Analisis Saham Kuartal I: Cek DER, P/E, dan NPM
10:00, 2 January 2026
Tips and Edu
By Jazzy Refadebby

logo
Source : MSID Investment Education

Selamat tahun baru 2026! Gimana kabar portofolio saham kamu? Memasuki Kuartal I (Q1) seringkali terasa seperti reset tombol bagi kita para investor. Tahun baru, semangat baru, dan tentunya, resolusi baru untuk bikin portofolio kita makin tebal!

Tapi, kita semua tahu, semangat saja tidak cukup. Investasi saham itu bukan cuma soal ikut-ikutan hype atau bandwagon. Kamu butuh strategi, dan yang paling penting, kamu wajib tahu cara "mengintip" dapur perusahaan incaranmu.

Q1 adalah waktu emas. Kenapa? Karena di sinilah perusahaan-perusahaan merampungkan hitungan akhir tahun sebelumnya dan mengumumkan strategi mereka. Kalau kamu ingin cerdas berinvestasi, inilah momen terbaik untuk menyaring saham yang worth it dan menyingkirkan yang cuma kelihatan bagus di permukaan.

Nah, dari sekian banyak angka di laporan keuangan, metrik apa yang paling powerful dan harus kamu prioritaskan saat memilih saham di awal tahun ini?

Lupakan dulu rumor gossip pasar! Yuk, kita fokus pada tiga metrik kunci yang akan membantu kamu menilai kesehatan, harga, dan potensi "lari kencang" sebuah perusahaan secara komprehensif.

1. Jantung Keuangan Perusahaan: Debt-to-Equity Ratio (DER)

Bayangkan kamu mau pinjam uang ke teman. Mungkin kamu akan cek dulu, seberapa banyak utang dia di tempat lain? Logika ini sama persis berlaku saat kamu mau membeli saham. Kesehatan finansial adalah fondasi! Perusahaan bisa aja cetak laba besar, tapi kalau utangnya numpuk, laba itu bisa habis untuk membayar bunga saja.

Inilah mengapa DER (Debt-to-Equity Ratio) jadi metrik pertama yang harus kamu cari.

Kenapa DER Penting di Q1?

Saat Q1, laporan tahunan perusahaan yang baru terbit akan kasih final score soal struktur modal mereka. Kamu harus pastikan perusahaan incaranmu tidak masuk tahun baru dengan beban utang yang overload.

  • Angka Ideal Kamu: Umumnya, DER yang sehat itu di bawah 1 atau maksimal 1.5. Artinya, perusahaan didanai oleh modal sendiri lebih banyak daripada utang. Perusahaan dengan DER rendah jauh lebih aman ketika kondisi ekonomi lagi enggak menentu, atau saat suku bunga acuan naik.
  • Waspada: Kalau kamu lihat DER di atas 2, be careful! Artinya, perusahaan terlalu mengandalkan pinjaman. Biaya bunga yang tinggi bisa bikin laba bersihnya drop mendadak, padahal kamu kan berharap laba itu buat kamu dalam bentuk dividen atau kenaikan harga saham (capital gain).

Jangan hanya melihat angka tunggal DER. Bandingkan angka DER perusahaan incaranmu dengan rata-rata pesaingnya di industri yang sama (industry average). Kalau lebih rendah, it's a good sign! Ada kemungkinan perusahaan itu lebih fleksibel dan tahan banting.

2. Jaminan Harga Wajar: Price-to-Earnings Ratio (P/E Ratio)

Meskipun perusahaan sehat, apakah harga sahamnya sekarang terlalu mahal? Di dunia saham, membeli barang bagus dengan harga murah adalah impian semua investor. Metrik yang bisa bantu kamu ngecek harga ini adalah P/E Ratio (Price-to-Earnings Ratio).

Kenapa P/E Perlu Dicek Setelah Laporan Q1 Keluar?

Di Q1, laba bersih tahunan perusahaan (Earnings Per Share atau EPS) baru aja dirilis. Kalau kamu pakai EPS dari kuartal-kuartal lama, valuasinya pasti udah outdated dan menyesatkan.

