IHSG Loyo Jelang Lebaran: Saham Pilihan Hari Ini
11:39, 13 March 2026
Market News
By Jazzy Refadebby

logo
Source : MSID Investment Education

Kondisi pasar modal Indonesia belakangan ini menunjukkan tren yang kurang bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau "loyo" dengan volume transaksi yang cenderung menipis.

Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor, apakah ini saatnya untuk wait and see atau justru momentum tepat untuk mengoleksi saham-saham tertentu? Pada LIVE Tiger Insights Maybank Sekuritas, terungkap berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saat ini, mulai dari tensi geopolitik global hingga strategi korporasi besar seperti GOTO, BBCA, dan rencana right issue TOBA.

Analisis IHSG dan Strategi Menghadapi Libur Lebaran

Penurunan IHSG ke level 7.362,12 dengan nilai transaksi harian yang hanya menyentuh Rp13,4 triliun menjadi sorotan utama. Kondisi pasar yang sepi ini sebenarnya merupakan siklus tahunan yang lumrah terjadi di Bursa Efek Indonesia. Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, penurunan nilai transaksi ini sangat wajar mengingat pasar sedang menuju libur panjang Lebaran.

Para pelaku pasar cenderung bersikap konservatif dan lebih memilih memegang dana tunai (cash) daripada mengambil posisi agresif di tengah ketidakpastian yang mungkin terjadi selama bursa ditutup. Fath juga menekankan bahwa investor tidak perlu terlalu khawatir secara berlebihan. Fokus utama saat ini sebaiknya dialihkan pada rilis laporan keuangan tahun buku 2025 dan kinerja kuartal I tahun 2026 yang akan keluar pada bulan April mendatang.

Data-data fundamental tersebut akan menjadi kompas bagi pengelola dana untuk menentukan arah investasi di sisa tahun 2026. Saham-saham yang mampu memberikan kejutan pada kinerja kuartal pertamanya diprediksi akan mendapatkan aliran dana (fund flow) yang signifikan setelah masa liburan usai.

Rekomendasi Saham Teknikal: CMRY, TAPG, dan AADI

Di tengah indeks yang bergerak menyamping (sideways), masih terdapat peluang pada saham-saham dengan pola teknikal yang menarik. Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Haikal Putra, Investment Specialist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini masih mampu bertahan di atas support terdekat 7.295. Jika level ini terjaga dengan solid, IHSG berpotensi melanjutkan rebound untuk menguji resistance di level 7.444 hingga 7.528.

Beberapa saham pilihan yang layak dicermati antara lain:
1. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), saham ini menunjukkan pola inside bar yang menjadi indikasi awal pembalikan tren menguat dengan target terdekat di level 4.750.

2. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga menarik perhatian setelah berhasil menembus resistansi kuat jangka pendeknya. Pola double bottom pada TAPG memberikan target penguatan hingga ke level 1.890 selama mampu bertahan di atas level 1.590.

3. PT Adaro Andalan Indonesia (AADI), saham ini kembali masuk dalam tren menguat (uptrend) dan berpotensi menguji last high di level 10.900.

Bedah Rencana Right Issue dan Buyback TOBA

Salah satu topik hangat dalam diskusi ini adalah aksi korporasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Perusahaan ini sedang menjalankan transformasi besar menuju energi baru terbarukan (EBT) dengan target tahun 2030. Untuk mendukung ambisi tersebut, TOBA berencana melakukan dua aksi korporasi sekaligus: right issue dan buyback saham.

Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, rencana buyback TOBA dengan dana sekitar Rp448 miliar memiliki jendela waktu yang cukup panjang hingga April 2027. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar jika terjadi gejolak akibat tensi geopolitik atau faktor eksternal lainnya.

