_11zon.png)
Pasar modal Indonesia menunjukkan gairah signifikan di kuartal pertama tahun 2026. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami tekanan kini mulai memperlihatkan tanda-tanda pembalikan arah yang optimistis setelah libur panjang, tapi di sisi lain terasa khawatir apakah ini hanya jebakan sesaat?
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari tensi panas di Timur Tengah hingga kebijakan baru biaya keluar batu bara yang mulai menghitung hari, mengambil keputusan investasi yang tepat bukan lagi soal tebak-tebakan atau sekadar mengikuti feeling.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor penentu utama pergerakan harga komoditas energi bagi kamu. Konflik yang melibatkan Iran dan Israel terus memberikan tekanan pada rantai pasok minyak dunia. Di sisi lain, kebijakan internal pemerintah Indonesia terkait sektor energi juga mulai menunjukkan arah baru. Menteri Keuangan telah memberikan sinyal terkait aturan biaya keluar batu bara yang baru, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April 2026 dengan tarif berkisar antara 5% hingga 11%.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjaga posisi fiskal di tengah volatilitas harga energi global. Meskipun kebijakan ini berpotensi mendapat tantangan dari para pelaku usaha, langkah efisiensi belanja negara sebesar Rp81 triliun yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto memberikan sentimen positif bagi pasar. Narasi mengenai APBN yang tetap kuat dalam menahan gejolak harga energi menjadi bantalan bagi kamu untuk tetap optimis terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.
Pergerakan IHSG yang sempat menguat hingga 2,75% ke level 7.302,12 didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) seperti ASII, Telkom, dan perbankan. Namun, kamu tetap perlu waspada terhadap konsistensi nilai transaksi harian yang sempat menyentuh angka Rp25,9 triliun, yang sebagian besar merupakan akumulasi setelah periode libur panjang.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini memiliki level support kuat di angka 6.971, yang bertepatan dengan level Fibonacci 61,8%. Menurutnya, selama indeks tidak menembus level terendah baru di bawah 6.880, maka IHSG telah mencapai titik dasar (bottom) dan memiliki potensi besar untuk kembali ke tren naik (uptrend) menuju target resistance berikutnya di level 7.527 bagi kamu.
Satriawan juga menyoroti beberapa saham pilihan yang memiliki struktur teknikal menarik untuk kamu perdagangkan hari ini (26/03):
Pemilihan saham di tengah volatilitas tinggi memerlukan pemahaman mendalam mengenai fundamental dan aksi korporasi yang akan datang. Fokus pasar saat ini tertuju pada beberapa emiten yang memiliki katalis khusus bagi kamu, mulai dari rilis laporan keuangan hingga rebalancing indeks global.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, kamu perlu mencermati saham BUMI Resources menjelang periode rebalancing MSCI pada bulan Mei mendatang. BUMI diperkirakan akan lebih lentur (resilient) dibandingkan emiten lain karena likuiditasnya yang sangat besar dan statusnya sebagai saham dengan kepemilikan masyarakat yang luas. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut mendorong permintaan energi alternatif seperti batu bara termal, yang secara langsung memberikan dampak positif bagi operasional BUMI bagi kamu.
Terkait emiten CDIA, Fath mencatat bahwa perusahaan ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif dengan peningkatan pendapatan hampir 50% di tahun 2025. Meskipun laba bersih melonjak signifikan, kamu perlu memahami bahwa sebagian besar kontribusi tersebut berasal dari keuntungan lain-lain. Valuasi CDIA saat ini tergolong premium, yang menurutnya adalah hal wajar bagi perusahaan yang sedang mengejar ekspansi organik maupun inorganik melalui akuisisi.
Selain itu, duo emiten "Alam" yaitu ADRO dan ADMR tetap masuk dalam daftar pantauan aktif. Menurut Fath, pasar lambat laun akan menyadari bahwa valuasi ADRO saat ini masih tergolong murah bagi kamu mengingat transisinya menuju energi hijau (green energy). Kehadiran anak usahanya, ADMR, yang mulai mengoperasikan bisnis aluminium di akhir tahun lalu diprediksi akan menjadi penggerak utama kinerja keuangan ADRO di masa depan, ditambah dengan potensi pembagian dividen yang tetap menarik bagi kamu sebagai pemegang saham.
Fokus pasar pada dividen dan keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia akan menjadi penentu apakah arus modal asing (foreign flow) akan terus masuk ke pasar reguler bagi kamu. Dengan berbagai sentimen domestik yang mulai membaik, peluang bagi IHSG untuk melanjutkan reli menuju rekor tertinggi baru masih terbuka lebar bagi kamu yang mampu disiplin dalam mengelola manajemen risiko.
