
Perubahan struktur dan penamaan grup dari Adaro menuju Alamtri menandai fase baru dalam perjalanan bisnisnya. Selama bertahun-tahun, Adaro dikenal luas sebagai pemain batu bara energi. Namun seiring perubahan arah industri global dan kebutuhan domestik, fokus bisnis mulai bergeser ke segmen yang lebih spesifik dan bernilai tambah.
Dalam struktur baru ini, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi dua pilar utama yang sering dilihat sebagai satu kesatuan narasi. Keduanya bergerak di jalur yang berbeda, tetapi saling melengkapi. ADMR berperan di hulu dan hilir mineral, sementara ADRO menjadi jangkar stabilitas dan distribusi nilai di tingkat grup.
Kombinasi inilah yang kemudian dikenal sebagai Duo Alamtri.
Istilah Duo Alamtri kami gunakan untuk menggambarkan keterkaitan strategis antara ADMR dan ADRO dalam satu arah besar pengembangan bisnis sumber daya alam. Keduanya tidak berjalan sendiri-sendiri. ADMR membangun fondasi pertumbuhan melalui batu bara metalurgi dan hilirisasi aluminium, sementara ADRO menopang narasi grup melalui skala bisnis, reputasi, dan daya tarik sebagai saham berdividen.
Dalam konteks ini, Duo Alamtri bekerja sebagai berikut:
Dengan pendekatan ini, Duo Alamtri menawarkan cerita yang utuh, bukan sekadar eksposur satu komoditas.
Posisi Strategis di Pasar Batu Bara Metalurgi
ADMR merupakan produsen batu bara metalurgi terkemuka di Indonesia, dengan basis cadangan dan sumber daya yang besar serta tersebar di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Fokus ADMR berbeda dari batu bara energi konvensional. Produk utamanya digunakan dalam industri baja, sebuah sektor yang masih memiliki permintaan jangka panjang, terutama dari Asia.
Permintaan ADMR datang dari perusahaan baja besar di Jepang, Korea Selatan, China, India, dan pasar Asia lainnya. Diversifikasi pelanggan ini memberi stabilitas permintaan, sekaligus menempatkan ADMR sebagai alternatif pasokan di pasar yang selama ini didominasi Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Di tengah proyeksi pertumbuhan konsumsi baja global—khususnya dari India dan Asia Tenggara—batu bara metalurgi tetap menjadi komponen penting dalam proses produksi baja berbasis blast furnace.
Di luar batu bara metalurgi, ADMR tengah membangun smelter aluminium di Kawasan Industri Kalimantan Utara (Kaltara). Proyek ini dirancang dengan kapasitas awal 500.000 ton aluminium per tahun, dengan potensi ekspansi hingga 1,5 juta ton dalam beberapa tahap pengembangan konkret ADMR dalam mendukung agenda hilirisasi mineral nasional. Aluminium memiliki peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari otomotif, konstruksi, hingga ekosistem kendaraan listrik. Dalam jangka menengah, kenaikan harga aluminium global berpotensi memperkuat kontribusi bisnis ini terhadap kinerja ADMR.
Proyek ini juga disiapkan untuk beradaptasi dengan transisi energi, termasuk rencana pengembangan green aluminum yang ditopang sumber energi terbarukan seperti tenaga air.
Dalam Duo Alamtri, ADRO berperan sebagai penopang stabilitas sekaligus kendaraan transisi energi grup. Di bawah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, ADRO tidak hanya mempertahankan bisnis eksisting, tetapi juga mulai membangun portofolio energi baru terbarukan secara konkret.
Salah satu proyek utamanya adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kalimantan Utara dengan kapasitas terpasang sekitar 1.375 MW dan potensi produksi 9 TWh per tahun. PLTA ini dirancang untuk memasok energi bersih ke Kawasan Industri Kalimantan Utara dan proyek hilirisasi mineral, dengan target operasi sekitar 2030. Proyek ini menggunakan teknologi Concrete Faced Rockfill Dam (CFRD) dan termasuk salah satu PLTA dengan bendungan tertinggi di dunia.
Di sisi lain, ADRO juga terlibat dalam pengembangan rantai nilai energi surya, melalui kerja sama pengembangan solar photovoltaic (PV) dan battery energy storage system (BESS) untuk mendukung industrialisasi energi surya di Indonesia. Pada level operasional, perusahaan telah mengimplementasikan PLTS atap 130 kWp dan PLTS terapung 468 kWp, yang langsung digunakan untuk mendukung kegiatan tambang dan menekan konsumsi diesel.
Dengan proyek hidro skala besar dan implementasi energi surya yang sudah berjalan, transisi ADRO ke EBT tidak lagi bersifat konseptual. Dalam konteks Duo Alamtri, ADRO menjadi jangkar stabilitas sekaligus fondasi arah bisnis baru yang lebih berkelanjutan.
Sebagai perusahaan dengan skala besar dan rantai pasok yang matang, ADRO memiliki fleksibilitas untuk menangkap peluang sekaligus bertahan di tengah siklus komoditas yang fluktuatif. Inilah yang membuat ADRO sering dilihat sebagai dividend play dalam konteks Duo Alamtri, terutama ketika valuasi pasar belum sepenuhnya merefleksikan narasi jangka panjang grup.