Sementara itu, right issue yang akan dilakukan bertujuan untuk memperkuat struktur modal dalam mendanai proyek-proyek strategis seperti pengelolaan limbah (waste management) yang mulai memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan. Transformasi TOBA dari sektor batu bara menuju ekonomi hijau menjadi narasi jangka panjang yang terus dipantau oleh para investor institusi.

Update Active Watchlist: Masuknya BUMI dan Keluarnya ELSA

Strategi portofolio juga mengalami penyesuaian minggu ini. Maybank Sekuritas memutuskan untuk memasukkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ke dalam daftar pantauan aktif (active watchlist). Masuknya BUMI didasari oleh peningkatan harga komoditas batu bara dan likuiditas transaksi yang sangat besar, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam waktu dekat. Sebaliknya, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dikeluarkan dari daftar karena dianggap sudah mencapai momentum penguatan yang optimal setelah reli harga minyak dunia beberapa waktu lalu.

Selain itu, sektor perbankan tetap menjadi pilar utama bursa. Pengumuman dividen jumbo dari BBCA dengan payout ratio sebesar 72% menjadi bukti kuatnya fundamental perbankan tanah air. Meskipun secara makro terdapat tantangan dari pergeseran ekspektasi penurunan suku bunga The Fed akibat inflasi energi, namun daya tahan emiten besar di dalam negeri masih menjadi alasan optimisme bagi investor jangka panjang.

Pastikan kamu selalu melakukan analisis mandiri dan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing sebelum mengambil tindakan di pasar modal. Ikuti terus perkembangan pasar saham dan berita emiten terbaru melalui kanal terpercaya untuk mendapatkan pembaruan yang akurat serta mendalam secara real-time.

 

Disclaimer

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights

IHSG Loyo Jelang Lebaran: Saham Pilihan Hari Ini
Market News
by Jazzy Refadebby
11:39, 13 March 2026
logo
Source : MSID Investment Education

Kondisi pasar modal Indonesia belakangan ini menunjukkan tren yang kurang bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau "loyo" dengan volume transaksi yang cenderung menipis.

Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor, apakah ini saatnya untuk wait and see atau justru momentum tepat untuk mengoleksi saham-saham tertentu? Pada LIVE Tiger Insights Maybank Sekuritas, terungkap berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saat ini, mulai dari tensi geopolitik global hingga strategi korporasi besar seperti GOTO, BBCA, dan rencana right issue TOBA.

Analisis IHSG dan Strategi Menghadapi Libur Lebaran

Penurunan IHSG ke level 7.362,12 dengan nilai transaksi harian yang hanya menyentuh Rp13,4 triliun menjadi sorotan utama. Kondisi pasar yang sepi ini sebenarnya merupakan siklus tahunan yang lumrah terjadi di Bursa Efek Indonesia. Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, penurunan nilai transaksi ini sangat wajar mengingat pasar sedang menuju libur panjang Lebaran.

Para pelaku pasar cenderung bersikap konservatif dan lebih memilih memegang dana tunai (cash) daripada mengambil posisi agresif di tengah ketidakpastian yang mungkin terjadi selama bursa ditutup. Fath juga menekankan bahwa investor tidak perlu terlalu khawatir secara berlebihan. Fokus utama saat ini sebaiknya dialihkan pada rilis laporan keuangan tahun buku 2025 dan kinerja kuartal I tahun 2026 yang akan keluar pada bulan April mendatang.

Data-data fundamental tersebut akan menjadi kompas bagi pengelola dana untuk menentukan arah investasi di sisa tahun 2026. Saham-saham yang mampu memberikan kejutan pada kinerja kuartal pertamanya diprediksi akan mendapatkan aliran dana (fund flow) yang signifikan setelah masa liburan usai.

Rekomendasi Saham Teknikal: CMRY, TAPG, dan AADI

Di tengah indeks yang bergerak menyamping (sideways), masih terdapat peluang pada saham-saham dengan pola teknikal yang menarik. Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Haikal Putra, Investment Specialist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini masih mampu bertahan di atas support terdekat 7.295. Jika level ini terjaga dengan solid, IHSG berpotensi melanjutkan rebound untuk menguji resistance di level 7.444 hingga 7.528.

