Berinvestasi di tengah ketidakpastian global memerlukan strategi yang tajam. Saat ini, dunia sedang menyoroti krisis di Venezuela, negara dengan salah satu cadangan minyak terbesar di dunia, yang kembali memanas di awal tahun 2026. Pertanyaannya: bagi kamu yang ingin melindungi nilai aset, mana yang lebih unggul antara saham berbasis emas atau saham sektor minyak (oil stocks)?
Krisis politik dan militer yang mengguncang Venezuela di awal Januari 2026 telah mengirimkan gelombang kejutan ke pasar komoditas global. Sebagai investor, kamu mungkin merasa cemas melihat fluktuasi indeks harga saham. Namun, sejarah membuktikan bahwa krisis selalu membawa peluang bagi mereka yang tahu ke mana harus mengarahkan modalnya.
Dalam konteks krisis Venezuela, dua instrumen yang paling sering diperdebatkan sebagai safe haven atau lindung nilai adalah emas dan minyak. Namun, daripada membeli emas fisik yang merepotkan atau minyak mentah yang sulit disimpan, fokuslah pada instrumen saham yang jauh lebih likuid.
Emas sering disebut sebagai the ultimate safe haven. Di awal 2026, harga emas dunia telah melonjak akibat ketegangan geopolitik. Para investor pun mulai melirik saham emiten emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Menurut data OPEC, Venezuela memiliki cadangan minyak sekitar 303,2 miliar barel. Meskipun produksinya sempat merosot, gangguan apa pun pada akses minyak Venezuela tetap akan membuat pasar nervous. Saham-saham seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi menarik di mata para investor.
Lonjakan Harga Minyak Mentah: Ketegangan di Venezuela bisa memicu risk premium pada harga minyak dunia (Brent dan WTI). Jika harga minyak bertahan di atas level tertentu, emiten migas akan mencatatkan pendapatan yang fantastis.
Dividen dari Keuntungan Windfall: Perusahaan migas sering kali membagikan dividen yang cukup royal saat mereka mendapatkan keuntungan mendadak (windfall profit) dari kenaikan harga energi. Ini adalah passive income yang tidak ingin kamu lewatkan.
Risiko Pasokan Global: Mengingat proyeksi IEA tahun 2026 menunjukkan pasar yang cukup ketat, gangguan dari Venezuela bisa menjadi katalis yang mempengaruhi saham energi untuk melampaui performa pasar secara keseluruhan (outperform).
|
Fitur |
Saham Emas (e.g., ANTM, MDKA) |
Saham Minyak (e.g., MEDC, ELSA) |
|
Sifat Aset |
Defensive (Bertahan) |
Cyclical (Siklikal) |
|
Pemicu Utama |
Ketakutan pasar & Suku bunga |
Gangguan pasokan & Permintaan global |
|
Risiko |
Kenaikan suku bunga mendadak |
Penurunan harga minyak dunia (oversupply) |
Jangan terjebak pada pilihan "salah satu". Sebagai investor cerdas, kamu bisa menggunakan fitur-fitur di aplikasi Maybank Trade ID untuk melakukan diversifikasi.
Jika kamu adalah investor tipe konservatif, perbanyak porsi saham emas untuk memitigasi risiko penurunan IHSG. Namun, jika kamu memiliki profil risiko agresif dan ingin memanfaatkan momentum krisis energi, saham migas bisa memberikan capital gain yang jauh lebih cepat.
Perlu diingat bahwa pada tahun 2026 ini, kebijakan moneter global juga sangat berpengaruh. Emas cenderung diuntungkan jika bank sentral mulai memangkas suku bunga untuk menstimulus ekonomi yang terdampak krisis. Di sisi lain, saham minyak sangat bergantung pada keputusan OPEC+ dalam merespons situasi di Venezuela.
Di tengah krisis Venezuela, emas dipandang sebagai aset lindung karena sifatnya yang universal dan minim risiko operasional dibanding minyak. Namun, saham minyak menawarkan potensi keuntungan eksplosif bagi mereka yang siap menghadapi volatilitas.
Pilihan ada di tangan kamu. Apakah ingin mengamankan nilai aset dengan kestabilan emas, atau mengejar keuntungan dari gejolak harga energi? Apapun pilihanmu, pastikan keputusan tersebut didasarkan pada data real-time dan analisis mendalam. Kamu juga bisa menyimak penjelasan mengenai dampak dari krisis Venezuela ini lebih detail lagi, langsung dari Investment Specialist Maybank Sekuritas di sini.
Mulai langkah investasimu hari ini! Jangan biarkan krisis global menggerus kekayaanmu. Gunakan aplikasi Maybank Trade ID untuk memantau pergerakan saham emas dan migas secara instan. Dengan fitur analisis teknikal yang lengkap dan kemudahan transaksi, kamu bisa mengeksekusi strategi hedging dengan cepat dan tepat.
Ingin tahu saham komoditas mana yang masuk daftar Top Pick minggu ini? Buka aplikasi Maybank Trade ID sekarang dan akses laporan riset eksklusif langsung dari perangkatmu!
