
Memasuki awal tahun 2026, peta kekuatan global kembali mengalami guncangan hebat. Bagi kamu yang aktif di pasar modal, istilah geopolitical risk atau risiko geopolitik mungkin bukan lagi sekadar berita di televisi, melainkan faktor nyata yang menentukan warna merah atau hijau di portofolio sahammu. Ketegangan internasional sering kali memicu volatilitas tinggi, namun di balik ketidakpastian tersebut, selalu ada peluang bagi investor yang memiliki strategi matang.
Salah satu isu paling hangat saat ini adalah Venezuela oil effect. Perubahan drastis dalam peta politik dan operasional minyak di Venezuela telah memberikan tekanan baru pada harga komoditas energi dunia.
Venezuela memegang salah satu cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Isu terbaru mengenai keterlibatan otoritas Amerika Serikat dalam mengamankan pasokan minyak dari negara tersebut, yang dikenal dengan istilah Operation Absolute Resolve, telah menciptakan spekulasi besar di pasar global.
Dampaknya terasa secara dua arah (sifatnya dualistic). Bagi emiten di sektor energi, hal ini bisa berarti penurunan margin keuntungan. Namun, di sisi lain, penurunan harga energi adalah berita baik bagi emiten di sektor manufaktur dan transportasi karena dapat menurunkan biaya operasional mereka.
Sebagai investor, kamu tidak boleh hanya melihat satu sisi. Volatilitas ini sering kali memicu panic selling dari investor ritel yang kurang terinformasi. Di sinilah pentingnya memiliki panduan investasi yang kokoh agar kamu tidak terjebak dalam arus emosi pasar.
Kamu pasti sering mendengar pepatah "Don’t put all your eggs in one basket." Dalam kondisi geopolitik yang tidak stabil, diversifikasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Diversifikasi yang efektif tidak hanya sekadar membeli banyak saham, tetapi memastikan saham-saham tersebut tidak memiliki korelasi yang searah.
Jangan menumpuk semua modalmu di sektor yang sangat sensitif terhadap harga komoditas. Jika kamu memiliki saham di sektor energi (oil and gas), pertimbangkan untuk menyeimbangkannya dengan sektor atau instrumen yang lebih stabil.
Geopolitik sering kali berdampak lokal atau regional. Jika pasar domestik sedang tertekan akibat sentimen global, kamu bisa mencari perlindungan di pasar yang lebih resilien.
Saat badai geopolitik datang, saham-saham growth atau teknologi biasanya mengalami koreksi tajam karena investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman (safe haven). Inilah saatnya kamu melirik defensive stocks.
Apa itu saham defensif? Ini adalah saham dari perusahaan yang produk atau jasanya tetap dibutuhkan masyarakat terlepas dari kondisi ekonomi maupun politik. Ciri-cirinya meliputi:
Contoh nyata di pasar saham Indonesia adalah emiten di sektor konsumsi primer. Meski harga minyak dunia bergejolak akibat krisis di Venezuela, orang tetap butuh makan, minum, dan mencuci. Saham-saham seperti ini cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah atau low beta, sehingga portofoliomu tetap terjaga dari penurunan yang terlalu dalam.
Ketidakstabilan geopolitik selalu membawa volatilitas. Bagi investor yang berpengalaman, volatilitas adalah teman. Pergerakan harga yang liar memungkinkan kamu untuk membeli saham bagus di harga diskon (buy on weakness).
Namun, memantau pergerakan harga setiap detik sangatlah melelahkan. Di sinilah teknologi berperan. Kamu bisa menggunakan fitur Smart Order yang tersedia di Maybank Trade ID. Kamu dapat mengatur automatic stop-loss untuk membatasi risiko kerugian, serta take profit untuk mengamankan keuntungan secara otomatis saat target harga tercapai.
Selain strategi teknis, mentalitas juga memainkan peran besar dalam keberhasilan investasi saham saat kondisi geopolitik memanas:
Geopolitik yang tidak stabil memang penuh tantangan, namun sejarah membuktikan bahwa pasar modal selalu berhasil bangkit dan mencapai level tertinggi baru dalam jangka panjang. Kuncinya adalah tidak panik, tetap disiplin pada rencana investasi, dan memanfaatkan alat yang tepat untuk mengelola risiko.
Isu minyak Venezuela mungkin membuat pasar sedikit bergoyang, tetapi dengan strategi diversifikasi yang tepat dan fokus pada aset defensif, kamu bisa mengubah risiko menjadi peluang pertumbuhan kekayaan yang signifikan.
Siap menghadapi dinamika pasar global dengan lebih percaya diri? Mulai langkah investasimu hari ini bersama Maybank Trade ID—Partner terpercaya untuk investasi saham yang lebih aman dan cerdas.

