IHSG Anjlok: Sentimen Fitch Ratings atau Faktor Lain?
15:17, 5 March 2026
Market News
By Jazzy Refadebby

logo
Source : MSID Investment Education

Pasar modal Indonesia baru saja dikejutkan oleh guncangan hebat yang membuat indeks harga saham gabungan atau IHSG mengalami penurunan drastis.

Penurunan yang mencapai hingga 4,57% kemarin (04/03/2026), dalam satu hari perdagangan, memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel maupun institusi. Banyak yang bertanya-tanya, apakah ini murni karena efek downgrade outlook Fitch terhadap utang Indonesia, ataukah ada faktor fundamental lain yang sedang bekerja di balik layar?

Penyebab IHSG Mengalami Penurunan

Kondisi volatilitas pasar yang tinggi ini sebenarnya diawali oleh rilis laporan dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings. Meskipun peringkat utang Indonesia tetap berada pada level Triple B (BBB), Fitch memutuskan untuk merevisi prospek jangka panjang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Hal ini disebabkan oleh proyeksi defisit APBN 2026 yang diperkirakan mencapai 2,9% dari PDB, angka yang lebih tinggi dibandingkan target pemerintah sebesar 2,7%. Tekanan pada anggaran ini muncul akibat rencana peningkatan belanja sosial yang signifikan, termasuk program makan bergizi gratis, di tengah perlambatan ekonomi global.

Sentimen Kejutan Data Pemegang Saham 1%

Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, revisi prospek oleh Fitch ini sebenarnya tidak seharusnya menjadi kejutan besar bagi pelaku pasar.

Mengingat lembaga pemeringkat lain seperti Moody’s sudah lebih dulu melakukan langkah serupa, pasar seharusnya sudah mulai melakukan kalkulasi jauh-jauh hari. Fath menekankan bahwa meskipun berita ini menambah sentimen negatif, pasar saham cenderung bersifat forward looking.

Penurunan tajam yang terjadi kemungkinan besar merupakan akumulasi dari beberapa sentimen sekaligus, termasuk rilis data kepemilikan saham di atas 1% oleh BEI yang sempat mengejutkan investor karena transparansi data free float yang selama ini tersembunyi.

Prospek Saham Big Caps dan Sektoral di Tengah Gejolak

Di sisi lain, pergerakan saham big caps seperti perbankan juga turut menjadi sorotan di tengah badai ini. Saham-saham berkapitalisasi besar cenderung lebih stabil dibandingkan saham lapis kedua, namun tetap tidak luput dari tekanan jual asing.

Fath Aliansyah menambahkan bahwa untuk sektor perbankan, tekanan jual mungkin akan mencapai puncaknya pada bulan Mei mendatang, bertepatan dengan pengumuman penyesuaian bobot indeks MSCI.

Namun, secara fundamental, kinerja bank-bank besar di Indonesia masih sangat solid, sehingga penurunan harga saat ini bisa dipandang sebagai peluang bagi investor jangka panjang yang fokus pada kinerja fundamental perusahaan.

Strategi Rebound Berdasarkan Analisis Teknikal

Melihat dari sisi grafik, berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini sudah mencapai target penurunan dari pola rounding top di kisaran level 7.500. Meskipun sempat terjun bebas, IHSG kini berada dalam kondisi oversold atau jenuh jual yang cukup dalam.

Hal ini membuka peluang bagi indeks untuk melakukan rebound teknikal dalam jangka pendek. Satriawan memproyeksikan area pemulihan awal berada di level 7.835 hingga 7.947, dengan area gap yang mungkin tertutup di kisaran 8.040. Investor disarankan untuk memantau pergerakan harga di area support kuat sebelum memutuskan untuk melakukan akumulasi beli secara bertahap.

Rekomendasi Saham Pilihan: Sektor Mineral

Selain indeks utama, beberapa saham sektoral seperti sektor emas dan mineral menunjukkan daya tahan yang menarik. Menurut Fath, sektor mineral mendapatkan sentimen positif melalui kesepakatan jual beli emas antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, saham ANTAM saat ini berada di dekat area support uptrend jangka pendek di Rp3.950. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, ada potensi bagi ANTAM untuk menguji kembali level resisten di Rp4.250 hingga Rp4.450. Hal serupa juga terlihat pada saham komoditas lain seperti ADMR yang tetap menunjukkan kekuatan tren meskipun pasar secara umum sedang mengalami koreksi dalam.

Situasi pasar saham saat ini memang penuh tantangan, namun sejarah menunjukkan bahwa volatilitas seringkali menghadirkan peluang. Data perdagangan menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan tajam, nilai transaksi reguler tetap tinggi mencapai Rp28 triliun tanpa adanya trading halt. Ini mengindikasikan bahwa masih ada daya serap pasar yang kuat di harga bawah.

Bagi investor, kunci utama menghadapi kondisi ini adalah dengan tetap tenang, membedakan mana penurunan akibat sentimen sesaat dan mana yang disebabkan oleh perubahan fundamental emiten secara permanen. Penggunaan analisis teknikal untuk menentukan titik masuk yang presisi dan analisis fundamental untuk memilih saham berkualitas tetap menjadi kombinasi terbaik dalam menavigasi pasar yang sedang bergejolak. [RIM]

Disclaimer

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights

IHSG Anjlok: Sentimen Fitch Ratings atau Faktor Lain?
Market News
by Jazzy Refadebby
15:17, 5 March 2026
logo
Source : MSID Investment Education

Pasar modal Indonesia baru saja dikejutkan oleh guncangan hebat yang membuat indeks harga saham gabungan atau IHSG mengalami penurunan drastis.

