.png)
Kondisi pasar modal Indonesia saat ini sedang berada dalam fase yang krusial bagi para investor. Terutama dinamika pasar modal yang terjadi di akhir Februari 2026 ini.
Pada satu sisi, ada tekanan dari fluktuasi harga minyak global yang turun ke level 70 US dollar per barel seiring harapan redanya tensi nuklir Iran. Di sisi lain, pasar domestik diramaikan oleh aksi korporasi besar seperti rencana right issue raksasa Bukit Uluwatu Villa (BUVA) hingga upaya Chandra Asri Pasifik (TPIA) untuk meningkatkan free float demi likuiditas pasar yang lebih baik. Di balik seluruh hiruk-pikuk sentimen global dan aksi korporasi tersebut, terdapat potensi cuan yang menarik untuk dicermati.
Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi, peluang investasi tetap terbuka lebar, terutama pada sektor perbankan yang memasuki musim bagi-bagi laba dan sektor komoditas yang mulai bangkit.
Meskipun IHSG sempat mengalami pelemahan sebesar 1,37% ke level 8.280, data pasar menunjukkan adanya anomali positif di mana investor asing justru mencatatkan net buy hingga Rp1,37 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan indeks lebih disebabkan oleh fluktuasi.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini masih berada dalam jalur koreksi sehat. Selama indeks mampu bertahan di atas level support 8.214, potensi penguatan menuju target cup and handle di level 8.740 masih terbuka lebar. Satriawan juga menyoroti beberapa saham yang memiliki struktur grafik menarik:
Salah satu topik utama yang dibahas dalam Tiger Insights hari ini adalah strategi akumulasi saham perbankan menjelang musim dividen. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) diambil sebagai sampel utama karena konsistensinya dalam membagikan laba kepada pemegang saham.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, saat ini adalah momentum entry point yang ideal bagi pemburu dividen. Berdasarkan analisis fundamental terhadap historis Dividend Payout Ratio (DPR) yang berada di kisaran 80%, estimasi dividen final yang tersisa diperkirakan sekitar Rp200-an per saham. Dengan harga saham saat ini, investor bisa mengamankan dividen yield total hingga 8%.
Fath mengingatkan bahwa investor sebaiknya melakukan positioning sekarang, karena jika menunggu hingga pengumuman resmi di bulan April, momentum harga biasanya sudah terlampau tinggi.
Sektor komoditas nikel mulai menunjukkan tanda-tanda "terbangun" setelah fase dorman yang cukup lama. Hal ini didorong oleh pengaturan output produksi di Indonesia yang lebih bertahap sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Terkait saham-saham seperti PTRO, AMAN, dan BUMI, pasar melihat adanya potensi rebound. Meski beberapa saham ini sempat terkoreksi tajam akibat sentimen indeks global atau rebalancing, transaksi besar di harga bawah menunjukkan adanya akumulasi oleh pemain besar. Untuk saham AMAN khususnya, penurunan yang terjadi dianggap anomali karena fundamental perusahaan tetap solid seiring perbaikan kinerja operasional yang diharapkan pada kuartal I 2026.
Kesimpulan: Manfaatkan Koreksi IHSG untuk Akumulasi Saham Dividen dan Komoditas
Investor disarankan untuk tetap fokus pada saham perbankan blue chip untuk mengamankan yield dividen yang stabil. Di sisi lain, sektor nikel memberikan peluang pertumbuhan jangka menengah bagi mereka yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi.
Koreksi yang terjadi dapat dipandang sebagai peluang untuk masuk ke saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek dividen tinggi. Kamu bisa gunakan analisis teknikal sebagai panduan untuk membatasi risiko di tengah volatilitas pasar yang dinamis.[RIM]
Disclaimer
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights
.png)
Kondisi pasar modal Indonesia saat ini sedang berada dalam fase yang krusial bagi para investor. Terutama dinamika pasar modal yang terjadi di akhir Februari 2026 ini.
Pada satu sisi, ada tekanan dari fluktuasi harga minyak global yang turun ke level 70 US dollar per barel seiring harapan redanya tensi nuklir Iran. Di sisi lain, pasar domestik diramaikan oleh aksi korporasi besar seperti rencana right issue raksasa Bukit Uluwatu Villa (BUVA) hingga upaya Chandra Asri Pasifik (TPIA) untuk meningkatkan free float demi likuiditas pasar yang lebih baik. Di balik seluruh hiruk-pikuk sentimen global dan aksi korporasi tersebut, terdapat potensi cuan yang menarik untuk dicermati.
Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi, peluang investasi tetap terbuka lebar, terutama pada sektor perbankan yang memasuki musim bagi-bagi laba dan sektor komoditas yang mulai bangkit.
Meskipun IHSG sempat mengalami pelemahan sebesar 1,37% ke level 8.280, data pasar menunjukkan adanya anomali positif di mana investor asing justru mencatatkan net buy hingga Rp1,37 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan indeks lebih disebabkan oleh fluktuasi.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini masih berada dalam jalur koreksi sehat. Selama indeks mampu bertahan di atas level support 8.214, potensi penguatan menuju target cup and handle di level 8.740 masih terbuka lebar. Satriawan juga menyoroti beberapa saham yang memiliki struktur grafik menarik:
Salah satu topik utama yang dibahas dalam Tiger Insights hari ini adalah strategi akumulasi saham perbankan menjelang musim dividen. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) diambil sebagai sampel utama karena konsistensinya dalam membagikan laba kepada pemegang saham.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, saat ini adalah momentum entry point yang ideal bagi pemburu dividen. Berdasarkan analisis fundamental terhadap historis Dividend Payout Ratio (DPR) yang berada di kisaran 80%, estimasi dividen final yang tersisa diperkirakan sekitar Rp200-an per saham. Dengan harga saham saat ini, investor bisa mengamankan dividen yield total hingga 8%.
Fath mengingatkan bahwa investor sebaiknya melakukan positioning sekarang, karena jika menunggu hingga pengumuman resmi di bulan April, momentum harga biasanya sudah terlampau tinggi.
Sektor komoditas nikel mulai menunjukkan tanda-tanda "terbangun" setelah fase dorman yang cukup lama. Hal ini didorong oleh pengaturan output produksi di Indonesia yang lebih bertahap sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Terkait saham-saham seperti PTRO, AMAN, dan BUMI, pasar melihat adanya potensi rebound. Meski beberapa saham ini sempat terkoreksi tajam akibat sentimen indeks global atau rebalancing, transaksi besar di harga bawah menunjukkan adanya akumulasi oleh pemain besar. Untuk saham AMAN khususnya, penurunan yang terjadi dianggap anomali karena fundamental perusahaan tetap solid seiring perbaikan kinerja operasional yang diharapkan pada kuartal I 2026.
Kesimpulan: Manfaatkan Koreksi IHSG untuk Akumulasi Saham Dividen dan Komoditas
Investor disarankan untuk tetap fokus pada saham perbankan blue chip untuk mengamankan yield dividen yang stabil. Di sisi lain, sektor nikel memberikan peluang pertumbuhan jangka menengah bagi mereka yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi.
Koreksi yang terjadi dapat dipandang sebagai peluang untuk masuk ke saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek dividen tinggi. Kamu bisa gunakan analisis teknikal sebagai panduan untuk membatasi risiko di tengah volatilitas pasar yang dinamis.[RIM]
Disclaimer
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




