Investasi Saham Komoditas: Keuntungan, Risiko, dan Tips Analisis
16:15, 7 January 2026
Tips and Edu
By Jazzy Refadebby

logo
Source : MSID Investment Education

Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana harga bensin, emas, atau minyak goreng tiba-tiba melonjak dan menjadi perbincangan hangat di berita? Bagi masyarakat umum, kenaikan harga ini mungkin dianggap sebagai beban biaya hidup. Namun, bagi seorang investor cerdas, fluktuasi harga barang-barang tersebut justru merupakan sinyal peluang keuntungan di pasar modal.

Di dunia investasi, fenomena ini erat kaitannya dengan saham komoditas. Memahami sektor ini adalah kunci jika kamu ingin membangun portofolio yang tangguh dan mampu memanfaatkan siklus ekonomi global.

Mengenal Apa Itu Saham Komoditas

Secara sederhana, saham komoditas adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, produksi, pengolahan, atau distribusi bahan mentah (raw materials). Bahan mentah ini adalah barang dasar yang digunakan dalam perdagangan dan dapat dipertukarkan dengan produk lain yang sejenis.

Berbeda dengan perusahaan teknologi yang menjual inovasi perangkat lunak, perusahaan komoditas menjual sumber daya alam. Harga saham mereka sangat bergantung pada harga pasar dunia dari komoditas yang mereka hasilkan. Jika harga minyak dunia naik, biasanya harga saham perusahaan tambang minyak juga akan ikut terkerek naik.

Karakteristik Utama Saham Komoditas

Sebelum kamu terjun lebih jauh, kamu perlu memahami beberapa ciri khas yang membedakan saham ini dengan sektor perbankan atau konsumsi:

  1. Siklus yang Kuat (Cyclical): Saham komoditas sangat dipengaruhi oleh siklus ekonomi. Saat ekonomi tumbuh, permintaan bahan baku meningkat dan harga saham melonjak. Sebaliknya, saat resesi, sektor ini seringkali menjadi yang pertama terdampak.
  2. Ketergantungan pada Harga Global: Perusahaan tidak bisa menentukan harga jualnya sendiri (price taker). Mereka mengikuti harga acuan internasional seperti London Metal Exchange (LME) atau harga minyak mentah dunia (crude oil).
  3. Intensif Modal: Perusahaan di sektor ini membutuhkan biaya besar untuk alat berat, eksplorasi lahan, dan infrastruktur distribusi.

Jenis-Jenis Saham Komoditas di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Hal ini membuat sektor komoditas menjadi salah satu primadona di Bursa Efek Indonesia. Berikut adalah klasifikasi utama yang perlu kamu ketahui:

1. Sektor Energi (Minyak dan Gas)

Sektor ini mencakup perusahaan yang melakukan pengeboran minyak mentah dan gas alam. Karena ketergantungan dunia terhadap energi sangat tinggi, fluktuasi di Timur Tengah atau kebijakan OPEC seringkali membuat saham di sektor ini bergerak sangat dinamis (volatile).

2. Pertambangan Mineral dan Logam

Indonesia adalah pemain besar dalam produksi nikel, emas, tembaga, dan timah. Seiring dengan tren kendaraan listrik (electric vehicles), saham perusahaan nikel kini menjadi incaran investor karena nikel merupakan komponen utama baterai.

3. Batu Bara

Meski dunia mulai beralih ke energi terbarukan, batu bara masih menjadi sumber energi untuk pembangkit listrik di banyak negara. Saham batu bara di Indonesia seringkali memberikan dividen yang besar saat harga acuan batu bara dunia sedang berada di level tertinggi.

4. Agrikultur (CPO)

Sebagai produsen minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) terbesar di dunia, saham-saham perkebunan sawit memiliki bobot yang cukup signifikan di bursa kita. Faktor cuaca seperti El Nino atau kebijakan ekspor pemerintah sangat memengaruhi pergerakan harganya.

Mengapa Saham Komoditas?

Investasi pada saham komoditas bukan sekadar mengikuti tren. Ada alasan strategis mengapa mereka mempertimbangkannya:

  • Lindung Nilai terhadap Inflasi (Inflation Hedge): Komoditas biasanya bergerak searah dengan inflasi. Saat harga barang-barang naik, harga komoditas pun naik. Memiliki saham komoditas dapat membantu menjaga daya beli aset investor.
  • Potensi Keuntungan Tinggi (High Return): Karena sifatnya yang volatil, saham komoditas bisa memberikan keuntungan puluhan hingga ratusan persen dalam waktu singkat jika investor masuk pada momentum yang tepat (awal siklus bullish).
  • Diversifikasi Portofolio: Pergerakan saham komoditas seringkali tidak sejalan dengan saham sektor keuangan atau ritel, sehingga cocok untuk menyeimbangkan risiko portofolio investor.

