6 Saham Konglo Melejit: Peluang Investasi BUMI & DEWA
10:45, 16 December 2025
Tips and Edu
By Jazzy Refadebby

logo
Source : MSID Investment Education

Pasar modal Indonesia tak pernah sepi dari kejutan. Beberapa waktu terakhir, perhatian kita tertuju pada fenomena saham konglomerat. Saham-saham yang terafiliasi dengan grup-grup bisnis raksasa di Indonesia ini kembali mencuri panggung, bahkan menjadi "tulang punggung" yang menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah berbagai sentimen global dan domestik.

Pergerakan saham-saham dari grup konglomerasi besar ini sering kali menunjukkan volatilitas yang tinggi, didorong oleh aksi korporasi strategis, diversifikasi bisnis, hingga sentimen pasar yang kuat terhadap pemiliknya. Bagi kamu yang jeli, ini adalah kesempatan emas untuk mengkaji lebih dalam dan menemukan potensi keuntungan.

Mengapa Saham Konglomerat Kembali Booming?

Istilah "saham konglomerat" merujuk pada emiten yang dimiliki atau dikendalikan oleh keluarga atau individu konglomerat ternama di Indonesia. Kekuatan finansial, jaringan bisnis yang luas, dan kemampuan untuk melakukan diversifikasi di berbagai sektor (dari energi, pertambangan, properti, hingga teknologi) membuat saham-saham ini memiliki privilege tersendiri di mata pasar.

Beberapa faktor kunci yang mendorong melejitnya saham konglomerat belakangan ini meliputi:

  1. Aksi Korporasi Agresif: Banyak grup konglomerat melakukan rights issue, private placement untuk konversi utang, atau akuisisi strategis, yang sering kali direspons positif oleh pasar karena menandakan restrukturisasi atau ekspansi bisnis.
  2. Diversifikasi ke Sektor New Economy: Pergeseran fokus dari bisnis tradisional (seperti batubara atau perbankan konvensional) ke sektor yang sedang tren seperti energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital (data center) telah menarik minat investor, terutama investor asing.
  3. Net Buy Investor Asing: Sejumlah saham konglomerat menjadi incaran utama investor asing (net foreign buy), yang menunjukkan kepercayaan mereka terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan tersebut.
  4. Sentimen Tokoh: Pergerakan saham yang didorong oleh figur konglomerat tertentu, sering kali menciptakan euphoria atau sentimen positif di kalangan investor ritel.

Saham Konglo yang Sedang Melejit

Kami telah merangkum beberapa saham konglomerat yang pergerakannya menarik perhatian besar dan patut kamu pantau. Penting untuk diingat bahwa hal ini bukanlah rekomendasi, kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan, dan setiap keputusan investasi kamu perlu didasarkan pada analisis mendalam.

1. Grup Barito Pacific (BRPT, TPIA, BREN, CUAN)

Grup milik Prajogo Pangestu ini menjadi salah satu primadona. Setelah sukses membawa BREN (Barito Renewables Energy) ke bursa dan mencatatkan kenaikan signifikan, saham-saham afiliasi lainnya seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA) juga ikut rally.

2. Grup Bakrie (BUMI, DEWA, BRMS)

Saham-saham Grup Bakrie, khususnya di sektor pertambangan dan energi, kembali menarik perhatian, tidak hanya dari investor domestik tetapi juga asing.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sempat menjadi incaran investor asing dengan volume net buy yang signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Pergerakan saham BUMI dan DEWA menunjukkan optimisme pasar terhadap upaya restrukturisasi dan perbaikan kinerja fundamental perusahaan di bawah Grup Bakrie.

3. Grup Sinar Mas (DSSA, GEMS, INKP, TKIM)

Grup Sinar Mas menunjukkan kekuatan di berbagai lini, mulai dari energi (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk/DSSA), properti (BSDE), hingga pulp and paper (INKP, TKIM).

DSSA mencatatkan kenaikan fantastis didukung oleh kinerja yang solid di sektor energi dan pertambangan. Sementara itu, sektor pulp and paper juga diuntungkan oleh harga komoditas global.

4. Grup Djarum

Meskipun saham-saham perbankan besar (big caps) sempat mengalami tekanan, Grup Djarum tetap agresif.

