
Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan setelah MSCI mengumumkan kebijakan baru terkait aturan free float pada 27 Januari 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada index review Februari 2026 dan memicu kekhawatiran investor global terhadap posisi Indonesia di MSCI Emerging Markets Index.
Artikel ini membahas secara komprehensif apa itu aturan free float MSCI, ringkasan pengumuman resminya, serta dampaknya terhadap pasar saham Indonesia.
Free float adalah porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik, setelah dikurangi kepemilikan pemegang saham pengendali atau strategis. MSCI menggunakan data free float untuk menghitung Foreign Inclusion Factor (FIF), yang menentukan seberapa besar bobot suatu saham dalam indeks global.
Semakin besar free float yang diakui MSCI, semakin besar pula potensi aliran dana asing pasif yang masuk ke saham tersebut.
Pada 27 Januari 2026, MSCI mengumumkan langkah kehati-hatian terkait pasar saham Indonesia dengan poin-poin utama sebagai berikut:
MSCI memutuskan untuk:
MSCI menyampaikan kekhawatiran terhadap:
MSCI memberikan waktu hingga Mei 2026 untuk melihat perbaikan signifikan. Jika dinilai belum memadai, Indonesia berisiko mengalami penurunan bobot dalam MSCI Emerging Markets Index.
Indeks MSCI menjadi acuan bagi triliunan dolar dana kelolaan global. Perubahan kecil dalam metodologi free float dapat berdampak besar terhadap:
Keputusan MSCI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan persepsi global terhadap kualitas pasar modal Indonesia.
Pasca pengumuman, pasar cenderung mengalami tekanan jual karena investor mengantisipasi potensi arus keluar dana asing.
Dengan pembekuan FIF dan NOS, dana indeks berbasis MSCI tidak akan menambah eksposur ke saham Indonesia pada review Februari.
Ketidakpastian arah kebijakan MSCI meningkatkan volatilitas pasar, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Jika perbaikan transparansi tidak memadai hingga Mei 2026, Indonesia berisiko mengalami pengurangan bobot dalam indeks MSCI Emerging Markets.
Investor dapat menyikapi kondisi ini dengan:
Ketentuan free float MSCI bersifat struktural dan tidak selalu mencerminkan kinerja fundamental emiten secara langsung.
Aturan free float MSCI yang diumumkan pada 27 Januari 2026 menjadi pengingat pentingnya transparansi dan kualitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Meski berdampak negatif dalam jangka pendek, peluang perbaikan tetap terbuka apabila regulator dan pelaku pasar mampu memenuhi standar yang diharapkan MSCI.
Buka aplikasi Maybank Trade ID sekarang. Dapatkan akses ke laporan riset mendalam dari tim analis profesional, fitur order yang cepat, dan tampilan interface yang memudahkan kamu dalam mengeksekusi strategi buy atau sell hanya dalam beberapa klik. Jadikan portofoliomu lebih bertenaga di tengah fluktuasi pasar global.
Download Maybank Trade ID di App Store atau Play Store dan mulai perjalanan investasimu hari ini!
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko. Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan setelah MSCI mengumumkan kebijakan baru terkait aturan free float pada 27 Januari 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada index review Februari 2026 dan memicu kekhawatiran investor global terhadap posisi Indonesia di MSCI Emerging Markets Index.
Artikel ini membahas secara komprehensif apa itu aturan free float MSCI, ringkasan pengumuman resminya, serta dampaknya terhadap pasar saham Indonesia.
Free float adalah porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik, setelah dikurangi kepemilikan pemegang saham pengendali atau strategis. MSCI menggunakan data free float untuk menghitung Foreign Inclusion Factor (FIF), yang menentukan seberapa besar bobot suatu saham dalam indeks global.
Semakin besar free float yang diakui MSCI, semakin besar pula potensi aliran dana asing pasif yang masuk ke saham tersebut.
Pada 27 Januari 2026, MSCI mengumumkan langkah kehati-hatian terkait pasar saham Indonesia dengan poin-poin utama sebagai berikut:
MSCI memutuskan untuk:
MSCI menyampaikan kekhawatiran terhadap:
MSCI memberikan waktu hingga Mei 2026 untuk melihat perbaikan signifikan. Jika dinilai belum memadai, Indonesia berisiko mengalami penurunan bobot dalam MSCI Emerging Markets Index.
Indeks MSCI menjadi acuan bagi triliunan dolar dana kelolaan global. Perubahan kecil dalam metodologi free float dapat berdampak besar terhadap:
Keputusan MSCI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan persepsi global terhadap kualitas pasar modal Indonesia.
Pasca pengumuman, pasar cenderung mengalami tekanan jual karena investor mengantisipasi potensi arus keluar dana asing.
Dengan pembekuan FIF dan NOS, dana indeks berbasis MSCI tidak akan menambah eksposur ke saham Indonesia pada review Februari.
Ketidakpastian arah kebijakan MSCI meningkatkan volatilitas pasar, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Jika perbaikan transparansi tidak memadai hingga Mei 2026, Indonesia berisiko mengalami pengurangan bobot dalam indeks MSCI Emerging Markets.
Investor dapat menyikapi kondisi ini dengan:
Ketentuan free float MSCI bersifat struktural dan tidak selalu mencerminkan kinerja fundamental emiten secara langsung.
Aturan free float MSCI yang diumumkan pada 27 Januari 2026 menjadi pengingat pentingnya transparansi dan kualitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Meski berdampak negatif dalam jangka pendek, peluang perbaikan tetap terbuka apabila regulator dan pelaku pasar mampu memenuhi standar yang diharapkan MSCI.
Buka aplikasi Maybank Trade ID sekarang. Dapatkan akses ke laporan riset mendalam dari tim analis profesional, fitur order yang cepat, dan tampilan interface yang memudahkan kamu dalam mengeksekusi strategi buy atau sell hanya dalam beberapa klik. Jadikan portofoliomu lebih bertenaga di tengah fluktuasi pasar global.
Download Maybank Trade ID di App Store atau Play Store dan mulai perjalanan investasimu hari ini!
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko. Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




