
Kondisi pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah dua keputusan penting dari penyedia indeks global. Setelah MSCI membekukan evaluasi saham Indonesia, kini FTSE Russell memutuskan untuk menunda (postpone) index review untuk pasar Indonesia.
Bagaimana dampaknya terhadap IHSG 2026 dan saham-saham potensialnya?
FTSE Russell secara resmi mengumumkan penundaan tinjauan indeks untuk Indonesia. Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, langkah ini merupakan respons atas koordinasi antara regulator (OJK dan BEI) dengan penyedia indeks global.
Beberapa poin penting bagi sentimen pasar dan IHSG 2026:
Dampak positif/netral bagi Indonesia
Penundaan ini justru dinilai positif karena memberikan waktu bagi regulator untuk memperkuat reformasi pasar, terutama terkait free float dan keterbukaan pemegang saham di atas 1%. Langkah ini sejalan dengan tuntutan transparansi dari MSCI maupun FTSE.
Mengurangi risiko volatilitas ekstrem
Dengan review FTSE ditunda hingga sekitar Mei 2026, pasar terhindar dari potensi aksi jual mendadak yang tidak mencerminkan fundamental emiten. Hal ini memberi ruang bagi IHSG untuk membentuk level keseimbangan baru secara lebih sehat.
Bagi investor, keputusan FTSE ini dapat dipandang sebagai jeda teknis yang membuka kesempatan untuk menata ulang strategi, bukan sinyal negatif struktural.
Secara teknikal, Chartist Maybank Sekuritas, Satriawan, memetakan dua skenario utama pergerakan IHSG 2026:
Selama IHSG bertahan di atas support penting 7.854, indeks berpeluang melakukan rebound.
Target penguatan berada di area sekitar 8.200 dan bahkan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target wave B di kisaran 8.790.
Pola teknikal yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan terbentuknya Head and Shoulders.
Jika IHSG menembus ke bawah area 7.850, tekanan jual berpotensi membawa indeks turun lebih dalam, dengan target koreksi teknikal hingga kisaran 6.730.
Tanggal 10 Februari 2026 diidentifikasi sebagai tanggal pivot penting yang bisa menjadi titik balik (puncak atau dasar baru) bagi pergerakan IHSG. Pergerakan harga dan volume di sekitar tanggal ini layak dipantau secara ketat oleh investor.
Dalam konteks penundaan index review FTSE dan dinamika IHSG 2026, beberapa saham sektoral mulai menarik perhatian, khususnya:
Sektor energi kembali bergairah seiring tren kenaikan harga minyak dunia di awal 2026. Saham ELSA menjadi salah satu proksi utama sektor energi:
Bagi investor yang mencari eksposur pada tema energi dan komoditas di IHSG 2026, ELSA dapat dipertimbangkan dalam watchlist, dengan tetap disiplin pada level support dan manajemen risiko.
Saham SMDR mewakili sektor logistik dan pelayaran, yang sangat sensitif terhadap perkembangan perdagangan global:
SMDR dapat menjadi salah satu kandidat saham logistik yang diuntungkan jika sentimen perdagangan dunia mulai menguat kembali.
Berdasarkan analisis teknikal, beberapa saham pilihan yang layak dipantau di tengah penundaan index review FTSE dan dinamika IHSG 2026 adalah:
Berpotensi membentuk pola Double Bottom, yang sering menjadi sinyal pembalikan tren naik.
Resistance di sekitar 3.970 menjadi level konfirmasi. Jika tembus, target harga selanjutnya diproyeksikan menuju kisaran 4.110.
Bertahan di atas support Fibonacci 38,2%, yang menandakan koreksi sehat dalam tren naik jangka menengah.
Penguatan lanjutan terkonfirmasi jika INDY mampu menembus level sekitar 3.490, dengan target teknikal di kisaran 4.410.
Saat ini WIIM sedang menguji resistance di 1.900.
Jika level ini tertembus dan bertahan, WIIM berpeluang melanjutkan reli menuju target pola Cup with Handle di area 2.400–2.630.
Daftar di atas bersifat watchlist, bukan rekomendasi langsung beli atau jual. Investor tetap perlu menyesuaikan dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.
Penundaan index review FTSE Russell untuk Indonesia, setelah sebelumnya muncul isu MSCI, memberikan jeda yang penting bagi pasar:
Regulator mendapat ruang untuk memperkuat reformasi tata kelola, free float, dan transparansi pemegang saham.
IHSG 2026 masih menyimpan potensi rebound selama support teknikal utama bertahan.