  • P/E Tinggi (Mahal?): Kalau P/E-nya tinggi (misalnya di atas 25x), ini bisa berarti dua hal: (1) Sahamnya lagi overvalued atau kemahalan di pasar, ATAU (2) Investor punya ekspektasi pertumbuhan laba yang GILA-GILAAN di masa depan.
  • P/E Rendah (Murah?): P/E yang rendah (misalnya di bawah 8x) juga bisa berarti dua hal: (1) Sahamnya lagi undervalued atau diabaikan oleh pasar (cocok buat value investing), ATAU (2) Pasar udah tahu kalau laba perusahaan ini diprediksi akan anjlok.

Jangan cuma terpaku pada P/E historis. Coba cari Forward P/E Ratio. P/E forward menggunakan proyeksi laba bersih 12 bulan ke depan. Kalau P/E forward-nya jauh lebih rendah dari P/E saat ini, itu sinyal kuat bahwa perusahaan diprediksi akan booming tahun ini dan harga sekarang mungkin murah!

3. Garansi Pertumbuhan: Tren Net Profit Margin (NPM)

Perusahaan sehat (DER aman), harga wajar (P/E oke). Sekarang, metrik terakhir yang harus kamu cek adalah potensi masa depannya. Kamu tidak mau kan, beli saham perusahaan yang pertumbuhannya cuma di situ-situ saja?

Di sinilah Tren Net Profit Margin (NPM) jadi penentu.

Net Profit Margin adalah persentase dari setiap Rupiah pendapatan yang akhirnya benar-benar bisa jadi laba bersih setelah semua biaya (termasuk bunga dan pajak) dibayar.

Q1 adalah momen ideal untuk membandingkan NPM tahunan. Kamu perlu melihat, apakah perusahaan ini makin lama makin efisien dalam mencetak laba?

  • Tren Naik (Positif): Kalau NPM perusahaan naik terus dari tahun ke tahun, excellent! Ini tandanya manajemen sangat pintar mengendalikan biaya operasional dan biaya pokok penjualan. Perusahaan ini efisien dan punya pricing power (kekuatan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan). Ini adalah ciri khas saham berkualitas tinggi.
  • Tren Turun (Red Flag): Pendapatan (penjualan) naik, tapi NPM-nya malah turun? Ini red flag! Artinya, perusahaan harus jualan lebih keras tapi laba yang didapat malah sedikit. Bisa jadi karena persaingan ketat, biaya produksi melonjak, atau ada inefisiensi internal. Saham seperti ini cenderung stagnan atau sulit memberikan imbal hasil optimal.

Carilah saham yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang didukung oleh NPM yang stabil atau, idealnya, meningkat. Resep klasik ini adalah untuk pertumbuhan Earnings Per Share (EPS) yang konsisten dan sustainable.

Sebagai investor saham di Maybank Trade ID, analisis fundamental di awal tahun adalah langkah strategis yang tidak bisa kamu lewatkan. Dengan menguasai dan memeriksa ketiga metrik ini, kamu sudah memilah saham berdasarkan tiga pilar investasi yang kuat:

  1. Aman dari Utang: DER terkendali.
  2. Harga Masuk Akal: P/E Ratio wajar.
  3. Masa Depan Cerah: Tren NPM positif.

Ingat, investasi saham jangka panjang yang sukses dibangun bukan dari fomo atau bisikan tetangga, melainkan dari data dan fakta yang kuat. Kamu punya tools-nya, sekarang tinggal digunakan!

Analisis yang mendalam terhadap DER, P/E Ratio, dan Tren NPM adalah kunci untuk menyusun portofolio saham yang solid dan profitable di tahun yang baru ini. Jangan buang waktu kamu!

Langsung log in ke aplikasi Maybank Trade ID kamu sekarang juga. Gunakan fitur-fitur canggih kami untuk memeriksa ketiga metrik kunci ini pada semua saham incaran kamu. Dapatkan akses ke data keuangan real-time dan chart yang akan membantumu mengambil keputusan investasi saham yang lebih yakin dan menguntungkan di Kuartal I ini.

Analisis Saham Kuartal I: Cek DER, P/E, dan NPM
Tips and Edu
by Jazzy Refadebby
10:00, 2 January 2026
logo
Source : MSID Investment Education

Selamat tahun baru 2026! Gimana kabar portofolio saham kamu? Memasuki Kuartal I (Q1) seringkali terasa seperti reset tombol bagi kita para investor. Tahun baru, semangat baru, dan tentunya, resolusi baru untuk bikin portofolio kita makin tebal!