Risiko yang Perlu Kamu Waspadai

Investasi selalu datang dengan risiko, dan saham komoditas memiliki profil risiko yang cukup spesifik:

  1. Volatilitas Harga Komoditas: Jika harga komoditas jatuh di pasar internasional, pendapatan perusahaan akan langsung merosot, yang kemudian memicu aksi jual saham secara masif.
  2. Risiko Geopolitik dan Regulasi: Perubahan aturan ekspor, pajak royalti, atau konflik antarnegara dapat menghentikan operasional perusahaan dalam semalam.
  3. Faktor Alam: Untuk sektor agrikultur dan pertambangan, cuaca ekstrem atau bencana alam dapat merusak hasil panen atau menghambat proses penambangan.
  4. ESG: Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan Environment, Social and Governance membuat investor enggan untuk berinvestasi di komoditas yang tidak memperhatikan unsur keberlanjutan. Banyak investor institusi juga menerapkan ESG Risk analysis yang membuat mereka enggan untuk bertransaksi saham komoditas tertentu.

Strategi Analisis: Cara Memilih Saham Komoditas yang Tepat

Jangan hanya membeli karena mendengar berita harga emas naik. Kamu perlu melakukan analisis mendalam:

Analisis Top-Down

Mulailah dengan melihat kondisi ekonomi makro. Apakah ekonomi dunia sedang berekspansi? Bagaimana kondisi suplai dan permintaan (supply and demand) global untuk komoditas tersebut? Jika permintaan tinggi namun suplai terbatas, itu adalah lampu hijau.

Analisis Fundamental Perusahaan

Perhatikan Biaya Produksi (Production Cost). Perusahaan yang mampu memproduksi komoditas dengan biaya paling rendah akan tetap bertahan meski harga dunia sedang turun. Selain itu, cek jumlah cadangan (reserves) yang mereka miliki untuk memastikan keberlangsungan bisnis di masa depan.

Perhatikan Rasio Keuangan

Gunakan rasio seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Namun, khusus untuk komoditas, kamu juga harus melihat Debt to Equity Ratio (DER) karena perusahaan ini biasanya memiliki utang besar untuk modal kerja.

Tips Trading Saham Komoditas

Jika kamu lebih suka melakukan trading jangka pendek daripada investasi jangka panjang, perhatikan hal berikut:

  • Pantau Kurs Dollar (USD): Sebagian besar komoditas diperdagangkan dalam mata uang Dollar AS. Biasanya, saat Dollar menguat, harga komoditas cenderung tertekan, dan sebaliknya.
  • Gunakan Analisis Teknikal: Karena volatilitasnya tinggi, indikator teknikal seperti RSI (Relative Strength Index) dan Moving Average sangat membantu untuk menentukan titik masuk (entry) dan keluar (exit).
  • Jangan Serakah: Tetapkan target keuntungan dan batasan rugi (stop loss). Jangan terjebak dalam euforia saat harga sedang berada di puncak (pucuk).

Saham komoditas menawarkan dinamika yang menarik bagi setiap investor. Dengan pemahaman yang tepat tentang siklus pasar dan fundamental perusahaan, kamu bisa mengubah fluktuasi harga bahan mentah menjadi sumber keuntungan yang signifikan.

Namun, kunci utama kesuksesan investasi bukan hanya pada apa yang kamu beli, tapi melalui platform apa kamu bertransaksi. Kecepatan akses data, kemudahan eksekusi order, dan kelengkapan fitur analisis adalah hal mutlak yang kamu butuhkan.

Jangan biarkan peluang di sektor komoditas berlalu begitu saja. Dengan aplikasi Maybank Trade ID, kamu bisa mengakses laporan riset mendalam dari analis profesional, memantau pergerakan harga komoditas secara real-time, dan mengeksekusi jual-beli saham dengan antarmuka yang sangat mudah digunakan.

Baik kamu seorang investor jangka panjang yang mencari dividen besar, atau seorang trader yang mengincar keuntungan dari fluktuasi harian, Maybank Trade ID adalah partner tepercaya untuk membantumu mencapai tujuan finansial.

Investasi Saham Komoditas: Keuntungan, Risiko, dan Tips Analisis
Tips and Edu
by Jazzy Refadebby
16:15, 7 January 2026
logo
Source : MSID Investment Education

Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana harga bensin, emas, atau minyak goreng tiba-tiba melonjak dan menjadi perbincangan hangat di berita? Bagi masyarakat umum, kenaikan harga ini mungkin dianggap sebagai beban biaya hidup. Namun, bagi seorang investor cerdas, fluktuasi harga barang-barang tersebut justru merupakan sinyal peluang keuntungan di pasar modal.