Saham sektoral seperti ELSA (energi), SMDR (logistik), dan JSMR (infrastruktur jalan tol) menjadi menarik ketika dikombinasikan dengan analisis fundamental dan teknikal yang disiplin.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights

Kondisi pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah dua keputusan penting dari penyedia indeks global. Setelah MSCI membekukan evaluasi saham Indonesia, kini FTSE Russell memutuskan untuk menunda (postpone) index review untuk pasar Indonesia.
Bagaimana dampaknya terhadap IHSG 2026 dan saham-saham potensialnya?
FTSE Russell secara resmi mengumumkan penundaan tinjauan indeks untuk Indonesia. Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, langkah ini merupakan respons atas koordinasi antara regulator (OJK dan BEI) dengan penyedia indeks global.
Beberapa poin penting bagi sentimen pasar dan IHSG 2026:
Dampak positif/netral bagi Indonesia
Penundaan ini justru dinilai positif karena memberikan waktu bagi regulator untuk memperkuat reformasi pasar, terutama terkait free float dan keterbukaan pemegang saham di atas 1%. Langkah ini sejalan dengan tuntutan transparansi dari MSCI maupun FTSE.
Mengurangi risiko volatilitas ekstrem
Dengan review FTSE ditunda hingga sekitar Mei 2026, pasar terhindar dari potensi aksi jual mendadak yang tidak mencerminkan fundamental emiten. Hal ini memberi ruang bagi IHSG untuk membentuk level keseimbangan baru secara lebih sehat.
Bagi investor, keputusan FTSE ini dapat dipandang sebagai jeda teknis yang membuka kesempatan untuk menata ulang strategi, bukan sinyal negatif struktural.
Secara teknikal, Chartist Maybank Sekuritas, Satriawan, memetakan dua skenario utama pergerakan IHSG 2026:
Selama IHSG bertahan di atas support penting 7.854, indeks berpeluang melakukan rebound.
Target penguatan berada di area sekitar 8.200 dan bahkan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target wave B di kisaran 8.790.
Pola teknikal yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan terbentuknya Head and Shoulders.
Jika IHSG menembus ke bawah area 7.850, tekanan jual berpotensi membawa indeks turun lebih dalam, dengan target koreksi teknikal hingga kisaran 6.730.
Tanggal 10 Februari 2026 diidentifikasi sebagai tanggal pivot penting yang bisa menjadi titik balik (puncak atau dasar baru) bagi pergerakan IHSG. Pergerakan harga dan volume di sekitar tanggal ini layak dipantau secara ketat oleh investor.
Dalam konteks penundaan index review FTSE dan dinamika IHSG 2026, beberapa saham sektoral mulai menarik perhatian, khususnya:
Sektor energi kembali bergairah seiring tren kenaikan harga minyak dunia di awal 2026. Saham ELSA menjadi salah satu proksi utama sektor energi:
Bagi investor yang mencari eksposur pada tema energi dan komoditas di IHSG 2026, ELSA dapat dipertimbangkan dalam watchlist, dengan tetap disiplin pada level support dan manajemen risiko.
Saham SMDR mewakili sektor logistik dan pelayaran, yang sangat sensitif terhadap perkembangan perdagangan global:
SMDR dapat menjadi salah satu kandidat saham logistik yang diuntungkan jika sentimen perdagangan dunia mulai menguat kembali.
Berdasarkan analisis teknikal, beberapa saham pilihan yang layak dipantau di tengah penundaan index review FTSE dan dinamika IHSG 2026 adalah:
Berpotensi membentuk pola Double Bottom, yang sering menjadi sinyal pembalikan tren naik.
Resistance di sekitar 3.970 menjadi level konfirmasi. Jika tembus, target harga selanjutnya diproyeksikan menuju kisaran 4.110.
Bertahan di atas support Fibonacci 38,2%, yang menandakan koreksi sehat dalam tren naik jangka menengah.
Penguatan lanjutan terkonfirmasi jika INDY mampu menembus level sekitar 3.490, dengan target teknikal di kisaran 4.410.
Saat ini WIIM sedang menguji resistance di 1.900.
Jika level ini tertembus dan bertahan, WIIM berpeluang melanjutkan reli menuju target pola Cup with Handle di area 2.400–2.630.
Daftar di atas bersifat watchlist, bukan rekomendasi langsung beli atau jual. Investor tetap perlu menyesuaikan dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.
Penundaan index review FTSE Russell untuk Indonesia, setelah sebelumnya muncul isu MSCI, memberikan jeda yang penting bagi pasar:
Regulator mendapat ruang untuk memperkuat reformasi tata kelola, free float, dan transparansi pemegang saham.
IHSG 2026 masih menyimpan potensi rebound selama support teknikal utama bertahan.
Saham sektoral seperti ELSA (energi), SMDR (logistik), dan JSMR (infrastruktur jalan tol) menjadi menarik ketika dikombinasikan dengan analisis fundamental dan teknikal yang disiplin.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




