
Dalam dunia investasi saham yang kian berkembang, kita tidak lagi bisa hanya terpaku pada angka laba bersih, pendapatan, dan rasio keuangan semata. Ada dimensi lain yang semakin krusial dalam menentukan prospek jangka panjang sebuah perusahaan, sekaligus memengaruhi keputusan investasi kamu. Dimensi tersebut dikenal dengan istilah Corporate Citizenship.
Mungkin kamu lebih sering mendengar istilah Corporate Social Responsibility (CSR), dan wajar jika kamu bingung. Corporate Citizenship adalah konsep yang lebih luas dan mendalam daripada sekadar program CSR. Jadi, apa sebenarnya Corporate Citizenship itu, dan mengapa ini menjadi faktor penting yang harus kamu pertimbangkan sebelum menekan tombol "beli" di aplikasi investasi saham?
Secara sederhana, Corporate Citizenship adalah sejauh mana sebuah perusahaan bertindak sebagai "warga negara" yang baik dalam masyarakat. Sama seperti warga negara yang baik harus mematuhi hukum, membayar pajak, dan berkontribusi positif pada komunitas, sebuah korporasi juga memiliki tanggung jawab yang melampaui kewajiban hukum untuk memaksimalkan keuntungan pemegang saham (shareholder).
Konsep ini merangkum komitmen perusahaan untuk beroperasi secara etis dan bertanggung jawab terhadap berbagai stakeholders, yang meliputi karyawan, pelanggan, pemasok, komunitas lokal, dan yang terpenting: lingkungan.
Berikut adalah tiga pilar utama yang menyusun kerangka Corporate Citizenship:
Tanggung jawab pertama dan paling mendasar. Perusahaan harus menghasilkan laba agar tetap sustainable (berkelanjutan). Namun, dalam konteks Corporate Citizenship, keuntungan ini tidak boleh dicapai dengan mengorbankan pilar lain. Perusahaan yang baik harus memastikan bahwa keuntungan yang dihasilkan adalah buah dari praktik bisnis yang adil dan jujur, bukan eksploitasi.
Pilar ini mencakup kepatuhan terhadap semua peraturan dan undang-undang yang berlaku. Lebih jauh lagi, tanggung jawab etika menuntut perusahaan untuk melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada hukum yang mewajibkannya. Hal ini termasuk perlindungan hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan yang adil, dan anti-korupsi. Perusahaan yang mengabaikan pilar ini rentan terhadap skandal dan tuntutan hukum yang dapat merusak citra dan fundamental keuangan mereka.
Pilar inilah yang paling sering terlihat dalam bentuk program CSR. Filantropi adalah kontribusi sukarela untuk perbaikan masyarakat, seperti donasi atau kegiatan sosial. Sementara itu, tanggung jawab lingkungan (yang kini sering kita sebut pilar "E" dalam Environmental, Social, and Governance atau ESG) adalah komitmen perusahaan untuk meminimalkan dampak negatif operasionalnya terhadap lingkungan, misalnya melalui pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, dan penggunaan energi terbarukan.
Sebagai investor, kamu mungkin bertanya, "Apa hubungannya semua ini dengan keuntungan investasi saya?" Jawabannya: sangat erat. Dalam pasar modern, Corporate Citizenship bukan lagi sekadar biaya, melainkan sebuah strategi bisnis jangka panjang yang sangat vital.
Perusahaan dengan Corporate Citizenship yang buruk menghadapi risiko yang jauh lebih besar. Contohnya:
Perusahaan yang berkomitmen pada etika dan keberlanjutan cenderung memiliki manajemen risiko yang lebih baik, sehingga investasi kamu lebih terlindungi dalam jangka panjang.
Di era informasi ini, konsumen dan investor semakin selektif. Perusahaan yang dikenal sebagai "warga negara" yang baik akan menarik loyalitas pelanggan yang lebih kuat (terutama dari generasi muda yang value-driven). Citra positif ini menciptakan nilai merek (brand equity) yang tinggi, yang pada akhirnya dapat mendorong penjualan, memberikan keunggulan kompetitif, dan meningkatkan daya tarik saham di mata investor lain.
