
Pasar modal Indonesia kembali dikejutkan dengan dinamika baru. Setelah isu transparansi yang diangkat oleh MSCI, lembaga pemeringkat internasional Moody’s kini menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif. Apa dampaknya bagi IHSG dan bagaimana strategi investor menghadapi situasi ini? Simak ulasan lengkapnya.
Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, namun mengubah proyeksi (outlook) dari stabil menjadi negatif.
Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran terkait kepastian kebijakan pemerintah dan kualitas tata kelola di tengah transisi kebijakan baru. Meskipun demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi 2025 yang mencapai 5,1% dan inflasi yang terjaga di level 2,92%.
Tim Investment Specialist Maybank Sekuritas menjelaskan bahwa dampak jangka pendek akan lebih terasa pada pasar obligasi (SBN) dan nilai tukar Rupiah. Untuk pasar saham, volatilitas diprediksi akan meningkat terutama pada saham-saham blue chip yang memiliki kepemilikan asing besar. Namun, volatilitas ini diperkirakan tidak akan seberat saat pengumuman interim freeze MSCI sebelumnya.
Di tengah fluktuasi pasar, beberapa saham masuk ke dalam Active Watchlist Investment Specialist karena performa dan narasi fundamentalnya yang kuat:
Selain itu, disebutkan juga bahwa saham-saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BNGA tetap menarik menjelang musim pembagian dividen di kuartal mendatang.
Secara teknikal, IHSG saat ini sedang menguji level resistance di 8.134. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi menuju 8.350 hingga 8.408. Namun, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi jika IHSG menembus di bawah support MA200 di level 8.021.
Pertanyaan besar bagi investor adalah apakah Indonesia akan tetap berada di indeks Emerging Market atau turun kelas ke Frontier Market. Regulator (OJK dan BEI) saat ini terus berkomunikasi intensif dengan pihak MSCI untuk menunjukkan implementasi kebijakan seperti peningkatan free float minimal 15%. Investment Specialist optimis peluang penurunan kelas sangat kecil mengingat respon cepat dari regulator pasar modal Indonesia.
Menurut Investment Specialist Maybank Sekuritas, meskipun ada tantangan dari sisi outlook makro oleh Moody's, fundamental emiten di Indonesia tetap solid. Investor disarankan untuk fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan memanfaatkan momentum dividen di sektor perbankan.
Disclaimer: Keputusan investasi ada di tangan Anda. Informasi ini bersifat edukasi dan referensi dari tayangan Tiger Insights Maybank Sekuritas. Tonton video selengkapnya di sini: Update Moody's & MSCI - Tiger Insights

Pasar modal Indonesia kembali dikejutkan dengan dinamika baru. Setelah isu transparansi yang diangkat oleh MSCI, lembaga pemeringkat internasional Moody’s kini menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif. Apa dampaknya bagi IHSG dan bagaimana strategi investor menghadapi situasi ini? Simak ulasan lengkapnya.
Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, namun mengubah proyeksi (outlook) dari stabil menjadi negatif.
Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran terkait kepastian kebijakan pemerintah dan kualitas tata kelola di tengah transisi kebijakan baru. Meskipun demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi 2025 yang mencapai 5,1% dan inflasi yang terjaga di level 2,92%.
Tim Investment Specialist Maybank Sekuritas menjelaskan bahwa dampak jangka pendek akan lebih terasa pada pasar obligasi (SBN) dan nilai tukar Rupiah. Untuk pasar saham, volatilitas diprediksi akan meningkat terutama pada saham-saham blue chip yang memiliki kepemilikan asing besar. Namun, volatilitas ini diperkirakan tidak akan seberat saat pengumuman interim freeze MSCI sebelumnya.
Di tengah fluktuasi pasar, beberapa saham masuk ke dalam Active Watchlist Investment Specialist karena performa dan narasi fundamentalnya yang kuat:
Selain itu, disebutkan juga bahwa saham-saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BNGA tetap menarik menjelang musim pembagian dividen di kuartal mendatang.
Secara teknikal, IHSG saat ini sedang menguji level resistance di 8.134. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi menuju 8.350 hingga 8.408. Namun, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi jika IHSG menembus di bawah support MA200 di level 8.021.
Pertanyaan besar bagi investor adalah apakah Indonesia akan tetap berada di indeks Emerging Market atau turun kelas ke Frontier Market. Regulator (OJK dan BEI) saat ini terus berkomunikasi intensif dengan pihak MSCI untuk menunjukkan implementasi kebijakan seperti peningkatan free float minimal 15%. Investment Specialist optimis peluang penurunan kelas sangat kecil mengingat respon cepat dari regulator pasar modal Indonesia.
Menurut Investment Specialist Maybank Sekuritas, meskipun ada tantangan dari sisi outlook makro oleh Moody's, fundamental emiten di Indonesia tetap solid. Investor disarankan untuk fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan memanfaatkan momentum dividen di sektor perbankan.
Disclaimer: Keputusan investasi ada di tangan Anda. Informasi ini bersifat edukasi dan referensi dari tayangan Tiger Insights Maybank Sekuritas. Tonton video selengkapnya di sini: Update Moody's & MSCI - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




