
Pasar modal Indonesia memasuki periode krusial pada akhir Februari 2026. Di tengah dinamika politik Amerika Serikat yang terus memanas pasca pembatalan tarif impor oleh Mahkamah Agung AS, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru menangkap peluang lewat rencana reformasi regulasi internal.
Kombinasi antara sentimen kebijakan global, lonjakan harga komoditas logam mulia, dan evaluasi aturan perdagangan menjadi motor utama yang menggerakkan minat investor domestik maupun asing.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini menunjukkan pola konsolidasi yang sangat menentukan arah tren jangka menengah. Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini tengah berada dalam fase pengujian level support kritis di rentang 8.214 hingga 8.248.
Keberhasilan indeks untuk tetap bertahan di atas level ini merupakan syarat bagi pasar untuk mengonfirmasi terjadinya koreksi sehat.
Sebagai bagian dari strategi mingguan, beberapa saham pilihan menunjukkan sinyal teknikal yang cukup kuat:
ADMR (Adaro Minerals): Emiten ini menunjukkan formasi inverted head and shoulders dengan target penguatan ke arah 2.330.
Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh kebijakan ekonomi "Trump Era" yang sulit diprediksi telah menyebabkan harga Emas dunia melonjak signifikan, naik hampir 2% dalam waktu singkat. Emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai safe haven asset utama ketika instrumen investasi lain mengalami volatilitas tinggi.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, lonjakan harga emas ini menjadi momentum emas bagi emiten yang memiliki korelasi langsung, terutama PT Aman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Fath menekankan bahwa AMMN merupakan salah satu saham yang harganya belum sepenuhnya mencerminkan rally harga emas dunia di tahun lalu (laggard). Dengan pencabutan larangan ekspor konsentrat sejak awal 2025, AMMN diprediksi akan mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan, terutama pada laporan kuartal pertama dan kedua 2026.
Selain AMMN, saham ANTAM tetap menjadi primadona bagi investor institusi karena likuiditasnya yang tinggi. Selama harga emas tetap stabil di level tinggi, saham-saham sektor mineral logam diprediksi akan terus menjadi penggerak indeks di sektor komoditas.
Salah satu hambatan utama bagi aliran modal asing ke bursa domestik dalam setahun terakhir adalah kebijakan Full Call Auction (FCA). Kabar mengenai rencana BEI untuk melakukan peninjauan berkala terhadap kebijakan ini, termasuk mekanisme lelang penuh, disambut positif oleh pelaku pasar.
Fath Aliansyah menjelaskan, bahwa aturan FCA sebelumnya sempat membuat beberapa saham berkapitalisasi besar keluar dari indeks global seperti MSCI dan FTSE karena dianggap mengurangi likuiditas pasar. "Jika revisi FCA ini direalisasikan dan mampu meningkatkan transparansi serta likuiditas, maka potensi arus modal asing masuk ke Indonesia akan terbuka lebar," ujarnya. Hal ini tentu akan memberikan dampak domino positif bagi stabilitas nilai tukar Rupiah dan penguatan harga saham-saham blue chip.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga tengah melakukan langkah strategis untuk mengubah persepsi pasar. Perusahaan raksasa batubara ini menargetkan transformasi signifikan pada tahun 2031, di mana kontribusi batubara termal diharapkan turun hingga ke angka 50% terhadap EBITDA perusahaan.
Fokus BUMI saat ini adalah mengembangkan hasil akuisisi pada sektor mineral melalui Jubilee Metals dan Wolfram. Progres produksi dan eksplorasi di sektor non-batubara inilah yang menjadi kunci bagi rerating valuasi BUMI, yang tidak lagi sekadar dianggap sebagai perusahaan tambang batubara murni.
Kesuksesan pasar modal Indonesia di kuartal pertama 2026 akan sangat bergantung pada seberapa cepat bursa mampu mengimplementasikan revisi aturan Full Call Auction untuk memulihkan kepercayaan investor asing. Di sisi lain, fenomena rally harga emas dunia memberikan bantalan yang cukup kuat bagi emiten mineral seperti AMMN dan ANTAM untuk memimpin penguatan sektoral.
Dengan profil IHSG yang saat ini masih terjaga di area support kuat, investor memiliki kesempatan untuk melakukan akumulasi pada saham-saham yang memiliki narasi transformasi bisnis yang jelas dan fundamental yang solid, sembari tetap mencermati fluktuasi kebijakan ekonomi global yang mungkin berdampak pada pasar domestik. [RIM]
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights

Pasar modal Indonesia memasuki periode krusial pada akhir Februari 2026. Di tengah dinamika politik Amerika Serikat yang terus memanas pasca pembatalan tarif impor oleh Mahkamah Agung AS, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru menangkap peluang lewat rencana reformasi regulasi internal.