Investor institusional, terutama dana pensiun global dan manajer aset besar, kini secara masif mengintegrasikan kriteria Environment, Social and Governance/ESG (yang merupakan bagian inti dari Corporate Citizenship) ke dalam keputusan investasi mereka.
Mereka mencari perusahaan yang memiliki profil risiko-imbal hasil yang lebih stabil dalam jangka panjang. Dengan skor ESG yang tinggi, sebuah perusahaan akan lebih mudah menarik modal besar, yang dapat mendukung kenaikan harga saham.
Komitmen pada lingkungan sering kali mendorong perusahaan untuk berinovasi. Misalnya, mencari cara untuk menggunakan energi lebih efisien atau mengembangkan produk yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini dapat membuka pasar baru, mengurangi biaya operasional, dan menempatkan perusahaan di posisi terdepan dalam menghadapi perubahan iklim dan regulasi masa depan. Singkatnya, Corporate Citizenship adalah investasi di masa depan.
Lalu, bagaimana kamu bisa mengidentifikasi perusahaan yang menerapkan Corporate Citizenship dengan baik?
Corporate Citizenship adalah lensa penting yang harus kamu gunakan dalam menganalisis saham. Ini bukan hanya tentang melakukan hal yang benar dari sisi moral, tetapi juga tentang melakukan hal yang cerdas dari sisi investasi.
Perusahaan yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan adalah perusahaan yang visioner, terhindar dari risiko besar, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Sebagai investor, kamu memiliki kekuatan untuk mengarahkan modalmu ke perusahaan-perusahaan yang akan membangun dunia yang lebih baik.
Jangan hanya berinvestasi pada laba, tetapi investasilah pada masa depan yang lebih bertanggung jawab. Mulailah perjalanan investasi cerdas dan berkelanjutan kamu sekarang juga. Dengan aplikasi Maybank Trade ID, kamu dapat menganalisis saham-saham pilihan dan menyusun portofolio yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai yang kamu yakini.
Sumber:
https://peraturan.bpk.go.id/Details/129651/peraturan-ojk-no-51pojk032017-tahun-2017

Dalam dunia investasi saham yang kian berkembang, kita tidak lagi bisa hanya terpaku pada angka laba bersih, pendapatan, dan rasio keuangan semata. Ada dimensi lain yang semakin krusial dalam menentukan prospek jangka panjang sebuah perusahaan, sekaligus memengaruhi keputusan investasi kamu. Dimensi tersebut dikenal dengan istilah Corporate Citizenship.
Mungkin kamu lebih sering mendengar istilah Corporate Social Responsibility (CSR), dan wajar jika kamu bingung. Corporate Citizenship adalah konsep yang lebih luas dan mendalam daripada sekadar program CSR. Jadi, apa sebenarnya Corporate Citizenship itu, dan mengapa ini menjadi faktor penting yang harus kamu pertimbangkan sebelum menekan tombol "beli" di aplikasi investasi saham?
Secara sederhana, Corporate Citizenship adalah sejauh mana sebuah perusahaan bertindak sebagai "warga negara" yang baik dalam masyarakat. Sama seperti warga negara yang baik harus mematuhi hukum, membayar pajak, dan berkontribusi positif pada komunitas, sebuah korporasi juga memiliki tanggung jawab yang melampaui kewajiban hukum untuk memaksimalkan keuntungan pemegang saham (shareholder).
Konsep ini merangkum komitmen perusahaan untuk beroperasi secara etis dan bertanggung jawab terhadap berbagai stakeholders, yang meliputi karyawan, pelanggan, pemasok, komunitas lokal, dan yang terpenting: lingkungan.
Berikut adalah tiga pilar utama yang menyusun kerangka Corporate Citizenship:
Tanggung jawab pertama dan paling mendasar. Perusahaan harus menghasilkan laba agar tetap sustainable (berkelanjutan). Namun, dalam konteks Corporate Citizenship, keuntungan ini tidak boleh dicapai dengan mengorbankan pilar lain. Perusahaan yang baik harus memastikan bahwa keuntungan yang dihasilkan adalah buah dari praktik bisnis yang adil dan jujur, bukan eksploitasi.