Memasuki awal tahun 2026, peta kekuatan global kembali mengalami guncangan hebat. Bagi kamu yang aktif di pasar modal, istilah geopolitical risk atau risiko geopolitik mungkin bukan lagi sekadar berita di televisi, melainkan faktor nyata yang menentukan warna merah atau hijau di portofolio sahammu. Ketegangan internasional sering kali memicu volatilitas tinggi, namun di balik ketidakpastian tersebut, selalu ada peluang bagi investor yang memiliki strategi matang.
Salah satu isu paling hangat saat ini adalah Venezuela oil effect. Perubahan drastis dalam peta politik dan operasional minyak di Venezuela telah memberikan tekanan baru pada harga komoditas energi dunia.
Venezuela memegang salah satu cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Isu terbaru mengenai keterlibatan otoritas Amerika Serikat dalam mengamankan pasokan minyak dari negara tersebut, yang dikenal dengan istilah Operation Absolute Resolve, telah menciptakan spekulasi besar di pasar global.
Dampaknya terasa secara dua arah (sifatnya dualistic). Bagi emiten di sektor energi, hal ini bisa berarti penurunan margin keuntungan. Namun, di sisi lain, penurunan harga energi adalah berita baik bagi emiten di sektor manufaktur dan transportasi karena dapat menurunkan biaya operasional mereka.
Sebagai investor, kamu tidak boleh hanya melihat satu sisi. Volatilitas ini sering kali memicu panic selling dari investor ritel yang kurang terinformasi. Di sinilah pentingnya memiliki panduan investasi yang kokoh agar kamu tidak terjebak dalam arus emosi pasar.
Kamu pasti sering mendengar pepatah "Don’t put all your eggs in one basket." Dalam kondisi geopolitik yang tidak stabil, diversifikasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Diversifikasi yang efektif tidak hanya sekadar membeli banyak saham, tetapi memastikan saham-saham tersebut tidak memiliki korelasi yang searah.
Jangan menumpuk semua modalmu di sektor yang sangat sensitif terhadap harga komoditas. Jika kamu memiliki saham di sektor energi (oil and gas), pertimbangkan untuk menyeimbangkannya dengan sektor atau instrumen yang lebih stabil.
Geopolitik sering kali berdampak lokal atau regional. Jika pasar domestik sedang tertekan akibat sentimen global, kamu bisa mencari perlindungan di pasar yang lebih resilien.
Saat badai geopolitik datang, saham-saham growth atau teknologi biasanya mengalami koreksi tajam karena investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman (safe haven). Inilah saatnya kamu melirik defensive stocks.
Apa itu saham defensif? Ini adalah saham dari perusahaan yang produk atau jasanya tetap dibutuhkan masyarakat terlepas dari kondisi ekonomi maupun politik. Ciri-cirinya meliputi:
Contoh nyata di pasar saham Indonesia adalah emiten di sektor konsumsi primer. Meski harga minyak dunia bergejolak akibat krisis di Venezuela, orang tetap butuh makan, minum, dan mencuci. Saham-saham seperti ini cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah atau low beta, sehingga portofoliomu tetap terjaga dari penurunan yang terlalu dalam.
Ketidakstabilan geopolitik selalu membawa volatilitas. Bagi investor yang berpengalaman, volatilitas adalah teman. Pergerakan harga yang liar memungkinkan kamu untuk membeli saham bagus di harga diskon (buy on weakness).
Namun, memantau pergerakan harga setiap detik sangatlah melelahkan. Di sinilah teknologi berperan. Kamu bisa menggunakan fitur Smart Order yang tersedia di Maybank Trade ID. Kamu dapat mengatur automatic stop-loss untuk membatasi risiko kerugian, serta take profit untuk mengamankan keuntungan secara otomatis saat target harga tercapai.
Selain strategi teknis, mentalitas juga memainkan peran besar dalam keberhasilan investasi saham saat kondisi geopolitik memanas:
Geopolitik yang tidak stabil memang penuh tantangan, namun sejarah membuktikan bahwa pasar modal selalu berhasil bangkit dan mencapai level tertinggi baru dalam jangka panjang. Kuncinya adalah tidak panik, tetap disiplin pada rencana investasi, dan memanfaatkan alat yang tepat untuk mengelola risiko.
Isu minyak Venezuela mungkin membuat pasar sedikit bergoyang, tetapi dengan strategi diversifikasi yang tepat dan fokus pada aset defensif, kamu bisa mengubah risiko menjadi peluang pertumbuhan kekayaan yang signifikan.
Siap menghadapi dinamika pasar global dengan lebih percaya diri? Mulai langkah investasimu hari ini bersama Maybank Trade ID—Partner terpercaya untuk investasi saham yang lebih aman dan cerdas.


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




