlu dipantau secara ketat. Khusus untuk SOCI, analisis teknikal menunjukkan bahwa saham ini masih dalam jalur uptrend yang kuat. Jika SOCI mampu menembus dan bertahan di atas level resistansi 72-78, maka terbuka peluang untuk reli lebih lanjut menuju target jangka panjang.

Bagi investor, situasi perang ini memang menciptakan volatilitas yang menantang, namun di sisi lain membuka celah keuntungan pada saham-saham yang diuntungkan oleh disrupsi pasokan global. Tetap perhatikan manajemen risiko dan batasan stop loss pada level-level support yang telah ditentukan.

 

Disclaimer

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Tonton selengkapnya di: https://www.youtube.com/live/CvG0wbVKOvo

Perang AS Israel Iran: Dampaknya ke IHSG
Market News
by Jazzy Refadebby
14:06, 2 March 2026
logo
Source : MSID Investment Education

Ketegangan geopolitik kembali memanas menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Salah satu peristiwa paling signifikan yang memicu kekhawatiran global adalah langkah Iran menutup Selat Hormuz, sebuah jalur distribusi vital yang melayani sekitar 20% pasokan minyak mentah dunia.

Penutupan ini menjadi respons atas dugaan serangan dari pihak AS dan Israel, yang secara langsung memicu gejolak pada harga komoditas energi dan ketidakpastian di pasar ekuitas global.

Bagi investor di Bursa Efek Indonesia, pertanyaan utamanya adalah bagaimana dampak nyata konflik ini terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta sektor apa saja yang justru berpotensi mendapatkan keuntungan di tengah situasi krisis.

Respon Pasar Global dan Indonesia

Meskipun berita penutupan Selat Hormuz dan serangan balik Iran terdengar mengkhawatirkan, reaksi pasar saham global pada awal Maret 2026 ini menunjukkan ketahanan yang mengejutkan. Indeks di kawasan Asia seperti Nikkei (Jepang) dan ASX (Australia) hanya mengalami penurunan moderat di bawah 1%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar ketidakpastian mungkin sudah mulai diantisipasi oleh para pelaku pasar.

Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, kondisi pasar saat ini masih berada dalam fase yang cukup bullish secara umum. Meskipun terjadi volatilitas tinggi pada harga minyak yang sempat melonjak hingga 10%, penurunan di pasar saham tidak sedrastis yang ditakutkan oleh banyak pihak melalui pemberitaan media. Fath juga menekankan bahwa IHSG sebenarnya sudah mengalami tekanan jual (selling pressure) lebih awal dibandingkan bursa regional lainnya, sehingga potensi penurunan lanjutan akibat berita geopolitik ini seharusnya lebih terbatas karena posisi indeks yang sudah relatif "murah".

Namun, Fath memberikan catatan penting mengenai posisi Indonesia sebagai negara net oil importer. Kenaikan harga minyak dunia yang berkepanjangan dapat memperlebar defisit perdagangan jika tidak dibarengi dengan perbaikan pendapatan pajak. Meski demikian, untuk saat ini, dampak terhadap sektor perbankan besar (Big Banks) masih dianggap netral mengingat laporan keuangan mereka yang tetap solid.

Analisis Teknikal IHSG dan Saham Pilihan

Dari sisi pergerakan grafik, IHSG saat ini berada di persimpangan jalan yang krusial. Investor perlu memperhatikan level-level support kunci untuk menentukan langkah antisipasi jika tekanan jual meningkat.

Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini sedang menguji level support kritis di rentang 8.214 hingga 8.200. Jika indeks gagal bertahan di atas level 8.200 dan bergerak di bawahnya secara konsisten, maka ada risiko koreksi lebih dalam menuju target Moving Average (MA) 200 di sekitar level 8.048, atau bahkan hingga ke area 7.800. Sebaliknya, jika level 8.200 berhasil dipertahankan, IHSG masih memiliki peluang untuk kembali melakukan rebound menuju target cup and handle di posisi 8.741.

Di tengah ketidakpastian ini, beberapa saham di sektor komoditas energi dan logam mulia menjadi pilihan menarik karena korelasi positifnya terhadap kenaikan harga minyak dan status sebagai aset aman (safe haven asset). Berikut adalah beberapa ulasan teknikal untuk saham-saham pilihan dari Satriawan:

  1. Medco Energi Internasional (MEDC): Saham ini menjadi primadona saat harga minyak melonjak. Secara teknikal, MEDC berhasil bertahan di level Fibo 38,2% pada 1.630. Satriawan memproyeksikan jika MEDC mampu menembus resistansi 1.835, saham ini berpotensi menuju target running bottom di level 2.080.
  2. Aneka Tambang (ANTM): Sebagai emiten yang erat kaitannya dengan emas, ANTM menunjukkan sinyal pembalikan arah dengan terbentuknya pola hammer di dekat support 4.130. Target penguatan terdekat berada di 4.560 hingga 4.740.
  3. Merdeka Copper Gold (MDKA): MDKA menunjukkan kekuatan setelah berhasil menembus resistansi 3.580. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, MDKA berpeluang melanjutkan penguatan menuju target psikologis di 4.000 dengan target jangka panjang di 4.890.

Peluang di Sektor Perkapalan dan Logistik

Selain sektor energi primer, sektor perkapalan khususnya kapal tanker juga mendapatkan sentimen positif yang signifikan. Gangguan di Selat Hormuz memaksa perusahaan kapal untuk mengatur ulang rute pelayaran mereka menjadi lebih jauh. Hal ini secara otomatis meningkatkan permintaan kapal tanker serta mendongkrak tarif angkut (charter rate) dan premi asuransi pengiriman.

Saham-saham seperti Soechi Lines (SOCI) dan Wintermar (WINS) perlu dipantau secara ketat. Khusus untuk SOCI, analisis teknikal menunjukkan bahwa saham ini masih dalam jalur uptrend yang kuat. Jika SOCI mampu menembus dan bertahan di atas level resistansi 72-78, maka terbuka peluang untuk reli lebih lanjut menuju target jangka panjang.

Bagi investor, situasi perang ini memang menciptakan volatilitas yang menantang, namun di sisi lain membuka celah keuntungan pada saham-saham yang diuntungkan oleh disrupsi pasokan global. Tetap perhatikan manajemen risiko dan batasan stop loss pada level-level support yang telah ditentukan.

 

Disclaimer

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Tonton selengkapnya di: https://www.youtube.com/live/CvG0wbVKOvo

hero
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
icon

Trading yang Mulus dan Efisien

Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

icon

Advanced Analytics dan Real-Time Data

Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

icon

Dipercaya oleh Ribuan Orang

Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.

Download New Maybank Trade ID by clicking these buttons below
App Store
Play Store
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
hero
Trading yang Mulus dan Efisien
hero
Advanced Analytics dan Real-Time Data
hero
Dipercaya oleh Ribuan Orang
Download Maybank Trade ID
app-storeapp-store

Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo KSEILogo IDLogo SIPFLogo Nabung

Alamat Kantor Pusat

Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

iconiconicon

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo Nabung
Logo KSEILogo IDLogo SIPF