
Pasar modal Indonesia kembali berada di persimpangan jalan yang menarik bagi para investor di awal tahun 2026.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, meskipun volatilitas global masih membayangi, kelompok Trio Metal tetap menjadi proksi yang sangat menarik, terutama dengan posisi INCO yang siap menangkap peluang dari stabilisasi harga nikel dunia di tengah fluktuasi komoditas.
Pergerakan IHSG baru-baru ini tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,31% ke posisi 8.265. Meski dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,48 triliun, pasar secara keseluruhan dinilai masih cukup stabil.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, penurunan ini sebenarnya merupakan bagian dari fase koreksi sehat. Satriawan menjelaskan bahwa selama IHSG mampu bertahan di atas level support psikologis 8.214 atau minimal 8.200, indeks masih memiliki potensi besar untuk melanjutkan tren rally menuju target harga di level 8.408, bahkan hingga target Cup and Handle di posisi 8.756.
Dalam dinamika investasi di Indonesia, istilah Trio Metal merujuk pada tiga emiten raksasa mineral: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Ketiganya memiliki peran vital sebagai indikator kesehatan sektor pertambangan di pasar saham.
Melalui kacamata analisis fundamental, Fath Aliansyah, menyoroti bahwa INCO saat ini menjadi satu-satunya anggota Trio Metal yang tetap dipertahankan dalam Active Watchlist Maybank Sekuritas. Keunggulan INCO terletak pada korelasi langsungnya dengan harga nikel LME (London Metal Exchange). Di saat harga komoditas lain bergerak volatil, INCO menawarkan stabilitas operasional yang menjadikannya pilihan utama bagi investor yang mengincar pertumbuhan sektor nikel.
Meskipun ANTM dan TINS telah keluar dari daftar Watchlist Investment Specialist Maybank Sekuritas untuk realisasi keuntungan (profit taking), momentum kedua saham ini belum sepenuhnya berakhir. TINS khususnya, diprediksi akan mencatatkan kinerja keuangan yang jauh lebih baik pasca operasional penuh smelter barunya. Sementara itu, ANTM tetap menjadi proksi utama bagi investor yang ingin melakukan lindung nilai melalui komoditas emas.
Fath, juga memberikan pembaruan mengenai beberapa saham yang performanya meroket secara signifikan belakangan ini:
SMGR & SMBR (Sektor Semen): Kebangkitan SMGR (Semen Indonesia) didorong oleh analisis fundamental terkait perbaikan jalur distribusi dan penunjukan direktur pemasaran baru dengan latar belakang retail yang kuat. Selain itu, ekspektasi pembangunan 3 juta rumah per tahun dan proyek Giant Sea Wall menjadi katalis utama pendorong permintaan semen nasional.
PANI (Pantai Indah Kapuk Dua): Saham ini menunjukkan resiliensi luar biasa dengan pemulihan harga yang signifikan, bahkan melampaui level harga sebelum aksi korporasi rights issue. Hal ini menunjukkan minat beli investor (buying interest) yang sangat kuat pada sektor properti pengembangan kota mandiri.
Selain kelompok Trio Metal, Satriawan juga memberikan beberapa rekomendasi teknikal untuk navigasi harian:
Keberhasilan dalam berinvestasi di pasar saham sangat bergantung pada kemampuan investor untuk menyinergikan analisis saham secara teknikal dengan pemahaman analisis fundamental yang mendalam. Dengan memantau pergerakan Trio Metal dan menjaga kedisiplinan pada level support IHSG, kamu dapat menavigasi volatilitas pasar dengan lebih percaya diri. Kuncinya bukan menghindari risiko, melainkan mengelolanya melalui data yang akurat dan momentum yang tepat.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights

Pasar modal Indonesia kembali berada di persimpangan jalan yang menarik bagi para investor di awal tahun 2026.
Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, meskipun volatilitas global masih membayangi, kelompok Trio Metal tetap menjadi proksi yang sangat menarik, terutama dengan posisi INCO yang siap menangkap peluang dari stabilisasi harga nikel dunia di tengah fluktuasi komoditas.
Pergerakan IHSG baru-baru ini tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,31% ke posisi 8.265. Meski dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,48 triliun, pasar secara keseluruhan dinilai masih cukup stabil.
Berdasarkan analisis saham teknikal yang dilakukan oleh Satriawan, Chartist Maybank Sekuritas, penurunan ini sebenarnya merupakan bagian dari fase koreksi sehat. Satriawan menjelaskan bahwa selama IHSG mampu bertahan di atas level support psikologis 8.214 atau minimal 8.200, indeks masih memiliki potensi besar untuk melanjutkan tren rally menuju target harga di level 8.408, bahkan hingga target Cup and Handle di posisi 8.756.
Dalam dinamika investasi di Indonesia, istilah Trio Metal merujuk pada tiga emiten raksasa mineral: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Ketiganya memiliki peran vital sebagai indikator kesehatan sektor pertambangan di pasar saham.
Melalui kacamata analisis fundamental, Fath Aliansyah, menyoroti bahwa INCO saat ini menjadi satu-satunya anggota Trio Metal yang tetap dipertahankan dalam Active Watchlist Maybank Sekuritas. Keunggulan INCO terletak pada korelasi langsungnya dengan harga nikel LME (London Metal Exchange). Di saat harga komoditas lain bergerak volatil, INCO menawarkan stabilitas operasional yang menjadikannya pilihan utama bagi investor yang mengincar pertumbuhan sektor nikel.
Meskipun ANTM dan TINS telah keluar dari daftar Watchlist Investment Specialist Maybank Sekuritas untuk realisasi keuntungan (profit taking), momentum kedua saham ini belum sepenuhnya berakhir. TINS khususnya, diprediksi akan mencatatkan kinerja keuangan yang jauh lebih baik pasca operasional penuh smelter barunya. Sementara itu, ANTM tetap menjadi proksi utama bagi investor yang ingin melakukan lindung nilai melalui komoditas emas.
Fath, juga memberikan pembaruan mengenai beberapa saham yang performanya meroket secara signifikan belakangan ini:
SMGR & SMBR (Sektor Semen): Kebangkitan SMGR (Semen Indonesia) didorong oleh analisis fundamental terkait perbaikan jalur distribusi dan penunjukan direktur pemasaran baru dengan latar belakang retail yang kuat. Selain itu, ekspektasi pembangunan 3 juta rumah per tahun dan proyek Giant Sea Wall menjadi katalis utama pendorong permintaan semen nasional.
PANI (Pantai Indah Kapuk Dua): Saham ini menunjukkan resiliensi luar biasa dengan pemulihan harga yang signifikan, bahkan melampaui level harga sebelum aksi korporasi rights issue. Hal ini menunjukkan minat beli investor (buying interest) yang sangat kuat pada sektor properti pengembangan kota mandiri.
Selain kelompok Trio Metal, Satriawan juga memberikan beberapa rekomendasi teknikal untuk navigasi harian:
Keberhasilan dalam berinvestasi di pasar saham sangat bergantung pada kemampuan investor untuk menyinergikan analisis saham secara teknikal dengan pemahaman analisis fundamental yang mendalam. Dengan memantau pergerakan Trio Metal dan menjaga kedisiplinan pada level support IHSG, kamu dapat menavigasi volatilitas pasar dengan lebih percaya diri. Kuncinya bukan menghindari risiko, melainkan mengelolanya melalui data yang akurat dan momentum yang tepat.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton selengkapnya di: YouTube Maybank Sekuritas - Tiger Insights


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