Penurunan yang mencapai hingga 4,57% kemarin (04/03/2026), dalam satu hari perdagangan, memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel maupun institusi. Banyak yang bertanya-tanya, apakah ini murni karena efek downgrade outlook Fitch terhadap utang Indonesia, ataukah ada faktor fundamental lain yang sedang bekerja di balik layar?

Penyebab IHSG Mengalami Penurunan

Kondisi volatilitas pasar yang tinggi ini sebenarnya diawali oleh rilis laporan dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings. Meskipun peringkat utang Indonesia tetap berada pada level Triple B (BBB), Fitch memutuskan untuk merevisi prospek jangka panjang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Hal ini disebabkan oleh proyeksi defisit APBN 2026 yang diperkirakan mencapai 2,9% dari PDB, angka yang lebih tinggi dibandingkan target pemerintah sebesar 2,7%. Tekanan pada anggaran ini muncul akibat rencana peningkatan belanja sosial yang signifikan, termasuk program makan bergizi gratis, di tengah perlambatan ekonomi global.

Sentimen Kejutan Data Pemegang Saham 1%

Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, revisi prospek oleh Fitch ini sebenarnya tidak seharusnya menjadi kejutan besar bagi pelaku pasar.

Mengingat lembaga pemeringkat lain seperti Moody’s sudah lebih dulu melakukan langkah serupa, pasar seharusnya sudah mulai melakukan kalkulasi jauh-jauh hari. Fath menekankan bahwa meskipun berita ini menambah sentimen negatif, pasar saham cenderung bersifat forward looking.

Penurunan tajam yang terjadi kemungkinan besar merupakan akumulasi dari beberapa sentimen sekaligus, termasuk rilis data kepemilikan saham di atas 1% oleh BEI yang sempat mengejutkan investor karena transparansi data free float yang selama ini tersembunyi.

Prospek Saham Big Caps dan Sektoral di Tengah Gejolak

Di sisi lain, pergerakan saham big caps seperti perbankan juga turut menjadi sorotan di tengah badai ini. Saham-saham berkapitalisasi besar cenderung lebih stabil dibandingkan saham lapis kedua, namun tetap tidak luput dari tekanan jual asing.

Fath Aliansyah menambahkan bahwa untuk sektor perbankan, tekanan jual mungkin akan mencapai puncaknya pada bulan Mei mendatang, bertepatan dengan pengumuman penyesuaian bobot indeks MSCI.

Namun, secara fundamental, kinerja bank-bank besar di Indonesia masih sangat solid, sehingga penurunan harga saat ini bisa dipandang sebagai peluang bagi investor jangka panjang yang fokus pada kinerja fundamental perusahaan.

Strategi Rebound Berdasarkan Analisis Teknikal

Melihat dari sisi grafik, berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, IHSG saat ini sudah mencapai target penurunan dari pola rounding top di kisaran level 7.500. Meskipun sempat terjun bebas, IHSG kini berada dalam kondisi oversold atau jenuh jual yang cukup dalam.

Hal ini membuka peluang bagi indeks untuk melakukan rebound teknikal dalam jangka pendek. Satriawan memproyeksikan area pemulihan awal berada di level 7.835 hingga 7.947, dengan area gap yang mungkin tertutup di kisaran 8.040. Investor disarankan untuk memantau pergerakan harga di area support kuat sebelum memutuskan untuk melakukan akumulasi beli secara bertahap.

Rekomendasi Saham Pilihan: Sektor Mineral

Selain indeks utama, beberapa saham sektoral seperti sektor emas dan mineral menunjukkan daya tahan yang menarik. Menurut Fath, sektor mineral mendapatkan sentimen positif melalui kesepakatan jual beli emas antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, saham ANTAM saat ini berada di dekat area support uptrend jangka pendek di Rp3.950. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, ada potensi bagi ANTAM untuk menguji kembali level resisten di Rp4.250 hingga Rp4.450. Hal serupa juga terlihat pada saham komoditas lain seperti ADMR yang tetap menunjukkan kekuatan tren meskipun pasar secara umum sedang mengalami koreksi dalam.

Situasi pasar saham saat ini memang penuh tantangan, namun sejarah menunjukkan bahwa volatilitas seringkali menghadirkan peluang. Data perdagangan menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan tajam, nilai transaksi reguler tetap tinggi mencapai Rp28 triliun tanpa adanya trading halt. Ini mengindikasikan bahwa masih ada daya serap pasar yang kuat di harga bawah.

Bagi investor, kunci utama menghadapi kondisi ini adalah dengan tetap tenang, membedakan mana penurunan akibat sentimen sesaat dan mana yang disebabkan oleh perubahan fundamental emiten secara permanen. Penggunaan analisis teknikal untuk menentukan titik masuk yang presisi dan analisis fundamental untuk memilih saham berkualitas tetap menjadi kombinasi terbaik dalam menavigasi pasar yang sedang bergejolak. [RIM]

Disclaimer

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights

hero
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
icon

Trading yang Mulus dan Efisien

Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

icon

Advanced Analytics dan Real-Time Data

Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

icon

Dipercaya oleh Ribuan Orang

Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.

Download New Maybank Trade ID by clicking these buttons below
App Store
Play Store
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
hero
Trading yang Mulus dan Efisien
hero
Advanced Analytics dan Real-Time Data
hero
Dipercaya oleh Ribuan Orang
Download Maybank Trade ID
app-storeapp-store

Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo KSEILogo IDLogo SIPFLogo Nabung

Alamat Kantor Pusat

Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

iconiconicon

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo Nabung
Logo KSEILogo IDLogo SIPF
IHSG Anjlok: Sentimen Fitch Ratings atau Faktor Lain?