Tapi, kita semua tahu, semangat saja tidak cukup. Investasi saham itu bukan cuma soal ikut-ikutan hype atau bandwagon. Kamu butuh strategi, dan yang paling penting, kamu wajib tahu cara "mengintip" dapur perusahaan incaranmu.

Q1 adalah waktu emas. Kenapa? Karena di sinilah perusahaan-perusahaan merampungkan hitungan akhir tahun sebelumnya dan mengumumkan strategi mereka. Kalau kamu ingin cerdas berinvestasi, inilah momen terbaik untuk menyaring saham yang worth it dan menyingkirkan yang cuma kelihatan bagus di permukaan.

Nah, dari sekian banyak angka di laporan keuangan, metrik apa yang paling powerful dan harus kamu prioritaskan saat memilih saham di awal tahun ini?

Lupakan dulu rumor gossip pasar! Yuk, kita fokus pada tiga metrik kunci yang akan membantu kamu menilai kesehatan, harga, dan potensi "lari kencang" sebuah perusahaan secara komprehensif.

1. Jantung Keuangan Perusahaan: Debt-to-Equity Ratio (DER)

Bayangkan kamu mau pinjam uang ke teman. Mungkin kamu akan cek dulu, seberapa banyak utang dia di tempat lain? Logika ini sama persis berlaku saat kamu mau membeli saham. Kesehatan finansial adalah fondasi! Perusahaan bisa aja cetak laba besar, tapi kalau utangnya numpuk, laba itu bisa habis untuk membayar bunga saja.

Inilah mengapa DER (Debt-to-Equity Ratio) jadi metrik pertama yang harus kamu cari.

Kenapa DER Penting di Q1?

Saat Q1, laporan tahunan perusahaan yang baru terbit akan kasih final score soal struktur modal mereka. Kamu harus pastikan perusahaan incaranmu tidak masuk tahun baru dengan beban utang yang overload.

  • Angka Ideal Kamu: Umumnya, DER yang sehat itu di bawah 1 atau maksimal 1.5. Artinya, perusahaan didanai oleh modal sendiri lebih banyak daripada utang. Perusahaan dengan DER rendah jauh lebih aman ketika kondisi ekonomi lagi enggak menentu, atau saat suku bunga acuan naik.
  • Waspada: Kalau kamu lihat DER di atas 2, be careful! Artinya, perusahaan terlalu mengandalkan pinjaman. Biaya bunga yang tinggi bisa bikin laba bersihnya drop mendadak, padahal kamu kan berharap laba itu buat kamu dalam bentuk dividen atau kenaikan harga saham (capital gain).

Jangan hanya melihat angka tunggal DER. Bandingkan angka DER perusahaan incaranmu dengan rata-rata pesaingnya di industri yang sama (industry average). Kalau lebih rendah, it's a good sign! Ada kemungkinan perusahaan itu lebih fleksibel dan tahan banting.

2. Jaminan Harga Wajar: Price-to-Earnings Ratio (P/E Ratio)

Meskipun perusahaan sehat, apakah harga sahamnya sekarang terlalu mahal? Di dunia saham, membeli barang bagus dengan harga murah adalah impian semua investor. Metrik yang bisa bantu kamu ngecek harga ini adalah P/E Ratio (Price-to-Earnings Ratio).

Kenapa P/E Perlu Dicek Setelah Laporan Q1 Keluar?

Di Q1, laba bersih tahunan perusahaan (Earnings Per Share atau EPS) baru aja dirilis. Kalau kamu pakai EPS dari kuartal-kuartal lama, valuasinya pasti udah outdated dan menyesatkan.

  • P/E Tinggi (Mahal?): Kalau P/E-nya tinggi (misalnya di atas 25x), ini bisa berarti dua hal: (1) Sahamnya lagi overvalued atau kemahalan di pasar, ATAU (2) Investor punya ekspektasi pertumbuhan laba yang GILA-GILAAN di masa depan.
  • P/E Rendah (Murah?): P/E yang rendah (misalnya di bawah 8x) juga bisa berarti dua hal: (1) Sahamnya lagi undervalued atau diabaikan oleh pasar (cocok buat value investing), ATAU (2) Pasar udah tahu kalau laba perusahaan ini diprediksi akan anjlok.