Bagi kamu yang ingin mengambil keputusan investasi, pastikan untuk selalu memantau pergerakan likuiditas pasar dan laporan keuangan kuartal pertama yang akan segera dirilis guna memastikan bahwa fundamental emiten pilihan kamu tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. [RIM]
Disclaimer
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights
_11zon.png)
Pasar modal Indonesia menunjukkan gairah signifikan di kuartal pertama tahun 2026. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami tekanan kini mulai memperlihatkan tanda-tanda pembalikan arah yang optimistis setelah libur panjang, tapi di sisi lain terasa khawatir apakah ini hanya jebakan sesaat?
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari tensi panas di Timur Tengah hingga kebijakan baru biaya keluar batu bara yang mulai menghitung hari, mengambil keputusan investasi yang tepat bukan lagi soal tebak-tebakan atau sekadar mengikuti feeling.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor penentu utama pergerakan harga komoditas energi bagi kamu. Konflik yang melibatkan Iran dan Israel terus memberikan tekanan pada rantai pasok minyak dunia. Di sisi lain, kebijakan internal pemerintah Indonesia terkait sektor energi juga mulai menunjukkan arah baru. Menteri Keuangan telah memberikan sinyal terkait aturan biaya keluar batu bara yang baru, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April 2026 dengan tarif berkisar antara 5% hingga 11%.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjaga posisi fiskal di tengah volatilitas harga energi global. Meskipun kebijakan ini berpotensi mendapat tantangan dari para pelaku usaha, langkah efisiensi belanja negara sebesar Rp81 triliun yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto memberikan sentimen positif bagi pasar. Narasi mengenai APBN yang tetap kuat dalam menahan gejolak harga energi menjadi bantalan bagi kamu untuk tetap optimis terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.
Pergerakan IHSG yang sempat menguat hingga 2,75% ke level 7.302,12 didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) seperti ASII, Telkom, dan perbankan. Namun, kamu tetap perlu waspada terhadap konsistensi nilai transaksi harian yang sempat menyentuh angka Rp25,9 triliun, yang sebagian besar merupakan akumulasi setelah periode libur panjang.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini memiliki level support kuat di angka 6.971, yang bertepatan dengan level Fibonacci 61,8%. Menurutnya, selama indeks tidak menembus level terendah baru di bawah 6.880, maka IHSG telah mencapai titik dasar (bottom) dan memiliki potensi besar untuk kembali ke tren naik (uptrend) menuju target resistance berikutnya di level 7.527 bagi kamu.
Satriawan juga menyoroti beberapa saham pilihan yang memiliki struktur teknikal menarik untuk kamu perdagangkan hari ini (26/03):
Pemilihan saham di tengah volatilitas tinggi memerlukan pemahaman mendalam mengenai fundamental dan aksi korporasi yang akan datang. Fokus pasar saat ini tertuju pada beberapa emiten yang memiliki katalis khusus bagi kamu, mulai dari rilis laporan keuangan hingga rebalancing indeks global.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, kamu perlu mencermati saham BUMI Resources menjelang periode rebalancing MSCI pada bulan Mei mendatang. BUMI diperkirakan akan lebih lentur (resilient) dibandingkan emiten lain karena likuiditasnya yang sangat besar dan statusnya sebagai saham dengan kepemilikan masyarakat yang luas. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut mendorong permintaan energi alternatif seperti batu bara termal, yang secara langsung memberikan dampak positif bagi operasional BUMI bagi kamu.
Terkait emiten CDIA, Fath mencatat bahwa perusahaan ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif dengan peningkatan pendapatan hampir 50% di tahun 2025. Meskipun laba bersih melonjak signifikan, kamu perlu memahami bahwa sebagian besar kontribusi tersebut berasal dari keuntungan lain-lain. Valuasi CDIA saat ini tergolong premium, yang menurutnya adalah hal wajar bagi perusahaan yang sedang mengejar ekspansi organik maupun inorganik melalui akuisisi.
Selain itu, duo emiten "Alam" yaitu ADRO dan ADMR tetap masuk dalam daftar pantauan aktif. Menurut Fath, pasar lambat laun akan menyadari bahwa valuasi ADRO saat ini masih tergolong murah bagi kamu mengingat transisinya menuju energi hijau (green energy). Kehadiran anak usahanya, ADMR, yang mulai mengoperasikan bisnis aluminium di akhir tahun lalu diprediksi akan menjadi penggerak utama kinerja keuangan ADRO di masa depan, ditambah dengan potensi pembagian dividen yang tetap menarik bagi kamu sebagai pemegang saham.
Fokus pasar pada dividen dan keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia akan menjadi penentu apakah arus modal asing (foreign flow) akan terus masuk ke pasar reguler bagi kamu. Dengan berbagai sentimen domestik yang mulai membaik, peluang bagi IHSG untuk melanjutkan reli menuju rekor tertinggi baru masih terbuka lebar bagi kamu yang mampu disiplin dalam mengelola manajemen risiko.
Bagi kamu yang ingin mengambil keputusan investasi, pastikan untuk selalu memantau pergerakan likuiditas pasar dan laporan keuangan kuartal pertama yang akan segera dirilis guna memastikan bahwa fundamental emiten pilihan kamu tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. [RIM]
Disclaimer
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