Source:
Berinvestasi di tengah ketidakpastian global memerlukan strategi yang tajam. Saat ini, dunia sedang menyoroti krisis di Venezuela, negara dengan salah satu cadangan minyak terbesar di dunia, yang kembali memanas di awal tahun 2026. Pertanyaannya: bagi kamu yang ingin melindungi nilai aset, mana yang lebih unggul antara saham berbasis emas atau saham sektor minyak (oil stocks)?
Krisis politik dan militer yang mengguncang Venezuela di awal Januari 2026 telah mengirimkan gelombang kejutan ke pasar komoditas global. Sebagai investor, kamu mungkin merasa cemas melihat fluktuasi indeks harga saham. Namun, sejarah membuktikan bahwa krisis selalu membawa peluang bagi mereka yang tahu ke mana harus mengarahkan modalnya.
Dalam konteks krisis Venezuela, dua instrumen yang paling sering diperdebatkan sebagai safe haven atau lindung nilai adalah emas dan minyak. Namun, daripada membeli emas fisik yang merepotkan atau minyak mentah yang sulit disimpan, fokuslah pada instrumen saham yang jauh lebih likuid.
Emas sering disebut sebagai the ultimate safe haven. Di awal 2026, harga emas dunia telah melonjak akibat ketegangan geopolitik. Para investor pun mulai melirik saham emiten emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Menurut data OPEC, Venezuela memiliki cadangan minyak sekitar 303,2 miliar barel. Meskipun produksinya sempat merosot, gangguan apa pun pada akses minyak Venezuela tetap akan membuat pasar nervous. Saham-saham seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi menarik di mata para investor.
Lonjakan Harga Minyak Mentah: Ketegangan di Venezuela bisa memicu risk premium pada harga minyak dunia (Brent dan WTI). Jika harga minyak bertahan di atas level tertentu, emiten migas akan mencatatkan pendapatan yang fantastis.
Dividen dari Keuntungan Windfall: Perusahaan migas sering kali membagikan dividen yang cukup royal saat mereka mendapatkan keuntungan mendadak (windfall profit) dari kenaikan harga energi. Ini adalah passive income yang tidak ingin kamu lewatkan.
Risiko Pasokan Global: Mengingat proyeksi IEA tahun 2026 menunjukkan pasar yang cukup ketat, gangguan dari Venezuela bisa menjadi katalis yang mempengaruhi saham energi untuk melampaui performa pasar secara keseluruhan (outperform).
|
Fitur |
Saham Emas (e.g., ANTM, MDKA) |
Saham Minyak (e.g., MEDC, ELSA) |
|
Sifat Aset |
Defensive (Bertahan) |
Cyclical (Siklikal) |
|
Pemicu Utama |
Ketakutan pasar & Suku bunga |
Gangguan pasokan & Permintaan global |
|
Risiko |
Kenaikan suku bunga mendadak |
Penurunan harga minyak dunia (oversupply) |
Jangan terjebak pada pilihan "salah satu". Sebagai investor cerdas, kamu bisa menggunakan fitur-fitur di aplikasi Maybank Trade ID untuk melakukan diversifikasi.
Jika kamu adalah investor tipe konservatif, perbanyak porsi saham emas untuk memitigasi risiko penurunan IHSG. Namun, jika kamu memiliki profil risiko agresif dan ingin memanfaatkan momentum krisis energi, saham migas bisa memberikan capital gain yang jauh lebih cepat.
Perlu diingat bahwa pada tahun 2026 ini, kebijakan moneter global juga sangat berpengaruh. Emas cenderung diuntungkan jika bank sentral mulai memangkas suku bunga untuk menstimulus ekonomi yang terdampak krisis. Di sisi lain, saham minyak sangat bergantung pada keputusan OPEC+ dalam merespons situasi di Venezuela.
Di tengah krisis Venezuela, emas dipandang sebagai aset lindung karena sifatnya yang universal dan minim risiko operasional dibanding minyak. Namun, saham minyak menawarkan potensi keuntungan eksplosif bagi mereka yang siap menghadapi volatilitas.
Pilihan ada di tangan kamu. Apakah ingin mengamankan nilai aset dengan kestabilan emas, atau mengejar keuntungan dari gejolak harga energi? Apapun pilihanmu, pastikan keputusan tersebut didasarkan pada data real-time dan analisis mendalam. Kamu juga bisa menyimak penjelasan mengenai dampak dari krisis Venezuela ini lebih detail lagi, langsung dari Investment Specialist Maybank Sekuritas di sini.
Mulai langkah investasimu hari ini! Jangan biarkan krisis global menggerus kekayaanmu. Gunakan aplikasi Maybank Trade ID untuk memantau pergerakan saham emas dan migas secara instan. Dengan fitur analisis teknikal yang lengkap dan kemudahan transaksi, kamu bisa mengeksekusi strategi hedging dengan cepat dan tepat.
Ingin tahu saham komoditas mana yang masuk daftar Top Pick minggu ini? Buka aplikasi Maybank Trade ID sekarang dan akses laporan riset eksklusif langsung dari perangkatmu!
Source:


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