Grup Djarum juga melakukan ekspansi dan akuisisi ke sektor new economy seperti kesehatan (HEAL), infrastruktur digital, dan data center (DATA via TOWR). Langkah ini memperkuat posisinya di luar sektor keuangan dan telekomunikasi, menjadikannya konglomerasi yang adaptif terhadap perubahan pasar.

5. Grup Salim (INDF, ICBP, AMMN, PANI, BUMI)

Grup Salim yang terkenal dengan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) melalui INDF dan ICBP, juga memiliki power di sektor pertambangan dan properti.

Sektor konsumsi tetap defensive dan tahan banting di tengah krisis. Sementara itu, saham pertambangan seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan properti yang terafiliasi dengan Grup Salim (PANI) menunjukkan pertumbuhan yang menarik. Di akhir tahun 2025, Grup Salim juga masuk di bisnis batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan skema private placement.

6. Grup Astra (ASII, UNTR)

Grup Astra International (ASII) merupakan representasi konglomerasi kuat di sektor otomotif, alat berat (UNTR), dan agribisnis (AALI).

Kinerja yang stabil dan diversifikasi bisnis yang matang membuat saham ASII dan UNTR tetap menjadi pilihan utama investor blue chip. Kenaikan harga komoditas juga turut mengerek kinerja UNTR yang bergerak di bisnis alat berat dan pertambangan.

Strategi Berinvestasi di Saham Konglomerat

Berinvestasi pada saham konglomerat membutuhkan pendekatan yang berbeda. Meskipun nama besar memberikan rasa aman, kamu harus tetap berpegangan pada analisis yang kuat:

  1. Analisis Fundamental: Jangan hanya tergiur oleh kenaikan harga. Fokus pada perbaikan kinerja perusahaan, seperti kenaikan laba bersih (net profit), pertumbuhan pendapatan (revenue), dan rasio keuangan penting (Price to Earnings Ratio/PER dan Price to Book Value/PBV). 
  2. Aksi Korporasi & Risiko Dilusi: Cermati setiap aksi korporasi seperti rights issue atau konversi utang. Meskipun tujuannya positif (pelunasan utang/ekspansi), hal ini dapat menyebabkan dilusi bagi pemegang saham lama. Pahami tujuan dan dampak jangka panjangnya.
  3. Kesehatan Neraca (Balance Sheet): Saham konglomerat yang turnaround sering kali memiliki utang besar. Pastikan kamu memantau rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) untuk menilai kesehatan finansial perusahaan. Restrukturisasi utang menjadi sinyal positif.
  4. Analisis Sektoral: Kenaikan harga saham-saham ini sering kali didorong oleh tren sektoral (misalnya harga komoditas yang tinggi atau booming energi terbarukan). Pahami siklus bisnis sektor tersebut untuk memprediksi keberlanjutan kenaikan harga saham.

Saham-saham konglomerat menawarkan peluang capital gain yang menarik, terutama saat mereka berada di fase turnaround atau agresif berekspansi ke sektor-sektor berprospek cerah. Namun, sebagai investor yang bijak, kamu harus selalu berinvestasi dengan wawasan, bukan sekadar ikut-ikutan.

Maybank Trade ID siap menjadi mitra tepercaya kamu dalam menavigasi dinamika pasar saham. Dengan fitur analitik canggih, real-time data, dan kemudahan transaksi, kamu dapat melakukan analisis fundamental dan teknikal secara komprehensif sebelum mengambil keputusan.

Jangan lewatkan momentum emas ini! Segera unduh dan login ke aplikasi Maybank Trade ID sekarang juga. Mulai analisis saham-saham konglomerat yang potensial, susun strategi terbaikmu, dan raih potensi keuntungan maksimal di Bursa Efek Indonesia. Investasi cerdas, untung berlipat, bersama Maybank Trade ID!

6 Saham Konglo Melejit: Peluang Investasi BUMI & DEWA
Tips and Edu
by Jazzy Refadebby
10:45, 16 December 2025
logo
Source : MSID Investment Education

Pasar modal Indonesia tak pernah sepi dari kejutan. Beberapa waktu terakhir, perhatian kita tertuju pada fenomena saham konglomerat. Saham-saham yang terafiliasi dengan grup-grup bisnis raksasa di Indonesia ini kembali mencuri panggung, bahkan menjadi "tulang punggung" yang menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah berbagai sentimen global dan domestik.