Pilar ini mencakup kepatuhan terhadap semua peraturan dan undang-undang yang berlaku. Lebih jauh lagi, tanggung jawab etika menuntut perusahaan untuk melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada hukum yang mewajibkannya. Hal ini termasuk perlindungan hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan yang adil, dan anti-korupsi. Perusahaan yang mengabaikan pilar ini rentan terhadap skandal dan tuntutan hukum yang dapat merusak citra dan fundamental keuangan mereka.
Pilar inilah yang paling sering terlihat dalam bentuk program CSR. Filantropi adalah kontribusi sukarela untuk perbaikan masyarakat, seperti donasi atau kegiatan sosial. Sementara itu, tanggung jawab lingkungan (yang kini sering kita sebut pilar "E" dalam Environmental, Social, and Governance atau ESG) adalah komitmen perusahaan untuk meminimalkan dampak negatif operasionalnya terhadap lingkungan, misalnya melalui pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, dan penggunaan energi terbarukan.
Sebagai investor, kamu mungkin bertanya, "Apa hubungannya semua ini dengan keuntungan investasi saya?" Jawabannya: sangat erat. Dalam pasar modern, Corporate Citizenship bukan lagi sekadar biaya, melainkan sebuah strategi bisnis jangka panjang yang sangat vital.
Perusahaan dengan Corporate Citizenship yang buruk menghadapi risiko yang jauh lebih besar. Contohnya:
Perusahaan yang berkomitmen pada etika dan keberlanjutan cenderung memiliki manajemen risiko yang lebih baik, sehingga investasi kamu lebih terlindungi dalam jangka panjang.
Di era informasi ini, konsumen dan investor semakin selektif. Perusahaan yang dikenal sebagai "warga negara" yang baik akan menarik loyalitas pelanggan yang lebih kuat (terutama dari generasi muda yang value-driven). Citra positif ini menciptakan nilai merek (brand equity) yang tinggi, yang pada akhirnya dapat mendorong penjualan, memberikan keunggulan kompetitif, dan meningkatkan daya tarik saham di mata investor lain.
Investor institusional, terutama dana pensiun global dan manajer aset besar, kini secara masif mengintegrasikan kriteria Environment, Social and Governance/ESG (yang merupakan bagian inti dari Corporate Citizenship) ke dalam keputusan investasi mereka.
Mereka mencari perusahaan yang memiliki profil risiko-imbal hasil yang lebih stabil dalam jangka panjang. Dengan skor ESG yang tinggi, sebuah perusahaan akan lebih mudah menarik modal besar, yang dapat mendukung kenaikan harga saham.
Komitmen pada lingkungan sering kali mendorong perusahaan untuk berinovasi. Misalnya, mencari cara untuk menggunakan energi lebih efisien atau mengembangkan produk yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini dapat membuka pasar baru, mengurangi biaya operasional, dan menempatkan perusahaan di posisi terdepan dalam menghadapi perubahan iklim dan regulasi masa depan. Singkatnya, Corporate Citizenship adalah investasi di masa depan.
Lalu, bagaimana kamu bisa mengidentifikasi perusahaan yang menerapkan Corporate Citizenship dengan baik?
Corporate Citizenship adalah lensa penting yang harus kamu gunakan dalam menganalisis saham. Ini bukan hanya tentang melakukan hal yang benar dari sisi moral, tetapi juga tentang melakukan hal yang cerdas dari sisi investasi.
Perusahaan yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan adalah perusahaan yang visioner, terhindar dari risiko besar, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Sebagai investor, kamu memiliki kekuatan untuk mengarahkan modalmu ke perusahaan-perusahaan yang akan membangun dunia yang lebih baik.
Jangan hanya berinvestasi pada laba, tetapi investasilah pada masa depan yang lebih bertanggung jawab. Mulailah perjalanan investasi cerdas dan berkelanjutan kamu sekarang juga. Dengan aplikasi Maybank Trade ID, kamu dapat menganalisis saham-saham pilihan dan menyusun portofolio yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai yang kamu yakini.
Sumber:
https://peraturan.bpk.go.id/Details/129651/peraturan-ojk-no-51pojk032017-tahun-2017


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