Beberapa saham pilihan yang layak dicermati antara lain:
1. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), saham ini menunjukkan pola inside bar yang menjadi indikasi awal pembalikan tren menguat dengan target terdekat di level 4.750.

2. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga menarik perhatian setelah berhasil menembus resistansi kuat jangka pendeknya. Pola double bottom pada TAPG memberikan target penguatan hingga ke level 1.890 selama mampu bertahan di atas level 1.590.

3. PT Adaro Andalan Indonesia (AADI), saham ini kembali masuk dalam tren menguat (uptrend) dan berpotensi menguji last high di level 10.900.

Bedah Rencana Right Issue dan Buyback TOBA

Salah satu topik hangat dalam diskusi ini adalah aksi korporasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Perusahaan ini sedang menjalankan transformasi besar menuju energi baru terbarukan (EBT) dengan target tahun 2030. Untuk mendukung ambisi tersebut, TOBA berencana melakukan dua aksi korporasi sekaligus: right issue dan buyback saham.

Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, rencana buyback TOBA dengan dana sekitar Rp448 miliar memiliki jendela waktu yang cukup panjang hingga April 2027. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar jika terjadi gejolak akibat tensi geopolitik atau faktor eksternal lainnya.

Sementara itu, right issue yang akan dilakukan bertujuan untuk memperkuat struktur modal dalam mendanai proyek-proyek strategis seperti pengelolaan limbah (waste management) yang mulai memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan. Transformasi TOBA dari sektor batu bara menuju ekonomi hijau menjadi narasi jangka panjang yang terus dipantau oleh para investor institusi.

Update Active Watchlist: Masuknya BUMI dan Keluarnya ELSA

Strategi portofolio juga mengalami penyesuaian minggu ini. Maybank Sekuritas memutuskan untuk memasukkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ke dalam daftar pantauan aktif (active watchlist). Masuknya BUMI didasari oleh peningkatan harga komoditas batu bara dan likuiditas transaksi yang sangat besar, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam waktu dekat. Sebaliknya, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dikeluarkan dari daftar karena dianggap sudah mencapai momentum penguatan yang optimal setelah reli harga minyak dunia beberapa waktu lalu.

Selain itu, sektor perbankan tetap menjadi pilar utama bursa. Pengumuman dividen jumbo dari BBCA dengan payout ratio sebesar 72% menjadi bukti kuatnya fundamental perbankan tanah air. Meskipun secara makro terdapat tantangan dari pergeseran ekspektasi penurunan suku bunga The Fed akibat inflasi energi, namun daya tahan emiten besar di dalam negeri masih menjadi alasan optimisme bagi investor jangka panjang.

Pastikan kamu selalu melakukan analisis mandiri dan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing sebelum mengambil tindakan di pasar modal. Ikuti terus perkembangan pasar saham dan berita emiten terbaru melalui kanal terpercaya untuk mendapatkan pembaruan yang akurat serta mendalam secara real-time.

 

Disclaimer

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights

hero
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
icon

Trading yang Mulus dan Efisien

Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

icon

Advanced Analytics dan Real-Time Data

Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

icon

Dipercaya oleh Ribuan Orang

Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.

Download New Maybank Trade ID by clicking these buttons below
App Store
Play Store
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
hero
Trading yang Mulus dan Efisien
hero
Advanced Analytics dan Real-Time Data
hero
Dipercaya oleh Ribuan Orang
Download Maybank Trade ID
app-storeapp-store

Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo KSEILogo IDLogo SIPFLogo Nabung

Alamat Kantor Pusat

Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

iconiconicon

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo Nabung
Logo KSEILogo IDLogo SIPF
IHSG Loyo Jelang Lebaran: Saham Pilihan Hari Ini