Pergerakan saham-saham dari grup konglomerasi besar ini sering kali menunjukkan volatilitas yang tinggi, didorong oleh aksi korporasi strategis, diversifikasi bisnis, hingga sentimen pasar yang kuat terhadap pemiliknya. Bagi kamu yang jeli, ini adalah kesempatan emas untuk mengkaji lebih dalam dan menemukan potensi keuntungan.

Mengapa Saham Konglomerat Kembali Booming?

Istilah "saham konglomerat" merujuk pada emiten yang dimiliki atau dikendalikan oleh keluarga atau individu konglomerat ternama di Indonesia. Kekuatan finansial, jaringan bisnis yang luas, dan kemampuan untuk melakukan diversifikasi di berbagai sektor (dari energi, pertambangan, properti, hingga teknologi) membuat saham-saham ini memiliki privilege tersendiri di mata pasar.

Beberapa faktor kunci yang mendorong melejitnya saham konglomerat belakangan ini meliputi:

  1. Aksi Korporasi Agresif: Banyak grup konglomerat melakukan rights issue, private placement untuk konversi utang, atau akuisisi strategis, yang sering kali direspons positif oleh pasar karena menandakan restrukturisasi atau ekspansi bisnis.
  2. Diversifikasi ke Sektor New Economy: Pergeseran fokus dari bisnis tradisional (seperti batubara atau perbankan konvensional) ke sektor yang sedang tren seperti energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital (data center) telah menarik minat investor, terutama investor asing.
  3. Net Buy Investor Asing: Sejumlah saham konglomerat menjadi incaran utama investor asing (net foreign buy), yang menunjukkan kepercayaan mereka terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan tersebut.
  4. Sentimen Tokoh: Pergerakan saham yang didorong oleh figur konglomerat tertentu, sering kali menciptakan euphoria atau sentimen positif di kalangan investor ritel.

Saham Konglo yang Sedang Melejit

Kami telah merangkum beberapa saham konglomerat yang pergerakannya menarik perhatian besar dan patut kamu pantau. Penting untuk diingat bahwa hal ini bukanlah rekomendasi, kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan, dan setiap keputusan investasi kamu perlu didasarkan pada analisis mendalam.

1. Grup Barito Pacific (BRPT, TPIA, BREN, CUAN)

Grup milik Prajogo Pangestu ini menjadi salah satu primadona. Setelah sukses membawa BREN (Barito Renewables Energy) ke bursa dan mencatatkan kenaikan signifikan, saham-saham afiliasi lainnya seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA) juga ikut rally.

2. Grup Bakrie (BUMI, DEWA, BRMS)

Saham-saham Grup Bakrie, khususnya di sektor pertambangan dan energi, kembali menarik perhatian, tidak hanya dari investor domestik tetapi juga asing.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sempat menjadi incaran investor asing dengan volume net buy yang signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Pergerakan saham BUMI dan DEWA menunjukkan optimisme pasar terhadap upaya restrukturisasi dan perbaikan kinerja fundamental perusahaan di bawah Grup Bakrie.

3. Grup Sinar Mas (DSSA, GEMS, INKP, TKIM)

Grup Sinar Mas menunjukkan kekuatan di berbagai lini, mulai dari energi (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk/DSSA), properti (BSDE), hingga pulp and paper (INKP, TKIM).

DSSA mencatatkan kenaikan fantastis didukung oleh kinerja yang solid di sektor energi dan pertambangan. Sementara itu, sektor pulp and paper juga diuntungkan oleh harga komoditas global.

4. Grup Djarum

Meskipun saham-saham perbankan besar (big caps) sempat mengalami tekanan, Grup Djarum tetap agresif.

Grup Djarum juga melakukan ekspansi dan akuisisi ke sektor new economy seperti kesehatan (HEAL), infrastruktur digital, dan data center (DATA via TOWR). Langkah ini memperkuat posisinya di luar sektor keuangan dan telekomunikasi, menjadikannya konglomerasi yang adaptif terhadap perubahan pasar.

5. Grup Salim (INDF, ICBP, AMMN, PANI, BUMI)

Grup Salim yang terkenal dengan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) melalui INDF dan ICBP, juga memiliki power di sektor pertambangan dan properti.

