Investment Grade vs Non-Investment Grade
17:00, 10 February 2026
Tips and Edu
By Jazzy Refadebby

logo
Source : MSID Investment Education

Akhir-akhir ini, sejalan dengan adanya pemangkasan outlook Moody's pada Indonesia (8/2), istilah investment grade dan non-investment grade sering disebut oleh para investor. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan investment grade dan non-investment grade?

Dalam menyusun portofolio yang kokoh, memahami kualitas kredit adalah langkah krusial bagi setiap investor. Di pasar modal, instrumen pendapatan tetap atau obligasi diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar berdasarkan tingkat risikonya, yaitu Investment Grade dan Non-Investment Grade. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan keduanya agar kamu dapat menentukan strategi investasi yang lebih tepat.

Apa Itu Investment Grade?

Investment Grade adalah kategori peringkat kredit yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi (issuer) memiliki kemampuan yang kuat untuk melunasi utangnya. Peringkat ini diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional untuk membantu investor mengukur keamanan modal mereka.

Karakteristik Utama:

  • Keamanan Modal: Memiliki risiko gagal bayar (default) yang sangat rendah, dengan rata-rata tahunan hanya sekitar 0,09%.
  • Stabilitas Tinggi: Menampilkan volatilitas yang jauh lebih rendah dibandingkan saham atau obligasi berisiko tinggi.
  • Imbal Hasil Terukur: Menawarkan pengembalian yang stabil, dengan rata-rata historis jangka panjang sekitar 4,7% per tahun.
  • Skala Peringkat: Ambang batas minimal untuk kategori ini adalah peringkat Baa3 (Moody’s) atau BBB- (S&P/Fitch).

Memahami Non-Investment Grade (High-Yield Bonds)

Non-Investment Grade, atau sering disebut Speculative Grade atau Junk Bonds, adalah obligasi dengan peringkat di bawah layak investasi. Instrumen ini diterbitkan oleh entitas dengan profil keuangan yang lebih berisiko atau sedang berkembang.

Karakteristik Utama:

  • Potensi Imbal Hasil Tinggi: Menawarkan bunga yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas risiko yang diambil, dengan rata-rata historis sekitar 5,3% per tahun.
  • Risiko Gagal Bayar: Memiliki kemungkinan default yang lebih besar, secara historis mencapai 4,20% atau lebih dari 45 kali lipat dibandingkan kategori investment grade.
  • Korelasi dengan Pasar Saham: Cenderung bergerak seiring dengan pasar saham, sehingga memberikan manfaat diversifikasi yang lebih kecil jika kamu sudah memiliki banyak aset saham.

Analisis Perbandingan: Risiko vs Imbal Hasil

Berdasarkan data kinerja jangka panjang (2000-2025), berikut adalah perbandingan antara kedua aset tersebut:

Metrik Risiko (Historis)

Investment Grade

Non-Investment Grade

Deviasi Standar (Volatilitas)

5,3%

10,1%

Penurunan Terbesar (Max Drawdown)

-7,5%

-33,3%

Efisiensi Resiko (Sharpe Ratio)

0,61

0,48

Data menunjukkan bahwa meskipun obligasi spekulatif menawarkan pengembalian lebih tinggi, Investment Grade memberikan kinerja yang lebih efisien jika disesuaikan dengan risikonya (Sharpe Ratio lebih tinggi).

Strategi Alokasi Portofolio Berdasarkan Profil Risiko

Menentukan porsi antara kedua jenis obligasi ini harus disesuaikan dengan profil risiko kamu:

  1. Konservatif: Biasanya mengalokasikan 80-90% pada Investment Grade untuk menjaga modal tetap aman.
  2. Moderat: Menggunakan kombinasi 60-70% Investment Grade dan 30-40% Non-Investment Grade untuk menyeimbangkan stabilitas dan keuntungan.
  3. Agresif: Meski tidak disarankan untuk investor jangka panjang, para investor agresif terkadang meningkatkan porsi Non-Investment Grade hingga 50-70% untuk memaksimalkan pendapatan bunga.

Meskipun perubahan peringkat kredit seringkali memicu kekhawatiran, bagi investor yang memegang data akurat, setiap guncangan pasar justru menjadi peluang emas untuk menata ulang (reposisi) portofolio agar lebih menguntungkan.

Dapatkan analisis tajam mengenai pergerakan arus modal dan sentimen pasar global secara real-time dengan menyimak LIVE setiap pagi bersama para Investment Specialist di YouTube Maybank Sekuritas. Melalui pembahasan bersama Investment Specialist, kamu dapat memahami dinamika risiko pasar modal terbaru.

Optimalkan setiap peluang investasi kamu dengan alat analisis profesional dan mulailah berinvestasi dengan data yang lebih akurat mulai hari ini! [RIM]

 

Investment Grade vs Non-Investment Grade
Tips and Edu
by Jazzy Refadebby
17:00, 10 February 2026
logo
Source : MSID Investment Education

Akhir-akhir ini, sejalan dengan adanya pemangkasan outlook Moody's pada Indonesia (8/2), istilah investment grade dan non-investment grade sering disebut oleh para investor. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan investment grade dan non-investment grade?