Di dunia investasi, fenomena ini erat kaitannya dengan saham komoditas. Memahami sektor ini adalah kunci jika kamu ingin membangun portofolio yang tangguh dan mampu memanfaatkan siklus ekonomi global.

Mengenal Apa Itu Saham Komoditas

Secara sederhana, saham komoditas adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, produksi, pengolahan, atau distribusi bahan mentah (raw materials). Bahan mentah ini adalah barang dasar yang digunakan dalam perdagangan dan dapat dipertukarkan dengan produk lain yang sejenis.

Berbeda dengan perusahaan teknologi yang menjual inovasi perangkat lunak, perusahaan komoditas menjual sumber daya alam. Harga saham mereka sangat bergantung pada harga pasar dunia dari komoditas yang mereka hasilkan. Jika harga minyak dunia naik, biasanya harga saham perusahaan tambang minyak juga akan ikut terkerek naik.

Karakteristik Utama Saham Komoditas

Sebelum kamu terjun lebih jauh, kamu perlu memahami beberapa ciri khas yang membedakan saham ini dengan sektor perbankan atau konsumsi:

  1. Siklus yang Kuat (Cyclical): Saham komoditas sangat dipengaruhi oleh siklus ekonomi. Saat ekonomi tumbuh, permintaan bahan baku meningkat dan harga saham melonjak. Sebaliknya, saat resesi, sektor ini seringkali menjadi yang pertama terdampak.
  2. Ketergantungan pada Harga Global: Perusahaan tidak bisa menentukan harga jualnya sendiri (price taker). Mereka mengikuti harga acuan internasional seperti London Metal Exchange (LME) atau harga minyak mentah dunia (crude oil).
  3. Intensif Modal: Perusahaan di sektor ini membutuhkan biaya besar untuk alat berat, eksplorasi lahan, dan infrastruktur distribusi.

Jenis-Jenis Saham Komoditas di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Hal ini membuat sektor komoditas menjadi salah satu primadona di Bursa Efek Indonesia. Berikut adalah klasifikasi utama yang perlu kamu ketahui:

1. Sektor Energi (Minyak dan Gas)

Sektor ini mencakup perusahaan yang melakukan pengeboran minyak mentah dan gas alam. Karena ketergantungan dunia terhadap energi sangat tinggi, fluktuasi di Timur Tengah atau kebijakan OPEC seringkali membuat saham di sektor ini bergerak sangat dinamis (volatile).

2. Pertambangan Mineral dan Logam

Indonesia adalah pemain besar dalam produksi nikel, emas, tembaga, dan timah. Seiring dengan tren kendaraan listrik (electric vehicles), saham perusahaan nikel kini menjadi incaran investor karena nikel merupakan komponen utama baterai.

3. Batu Bara

Meski dunia mulai beralih ke energi terbarukan, batu bara masih menjadi sumber energi untuk pembangkit listrik di banyak negara. Saham batu bara di Indonesia seringkali memberikan dividen yang besar saat harga acuan batu bara dunia sedang berada di level tertinggi.

4. Agrikultur (CPO)

Sebagai produsen minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) terbesar di dunia, saham-saham perkebunan sawit memiliki bobot yang cukup signifikan di bursa kita. Faktor cuaca seperti El Nino atau kebijakan ekspor pemerintah sangat memengaruhi pergerakan harganya.

Mengapa Saham Komoditas?

Investasi pada saham komoditas bukan sekadar mengikuti tren. Ada alasan strategis mengapa mereka mempertimbangkannya:

  • Lindung Nilai terhadap Inflasi (Inflation Hedge): Komoditas biasanya bergerak searah dengan inflasi. Saat harga barang-barang naik, harga komoditas pun naik. Memiliki saham komoditas dapat membantu menjaga daya beli aset investor.
  • Potensi Keuntungan Tinggi (High Return): Karena sifatnya yang volatil, saham komoditas bisa memberikan keuntungan puluhan hingga ratusan persen dalam waktu singkat jika investor masuk pada momentum yang tepat (awal siklus bullish).
  • Diversifikasi Portofolio: Pergerakan saham komoditas seringkali tidak sejalan dengan saham sektor keuangan atau ritel, sehingga cocok untuk menyeimbangkan risiko portofolio investor.