Jangan cuma terpaku pada P/E historis. Coba cari Forward P/E Ratio. P/E forward menggunakan proyeksi laba bersih 12 bulan ke depan. Kalau P/E forward-nya jauh lebih rendah dari P/E saat ini, itu sinyal kuat bahwa perusahaan diprediksi akan booming tahun ini dan harga sekarang mungkin murah!

3. Garansi Pertumbuhan: Tren Net Profit Margin (NPM)

Perusahaan sehat (DER aman), harga wajar (P/E oke). Sekarang, metrik terakhir yang harus kamu cek adalah potensi masa depannya. Kamu tidak mau kan, beli saham perusahaan yang pertumbuhannya cuma di situ-situ saja?

Di sinilah Tren Net Profit Margin (NPM) jadi penentu.

Net Profit Margin adalah persentase dari setiap Rupiah pendapatan yang akhirnya benar-benar bisa jadi laba bersih setelah semua biaya (termasuk bunga dan pajak) dibayar.

Q1 adalah momen ideal untuk membandingkan NPM tahunan. Kamu perlu melihat, apakah perusahaan ini makin lama makin efisien dalam mencetak laba?

  • Tren Naik (Positif): Kalau NPM perusahaan naik terus dari tahun ke tahun, excellent! Ini tandanya manajemen sangat pintar mengendalikan biaya operasional dan biaya pokok penjualan. Perusahaan ini efisien dan punya pricing power (kekuatan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan). Ini adalah ciri khas saham berkualitas tinggi.
  • Tren Turun (Red Flag): Pendapatan (penjualan) naik, tapi NPM-nya malah turun? Ini red flag! Artinya, perusahaan harus jualan lebih keras tapi laba yang didapat malah sedikit. Bisa jadi karena persaingan ketat, biaya produksi melonjak, atau ada inefisiensi internal. Saham seperti ini cenderung stagnan atau sulit memberikan imbal hasil optimal.

Carilah saham yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang didukung oleh NPM yang stabil atau, idealnya, meningkat. Resep klasik ini adalah untuk pertumbuhan Earnings Per Share (EPS) yang konsisten dan sustainable.

Sebagai investor saham di Maybank Trade ID, analisis fundamental di awal tahun adalah langkah strategis yang tidak bisa kamu lewatkan. Dengan menguasai dan memeriksa ketiga metrik ini, kamu sudah memilah saham berdasarkan tiga pilar investasi yang kuat:

  1. Aman dari Utang: DER terkendali.
  2. Harga Masuk Akal: P/E Ratio wajar.
  3. Masa Depan Cerah: Tren NPM positif.

Ingat, investasi saham jangka panjang yang sukses dibangun bukan dari fomo atau bisikan tetangga, melainkan dari data dan fakta yang kuat. Kamu punya tools-nya, sekarang tinggal digunakan!

Analisis yang mendalam terhadap DER, P/E Ratio, dan Tren NPM adalah kunci untuk menyusun portofolio saham yang solid dan profitable di tahun yang baru ini. Jangan buang waktu kamu!

Langsung log in ke aplikasi Maybank Trade ID kamu sekarang juga. Gunakan fitur-fitur canggih kami untuk memeriksa ketiga metrik kunci ini pada semua saham incaran kamu. Dapatkan akses ke data keuangan real-time dan chart yang akan membantumu mengambil keputusan investasi saham yang lebih yakin dan menguntungkan di Kuartal I ini.

hero
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
icon

Trading yang Mulus dan Efisien

Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

icon

Advanced Analytics dan Real-Time Data

Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

icon

Dipercaya oleh Ribuan Orang

Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.

Download New Maybank Trade ID by clicking these buttons below
App Store
Play Store
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
hero
Trading yang Mulus dan Efisien
hero
Advanced Analytics dan Real-Time Data
hero
Dipercaya oleh Ribuan Orang
Download Maybank Trade ID
app-storeapp-store

Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo KSEILogo IDLogo SIPFLogo Nabung

Alamat Kantor Pusat

Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

iconiconicon

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo Nabung
Logo KSEILogo IDLogo SIPF