
Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana harga bensin, emas, atau minyak goreng tiba-tiba melonjak dan menjadi perbincangan hangat di berita? Bagi masyarakat umum, kenaikan harga ini mungkin dianggap sebagai beban biaya hidup. Namun, bagi seorang investor cerdas, fluktuasi harga barang-barang tersebut justru merupakan sinyal peluang keuntungan di pasar modal.
Di dunia investasi, fenomena ini erat kaitannya dengan saham komoditas. Memahami sektor ini adalah kunci jika kamu ingin membangun portofolio yang tangguh dan mampu memanfaatkan siklus ekonomi global.
Secara sederhana, saham komoditas adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, produksi, pengolahan, atau distribusi bahan mentah (raw materials). Bahan mentah ini adalah barang dasar yang digunakan dalam perdagangan dan dapat dipertukarkan dengan produk lain yang sejenis.
Berbeda dengan perusahaan teknologi yang menjual inovasi perangkat lunak, perusahaan komoditas menjual sumber daya alam. Harga saham mereka sangat bergantung pada harga pasar dunia dari komoditas yang mereka hasilkan. Jika harga minyak dunia naik, biasanya harga saham perusahaan tambang minyak juga akan ikut terkerek naik.
Sebelum kamu terjun lebih jauh, kamu perlu memahami beberapa ciri khas yang membedakan saham ini dengan sektor perbankan atau konsumsi:
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Hal ini membuat sektor komoditas menjadi salah satu primadona di Bursa Efek Indonesia. Berikut adalah klasifikasi utama yang perlu kamu ketahui:
Sektor ini mencakup perusahaan yang melakukan pengeboran minyak mentah dan gas alam. Karena ketergantungan dunia terhadap energi sangat tinggi, fluktuasi di Timur Tengah atau kebijakan OPEC seringkali membuat saham di sektor ini bergerak sangat dinamis (volatile).
Indonesia adalah pemain besar dalam produksi nikel, emas, tembaga, dan timah. Seiring dengan tren kendaraan listrik (electric vehicles), saham perusahaan nikel kini menjadi incaran investor karena nikel merupakan komponen utama baterai.
Meski dunia mulai beralih ke energi terbarukan, batu bara masih menjadi sumber energi untuk pembangkit listrik di banyak negara. Saham batu bara di Indonesia seringkali memberikan dividen yang besar saat harga acuan batu bara dunia sedang berada di level tertinggi.
Sebagai produsen minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) terbesar di dunia, saham-saham perkebunan sawit memiliki bobot yang cukup signifikan di bursa kita. Faktor cuaca seperti El Nino atau kebijakan ekspor pemerintah sangat memengaruhi pergerakan harganya.
Investasi pada saham komoditas bukan sekadar mengikuti tren. Ada alasan strategis mengapa mereka mempertimbangkannya:
Investasi selalu datang dengan risiko, dan saham komoditas memiliki profil risiko yang cukup spesifik:
Jangan hanya membeli karena mendengar berita harga emas naik. Kamu perlu melakukan analisis mendalam:
Mulailah dengan melihat kondisi ekonomi makro. Apakah ekonomi dunia sedang berekspansi? Bagaimana kondisi suplai dan permintaan (supply and demand) global untuk komoditas tersebut? Jika permintaan tinggi namun suplai terbatas, itu adalah lampu hijau.
Perhatikan Biaya Produksi (Production Cost). Perusahaan yang mampu memproduksi komoditas dengan biaya paling rendah akan tetap bertahan meski harga dunia sedang turun. Selain itu, cek jumlah cadangan (reserves) yang mereka miliki untuk memastikan keberlangsungan bisnis di masa depan.
Gunakan rasio seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Namun, khusus untuk komoditas, kamu juga harus melihat Debt to Equity Ratio (DER) karena perusahaan ini biasanya memiliki utang besar untuk modal kerja.
Jika kamu lebih suka melakukan trading jangka pendek daripada investasi jangka panjang, perhatikan hal berikut:
Saham komoditas menawarkan dinamika yang menarik bagi setiap investor. Dengan pemahaman yang tepat tentang siklus pasar dan fundamental perusahaan, kamu bisa mengubah fluktuasi harga bahan mentah menjadi sumber keuntungan yang signifikan.
Namun, kunci utama kesuksesan investasi bukan hanya pada apa yang kamu beli, tapi melalui platform apa kamu bertransaksi. Kecepatan akses data, kemudahan eksekusi order, dan kelengkapan fitur analisis adalah hal mutlak yang kamu butuhkan.
Jangan biarkan peluang di sektor komoditas berlalu begitu saja. Dengan aplikasi Maybank Trade ID, kamu bisa mengakses laporan riset mendalam dari analis profesional, memantau pergerakan harga komoditas secara real-time, dan mengeksekusi jual-beli saham dengan antarmuka yang sangat mudah digunakan.
Baik kamu seorang investor jangka panjang yang mencari dividen besar, atau seorang trader yang mengincar keuntungan dari fluktuasi harian, Maybank Trade ID adalah partner tepercaya untuk membantumu mencapai tujuan finansial.

Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana harga bensin, emas, atau minyak goreng tiba-tiba melonjak dan menjadi perbincangan hangat di berita? Bagi masyarakat umum, kenaikan harga ini mungkin dianggap sebagai beban biaya hidup. Namun, bagi seorang investor cerdas, fluktuasi harga barang-barang tersebut justru merupakan sinyal peluang keuntungan di pasar modal.
Di dunia investasi, fenomena ini erat kaitannya dengan saham komoditas. Memahami sektor ini adalah kunci jika kamu ingin membangun portofolio yang tangguh dan mampu memanfaatkan siklus ekonomi global.
Secara sederhana, saham komoditas adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, produksi, pengolahan, atau distribusi bahan mentah (raw materials). Bahan mentah ini adalah barang dasar yang digunakan dalam perdagangan dan dapat dipertukarkan dengan produk lain yang sejenis.
Berbeda dengan perusahaan teknologi yang menjual inovasi perangkat lunak, perusahaan komoditas menjual sumber daya alam. Harga saham mereka sangat bergantung pada harga pasar dunia dari komoditas yang mereka hasilkan. Jika harga minyak dunia naik, biasanya harga saham perusahaan tambang minyak juga akan ikut terkerek naik.
Sebelum kamu terjun lebih jauh, kamu perlu memahami beberapa ciri khas yang membedakan saham ini dengan sektor perbankan atau konsumsi:
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Hal ini membuat sektor komoditas menjadi salah satu primadona di Bursa Efek Indonesia. Berikut adalah klasifikasi utama yang perlu kamu ketahui:
Sektor ini mencakup perusahaan yang melakukan pengeboran minyak mentah dan gas alam. Karena ketergantungan dunia terhadap energi sangat tinggi, fluktuasi di Timur Tengah atau kebijakan OPEC seringkali membuat saham di sektor ini bergerak sangat dinamis (volatile).
Indonesia adalah pemain besar dalam produksi nikel, emas, tembaga, dan timah. Seiring dengan tren kendaraan listrik (electric vehicles), saham perusahaan nikel kini menjadi incaran investor karena nikel merupakan komponen utama baterai.
Meski dunia mulai beralih ke energi terbarukan, batu bara masih menjadi sumber energi untuk pembangkit listrik di banyak negara. Saham batu bara di Indonesia seringkali memberikan dividen yang besar saat harga acuan batu bara dunia sedang berada di level tertinggi.
Sebagai produsen minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) terbesar di dunia, saham-saham perkebunan sawit memiliki bobot yang cukup signifikan di bursa kita. Faktor cuaca seperti El Nino atau kebijakan ekspor pemerintah sangat memengaruhi pergerakan harganya.
Investasi pada saham komoditas bukan sekadar mengikuti tren. Ada alasan strategis mengapa mereka mempertimbangkannya:
Investasi selalu datang dengan risiko, dan saham komoditas memiliki profil risiko yang cukup spesifik:
Jangan hanya membeli karena mendengar berita harga emas naik. Kamu perlu melakukan analisis mendalam:
Mulailah dengan melihat kondisi ekonomi makro. Apakah ekonomi dunia sedang berekspansi? Bagaimana kondisi suplai dan permintaan (supply and demand) global untuk komoditas tersebut? Jika permintaan tinggi namun suplai terbatas, itu adalah lampu hijau.
Perhatikan Biaya Produksi (Production Cost). Perusahaan yang mampu memproduksi komoditas dengan biaya paling rendah akan tetap bertahan meski harga dunia sedang turun. Selain itu, cek jumlah cadangan (reserves) yang mereka miliki untuk memastikan keberlangsungan bisnis di masa depan.
Gunakan rasio seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Namun, khusus untuk komoditas, kamu juga harus melihat Debt to Equity Ratio (DER) karena perusahaan ini biasanya memiliki utang besar untuk modal kerja.
Jika kamu lebih suka melakukan trading jangka pendek daripada investasi jangka panjang, perhatikan hal berikut:
Saham komoditas menawarkan dinamika yang menarik bagi setiap investor. Dengan pemahaman yang tepat tentang siklus pasar dan fundamental perusahaan, kamu bisa mengubah fluktuasi harga bahan mentah menjadi sumber keuntungan yang signifikan.
Namun, kunci utama kesuksesan investasi bukan hanya pada apa yang kamu beli, tapi melalui platform apa kamu bertransaksi. Kecepatan akses data, kemudahan eksekusi order, dan kelengkapan fitur analisis adalah hal mutlak yang kamu butuhkan.
Jangan biarkan peluang di sektor komoditas berlalu begitu saja. Dengan aplikasi Maybank Trade ID, kamu bisa mengakses laporan riset mendalam dari analis profesional, memantau pergerakan harga komoditas secara real-time, dan mengeksekusi jual-beli saham dengan antarmuka yang sangat mudah digunakan.
Baik kamu seorang investor jangka panjang yang mencari dividen besar, atau seorang trader yang mengincar keuntungan dari fluktuasi harian, Maybank Trade ID adalah partner tepercaya untuk membantumu mencapai tujuan finansial.


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