Perubahan struktur dan penamaan grup dari Adaro menuju Alamtri menandai fase baru dalam perjalanan bisnisnya. Selama bertahun-tahun, Adaro dikenal luas sebagai pemain batu bara energi. Namun seiring perubahan arah industri global dan kebutuhan domestik, fokus bisnis mulai bergeser ke segmen yang lebih spesifik dan bernilai tambah.
Dalam struktur baru ini, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi dua pilar utama yang sering dilihat sebagai satu kesatuan narasi. Keduanya bergerak di jalur yang berbeda, tetapi saling melengkapi. ADMR berperan di hulu dan hilir mineral, sementara ADRO menjadi jangkar stabilitas dan distribusi nilai di tingkat grup.
Kombinasi inilah yang kemudian dikenal sebagai Duo Alamtri.
Istilah Duo Alamtri kami gunakan untuk menggambarkan keterkaitan strategis antara ADMR dan ADRO dalam satu arah besar pengembangan bisnis sumber daya alam. Keduanya tidak berjalan sendiri-sendiri. ADMR membangun fondasi pertumbuhan melalui batu bara metalurgi dan hilirisasi aluminium, sementara ADRO menopang narasi grup melalui skala bisnis, reputasi, dan daya tarik sebagai saham berdividen.
Dalam konteks ini, Duo Alamtri bekerja sebagai berikut:
Dengan pendekatan ini, Duo Alamtri menawarkan cerita yang utuh, bukan sekadar eksposur satu komoditas.
Posisi Strategis di Pasar Batu Bara Metalurgi
ADMR merupakan produsen batu bara metalurgi terkemuka di Indonesia, dengan basis cadangan dan sumber daya yang besar serta tersebar di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Fokus ADMR berbeda dari batu bara energi konvensional. Produk utamanya digunakan dalam industri baja, sebuah sektor yang masih memiliki permintaan jangka panjang, terutama dari Asia.
Permintaan ADMR datang dari perusahaan baja besar di Jepang, Korea Selatan, China, India, dan pasar Asia lainnya. Diversifikasi pelanggan ini memberi stabilitas permintaan, sekaligus menempatkan ADMR sebagai alternatif pasokan di pasar yang selama ini didominasi Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Di tengah proyeksi pertumbuhan konsumsi baja global—khususnya dari India dan Asia Tenggara—batu bara metalurgi tetap menjadi komponen penting dalam proses produksi baja berbasis blast furnace.
Di luar batu bara metalurgi, ADMR tengah membangun smelter aluminium di Kawasan Industri Kalimantan Utara (Kaltara). Proyek ini dirancang dengan kapasitas awal 500.000 ton aluminium per tahun, dengan potensi ekspansi hingga 1,5 juta ton dalam beberapa tahap pengembangan konkret ADMR dalam mendukung agenda hilirisasi mineral nasional. Aluminium memiliki peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari otomotif, konstruksi, hingga ekosistem kendaraan listrik. Dalam jangka menengah, kenaikan harga aluminium global berpotensi memperkuat kontribusi bisnis ini terhadap kinerja ADMR.
Proyek ini juga disiapkan untuk beradaptasi dengan transisi energi, termasuk rencana pengembangan green aluminum yang ditopang sumber energi terbarukan seperti tenaga air.
Dalam Duo Alamtri, ADRO berperan sebagai penopang stabilitas sekaligus kendaraan transisi energi grup. Di bawah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, ADRO tidak hanya mempertahankan bisnis eksisting, tetapi juga mulai membangun portofolio energi baru terbarukan secara konkret.
Salah satu proyek utamanya adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kalimantan Utara dengan kapasitas terpasang sekitar 1.375 MW dan potensi produksi 9 TWh per tahun. PLTA ini dirancang untuk memasok energi bersih ke Kawasan Industri Kalimantan Utara dan proyek hilirisasi mineral, dengan target operasi sekitar 2030. Proyek ini menggunakan teknologi Concrete Faced Rockfill Dam (CFRD) dan termasuk salah satu PLTA dengan bendungan tertinggi di dunia.
Di sisi lain, ADRO juga terlibat dalam pengembangan rantai nilai energi surya, melalui kerja sama pengembangan solar photovoltaic (PV) dan battery energy storage system (BESS) untuk mendukung industrialisasi energi surya di Indonesia. Pada level operasional, perusahaan telah mengimplementasikan PLTS atap 130 kWp dan PLTS terapung 468 kWp, yang langsung digunakan untuk mendukung kegiatan tambang dan menekan konsumsi diesel.
Dengan proyek hidro skala besar dan implementasi energi surya yang sudah berjalan, transisi ADRO ke EBT tidak lagi bersifat konseptual. Dalam konteks Duo Alamtri, ADRO menjadi jangkar stabilitas sekaligus fondasi arah bisnis baru yang lebih berkelanjutan.
Sebagai perusahaan dengan skala besar dan rantai pasok yang matang, ADRO memiliki fleksibilitas untuk menangkap peluang sekaligus bertahan di tengah siklus komoditas yang fluktuatif. Inilah yang membuat ADRO sering dilihat sebagai dividend play dalam konteks Duo Alamtri, terutama ketika valuasi pasar belum sepenuhnya merefleksikan narasi jangka panjang grup.


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