Dalam menyusun portofolio yang kokoh, memahami kualitas kredit adalah langkah krusial bagi setiap investor. Di pasar modal, instrumen pendapatan tetap atau obligasi diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar berdasarkan tingkat risikonya, yaitu Investment Grade dan Non-Investment Grade. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan keduanya agar kamu dapat menentukan strategi investasi yang lebih tepat.

Apa Itu Investment Grade?

Investment Grade adalah kategori peringkat kredit yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi (issuer) memiliki kemampuan yang kuat untuk melunasi utangnya. Peringkat ini diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional untuk membantu investor mengukur keamanan modal mereka.

Karakteristik Utama:

  • Keamanan Modal: Memiliki risiko gagal bayar (default) yang sangat rendah, dengan rata-rata tahunan hanya sekitar 0,09%.
  • Stabilitas Tinggi: Menampilkan volatilitas yang jauh lebih rendah dibandingkan saham atau obligasi berisiko tinggi.
  • Imbal Hasil Terukur: Menawarkan pengembalian yang stabil, dengan rata-rata historis jangka panjang sekitar 4,7% per tahun.
  • Skala Peringkat: Ambang batas minimal untuk kategori ini adalah peringkat Baa3 (Moody’s) atau BBB- (S&P/Fitch).

Memahami Non-Investment Grade (High-Yield Bonds)

Non-Investment Grade, atau sering disebut Speculative Grade atau Junk Bonds, adalah obligasi dengan peringkat di bawah layak investasi. Instrumen ini diterbitkan oleh entitas dengan profil keuangan yang lebih berisiko atau sedang berkembang.

Karakteristik Utama:

  • Potensi Imbal Hasil Tinggi: Menawarkan bunga yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas risiko yang diambil, dengan rata-rata historis sekitar 5,3% per tahun.
  • Risiko Gagal Bayar: Memiliki kemungkinan default yang lebih besar, secara historis mencapai 4,20% atau lebih dari 45 kali lipat dibandingkan kategori investment grade.
  • Korelasi dengan Pasar Saham: Cenderung bergerak seiring dengan pasar saham, sehingga memberikan manfaat diversifikasi yang lebih kecil jika kamu sudah memiliki banyak aset saham.

Analisis Perbandingan: Risiko vs Imbal Hasil

Berdasarkan data kinerja jangka panjang (2000-2025), berikut adalah perbandingan antara kedua aset tersebut:

Metrik Risiko (Historis)

Investment Grade

Non-Investment Grade

Deviasi Standar (Volatilitas)

5,3%

10,1%

Penurunan Terbesar (Max Drawdown)

-7,5%

-33,3%

Efisiensi Resiko (Sharpe Ratio)

0,61

0,48

Data menunjukkan bahwa meskipun obligasi spekulatif menawarkan pengembalian lebih tinggi, Investment Grade memberikan kinerja yang lebih efisien jika disesuaikan dengan risikonya (Sharpe Ratio lebih tinggi).

Strategi Alokasi Portofolio Berdasarkan Profil Risiko

Menentukan porsi antara kedua jenis obligasi ini harus disesuaikan dengan profil risiko kamu:

  1. Konservatif: Biasanya mengalokasikan 80-90% pada Investment Grade untuk menjaga modal tetap aman.
  2. Moderat: Menggunakan kombinasi 60-70% Investment Grade dan 30-40% Non-Investment Grade untuk menyeimbangkan stabilitas dan keuntungan.
  3. Agresif: Meski tidak disarankan untuk investor jangka panjang, para investor agresif terkadang meningkatkan porsi Non-Investment Grade hingga 50-70% untuk memaksimalkan pendapatan bunga.

Meskipun perubahan peringkat kredit seringkali memicu kekhawatiran, bagi investor yang memegang data akurat, setiap guncangan pasar justru menjadi peluang emas untuk menata ulang (reposisi) portofolio agar lebih menguntungkan.

Dapatkan analisis tajam mengenai pergerakan arus modal dan sentimen pasar global secara real-time dengan menyimak LIVE setiap pagi bersama para Investment Specialist di YouTube Maybank Sekuritas. Melalui pembahasan bersama Investment Specialist, kamu dapat memahami dinamika risiko pasar modal terbaru.

Optimalkan setiap peluang investasi kamu dengan alat analisis profesional dan mulailah berinvestasi dengan data yang lebih akurat mulai hari ini! [RIM]

 

hero
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
icon

Trading yang Mulus dan Efisien

Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

icon

Advanced Analytics dan Real-Time Data

Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

icon

Dipercaya oleh Ribuan Orang

Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.

Download New Maybank Trade ID by clicking these buttons below
App Store
Play Store
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
hero
Trading yang Mulus dan Efisien
hero
Advanced Analytics dan Real-Time Data
hero
Dipercaya oleh Ribuan Orang
Download Maybank Trade ID
app-storeapp-store

Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo KSEILogo IDLogo SIPFLogo Nabung

Alamat Kantor Pusat

Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

iconiconicon

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo Nabung
Logo KSEILogo IDLogo SIPF