Kombinasi antara sentimen kebijakan global, lonjakan harga komoditas logam mulia, dan evaluasi aturan perdagangan menjadi motor utama yang menggerakkan minat investor domestik maupun asing.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini menunjukkan pola konsolidasi yang sangat menentukan arah tren jangka menengah. Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini tengah berada dalam fase pengujian level support kritis di rentang 8.214 hingga 8.248.
Keberhasilan indeks untuk tetap bertahan di atas level ini merupakan syarat bagi pasar untuk mengonfirmasi terjadinya koreksi sehat.
Sebagai bagian dari strategi mingguan, beberapa saham pilihan menunjukkan sinyal teknikal yang cukup kuat:
ADMR (Adaro Minerals): Emiten ini menunjukkan formasi inverted head and shoulders dengan target penguatan ke arah 2.330.
Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh kebijakan ekonomi "Trump Era" yang sulit diprediksi telah menyebabkan harga Emas dunia melonjak signifikan, naik hampir 2% dalam waktu singkat. Emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai safe haven asset utama ketika instrumen investasi lain mengalami volatilitas tinggi.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, lonjakan harga emas ini menjadi momentum emas bagi emiten yang memiliki korelasi langsung, terutama PT Aman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Fath menekankan bahwa AMMN merupakan salah satu saham yang harganya belum sepenuhnya mencerminkan rally harga emas dunia di tahun lalu (laggard). Dengan pencabutan larangan ekspor konsentrat sejak awal 2025, AMMN diprediksi akan mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan, terutama pada laporan kuartal pertama dan kedua 2026.
Selain AMMN, saham ANTAM tetap menjadi primadona bagi investor institusi karena likuiditasnya yang tinggi. Selama harga emas tetap stabil di level tinggi, saham-saham sektor mineral logam diprediksi akan terus menjadi penggerak indeks di sektor komoditas.
Salah satu hambatan utama bagi aliran modal asing ke bursa domestik dalam setahun terakhir adalah kebijakan Full Call Auction (FCA). Kabar mengenai rencana BEI untuk melakukan peninjauan berkala terhadap kebijakan ini, termasuk mekanisme lelang penuh, disambut positif oleh pelaku pasar.
Fath Aliansyah menjelaskan, bahwa aturan FCA sebelumnya sempat membuat beberapa saham berkapitalisasi besar keluar dari indeks global seperti MSCI dan FTSE karena dianggap mengurangi likuiditas pasar. "Jika revisi FCA ini direalisasikan dan mampu meningkatkan transparansi serta likuiditas, maka potensi arus modal asing masuk ke Indonesia akan terbuka lebar," ujarnya. Hal ini tentu akan memberikan dampak domino positif bagi stabilitas nilai tukar Rupiah dan penguatan harga saham-saham blue chip.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga tengah melakukan langkah strategis untuk mengubah persepsi pasar. Perusahaan raksasa batubara ini menargetkan transformasi signifikan pada tahun 2031, di mana kontribusi batubara termal diharapkan turun hingga ke angka 50% terhadap EBITDA perusahaan.
Fokus BUMI saat ini adalah mengembangkan hasil akuisisi pada sektor mineral melalui Jubilee Metals dan Wolfram. Progres produksi dan eksplorasi di sektor non-batubara inilah yang menjadi kunci bagi rerating valuasi BUMI, yang tidak lagi sekadar dianggap sebagai perusahaan tambang batubara murni.
Kesuksesan pasar modal Indonesia di kuartal pertama 2026 akan sangat bergantung pada seberapa cepat bursa mampu mengimplementasikan revisi aturan Full Call Auction untuk memulihkan kepercayaan investor asing. Di sisi lain, fenomena rally harga emas dunia memberikan bantalan yang cukup kuat bagi emiten mineral seperti AMMN dan ANTAM untuk memimpin penguatan sektoral.
Dengan profil IHSG yang saat ini masih terjaga di area support kuat, investor memiliki kesempatan untuk melakukan akumulasi pada saham-saham yang memiliki narasi transformasi bisnis yang jelas dan fundamental yang solid, sembari tetap mencermati fluktuasi kebijakan ekonomi global yang mungkin berdampak pada pasar domestik. [RIM]
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