Sektor konsumsi tetap defensive dan tahan banting di tengah krisis. Sementara itu, saham pertambangan seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan properti yang terafiliasi dengan Grup Salim (PANI) menunjukkan pertumbuhan yang menarik. Di akhir tahun 2025, Grup Salim juga masuk di bisnis batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan skema private placement.

6. Grup Astra (ASII, UNTR)

Grup Astra International (ASII) merupakan representasi konglomerasi kuat di sektor otomotif, alat berat (UNTR), dan agribisnis (AALI).

Kinerja yang stabil dan diversifikasi bisnis yang matang membuat saham ASII dan UNTR tetap menjadi pilihan utama investor blue chip. Kenaikan harga komoditas juga turut mengerek kinerja UNTR yang bergerak di bisnis alat berat dan pertambangan.

Strategi Berinvestasi di Saham Konglomerat

Berinvestasi pada saham konglomerat membutuhkan pendekatan yang berbeda. Meskipun nama besar memberikan rasa aman, kamu harus tetap berpegangan pada analisis yang kuat:

  1. Analisis Fundamental: Jangan hanya tergiur oleh kenaikan harga. Fokus pada perbaikan kinerja perusahaan, seperti kenaikan laba bersih (net profit), pertumbuhan pendapatan (revenue), dan rasio keuangan penting (Price to Earnings Ratio/PER dan Price to Book Value/PBV). 
  2. Aksi Korporasi & Risiko Dilusi: Cermati setiap aksi korporasi seperti rights issue atau konversi utang. Meskipun tujuannya positif (pelunasan utang/ekspansi), hal ini dapat menyebabkan dilusi bagi pemegang saham lama. Pahami tujuan dan dampak jangka panjangnya.
  3. Kesehatan Neraca (Balance Sheet): Saham konglomerat yang turnaround sering kali memiliki utang besar. Pastikan kamu memantau rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) untuk menilai kesehatan finansial perusahaan. Restrukturisasi utang menjadi sinyal positif.
  4. Analisis Sektoral: Kenaikan harga saham-saham ini sering kali didorong oleh tren sektoral (misalnya harga komoditas yang tinggi atau booming energi terbarukan). Pahami siklus bisnis sektor tersebut untuk memprediksi keberlanjutan kenaikan harga saham.

Saham-saham konglomerat menawarkan peluang capital gain yang menarik, terutama saat mereka berada di fase turnaround atau agresif berekspansi ke sektor-sektor berprospek cerah. Namun, sebagai investor yang bijak, kamu harus selalu berinvestasi dengan wawasan, bukan sekadar ikut-ikutan.

Maybank Trade ID siap menjadi mitra tepercaya kamu dalam menavigasi dinamika pasar saham. Dengan fitur analitik canggih, real-time data, dan kemudahan transaksi, kamu dapat melakukan analisis fundamental dan teknikal secara komprehensif sebelum mengambil keputusan.

Jangan lewatkan momentum emas ini! Segera unduh dan login ke aplikasi Maybank Trade ID sekarang juga. Mulai analisis saham-saham konglomerat yang potensial, susun strategi terbaikmu, dan raih potensi keuntungan maksimal di Bursa Efek Indonesia. Investasi cerdas, untung berlipat, bersama Maybank Trade ID!

hero
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
icon

Trading yang Mulus dan Efisien

Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

icon

Advanced Analytics dan Real-Time Data

Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

icon

Dipercaya oleh Ribuan Orang

Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.

Download New Maybank Trade ID by clicking these buttons below
App Store
Play Store
Maybank Trade ID, Investasi Pintar dan Cepat
hero
Trading yang Mulus dan Efisien
hero
Advanced Analytics dan Real-Time Data
hero
Dipercaya oleh Ribuan Orang
Download Maybank Trade ID
app-storeapp-store

Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo KSEILogo IDLogo SIPFLogo Nabung

Alamat Kantor Pusat

Maybank Sekuritas Indonesia

Sentral Senayan III Lantai 22,

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,

Senayan, Jakarta 10270

Jam Operasional

Senin - Jumat

Pukul 08.30 - 16.30

Pada Hari Kerja

iconiconicon

PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Logo IDXLogo Nabung
Logo KSEILogo IDLogo SIPF