Risiko yang Perlu Kamu Waspadai

Investasi selalu datang dengan risiko, dan saham komoditas memiliki profil risiko yang cukup spesifik:

  1. Volatilitas Harga Komoditas: Jika harga komoditas jatuh di pasar internasional, pendapatan perusahaan akan langsung merosot, yang kemudian memicu aksi jual saham secara masif.
  2. Risiko Geopolitik dan Regulasi: Perubahan aturan ekspor, pajak royalti, atau konflik antarnegara dapat menghentikan operasional perusahaan dalam semalam.
  3. Faktor Alam: Untuk sektor agrikultur dan pertambangan, cuaca ekstrem atau bencana alam dapat merusak hasil panen atau menghambat proses penambangan.
  4. ESG: Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan Environment, Social and Governance membuat investor enggan untuk berinvestasi di komoditas yang tidak memperhatikan unsur keberlanjutan. Banyak investor institusi juga menerapkan ESG Risk analysis yang membuat mereka enggan untuk bertransaksi saham komoditas tertentu.

Strategi Analisis: Cara Memilih Saham Komoditas yang Tepat

Jangan hanya membeli karena mendengar berita harga emas naik. Kamu perlu melakukan analisis mendalam:

Analisis Top-Down

Mulailah dengan melihat kondisi ekonomi makro. Apakah ekonomi dunia sedang berekspansi? Bagaimana kondisi suplai dan permintaan (supply and demand) global untuk komoditas tersebut? Jika permintaan tinggi namun suplai terbatas, itu adalah lampu hijau.

Analisis Fundamental Perusahaan

Perhatikan Biaya Produksi (Production Cost). Perusahaan yang mampu memproduksi komoditas dengan biaya paling rendah akan tetap bertahan meski harga dunia sedang turun. Selain itu, cek jumlah cadangan (reserves) yang mereka miliki untuk memastikan keberlangsungan bisnis di masa depan.

Perhatikan Rasio Keuangan

Gunakan rasio seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Namun, khusus untuk komoditas, kamu juga harus melihat Debt to Equity Ratio (DER) karena perusahaan ini biasanya memiliki utang besar untuk modal kerja.

Tips Trading Saham Komoditas

Jika kamu lebih suka melakukan trading jangka pendek daripada investasi jangka panjang, perhatikan hal berikut:

  • Pantau Kurs Dollar (USD): Sebagian besar komoditas diperdagangkan dalam mata uang Dollar AS. Biasanya, saat Dollar menguat, harga komoditas cenderung tertekan, dan sebaliknya.
  • Gunakan Analisis Teknikal: Karena volatilitasnya tinggi, indikator teknikal seperti RSI (Relative Strength Index) dan Moving Average sangat membantu untuk menentukan titik masuk (entry) dan keluar (exit).
  • Jangan Serakah: Tetapkan target keuntungan dan batasan rugi (stop loss). Jangan terjebak dalam euforia saat harga sedang berada di puncak (pucuk).

Saham komoditas menawarkan dinamika yang menarik bagi setiap investor. Dengan pemahaman yang tepat tentang siklus pasar dan fundamental perusahaan, kamu bisa mengubah fluktuasi harga bahan mentah menjadi sumber keuntungan yang signifikan.

Namun, kunci utama kesuksesan investasi bukan hanya pada apa yang kamu beli, tapi melalui platform apa kamu bertransaksi. Kecepatan akses data, kemudahan eksekusi order, dan kelengkapan fitur analisis adalah hal mutlak yang kamu butuhkan.

Jangan biarkan peluang di sektor komoditas berlalu begitu saja. Dengan aplikasi Maybank Trade ID, kamu bisa mengakses laporan riset mendalam dari analis profesional, memantau pergerakan harga komoditas secara real-time, dan mengeksekusi jual-beli saham dengan antarmuka yang sangat mudah digunakan.

Baik kamu seorang investor jangka panjang yang mencari dividen besar, atau seorang trader yang mengincar keuntungan dari fluktuasi harian, Maybank Trade ID adalah partner tepercaya untuk membantumu mencapai tujuan finansial.

hero
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
icon

Trading yang Mulus dan Efisien

Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

icon

Advanced Analytics dan Real-Time Data

Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

icon

Dipercaya oleh Ribuan Orang

Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.

Download New Maybank Trade ID by clicking these buttons below
App Store
Play Store
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
hero
Trading yang Mulus dan Efisien
hero
Advanced Analytics dan Real-Time Data
hero
Dipercaya oleh Ribuan Orang
Download Maybank Trade ID
app-storeapp-store

Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo KSEILogo IDLogo SIPFLogo Nabung

Alamat Kantor Pusat

Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

iconiconicon

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo Nabung
Logo KSEILogo IDLogo SIPF
Investasi Saham Komoditas: Keuntungan, Risiko, dan Tips Analisis