
Pasar modal Indonesia tak pernah sepi dari kejutan. Beberapa waktu terakhir, perhatian kita tertuju pada fenomena saham konglomerat. Saham-saham yang terafiliasi dengan grup-grup bisnis raksasa di Indonesia ini kembali mencuri panggung, bahkan menjadi "tulang punggung" yang menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah berbagai sentimen global dan domestik.
Pergerakan saham-saham dari grup konglomerasi besar ini sering kali menunjukkan volatilitas yang tinggi, didorong oleh aksi korporasi strategis, diversifikasi bisnis, hingga sentimen pasar yang kuat terhadap pemiliknya. Bagi kamu yang jeli, ini adalah kesempatan emas untuk mengkaji lebih dalam dan menemukan potensi keuntungan.
Istilah "saham konglomerat" merujuk pada emiten yang dimiliki atau dikendalikan oleh keluarga atau individu konglomerat ternama di Indonesia. Kekuatan finansial, jaringan bisnis yang luas, dan kemampuan untuk melakukan diversifikasi di berbagai sektor (dari energi, pertambangan, properti, hingga teknologi) membuat saham-saham ini memiliki privilege tersendiri di mata pasar.
Beberapa faktor kunci yang mendorong melejitnya saham konglomerat belakangan ini meliputi:
Kami telah merangkum beberapa saham konglomerat yang pergerakannya menarik perhatian besar dan patut kamu pantau. Penting untuk diingat bahwa hal ini bukanlah rekomendasi, kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan, dan setiap keputusan investasi kamu perlu didasarkan pada analisis mendalam.
Grup milik Prajogo Pangestu ini menjadi salah satu primadona. Setelah sukses membawa BREN (Barito Renewables Energy) ke bursa dan mencatatkan kenaikan signifikan, saham-saham afiliasi lainnya seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA) juga ikut rally.
Saham-saham Grup Bakrie, khususnya di sektor pertambangan dan energi, kembali menarik perhatian, tidak hanya dari investor domestik tetapi juga asing.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sempat menjadi incaran investor asing dengan volume net buy yang signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Pergerakan saham BUMI dan DEWA menunjukkan optimisme pasar terhadap upaya restrukturisasi dan perbaikan kinerja fundamental perusahaan di bawah Grup Bakrie.
Grup Sinar Mas menunjukkan kekuatan di berbagai lini, mulai dari energi (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk/DSSA), properti (BSDE), hingga pulp and paper (INKP, TKIM).
DSSA mencatatkan kenaikan fantastis didukung oleh kinerja yang solid di sektor energi dan pertambangan. Sementara itu, sektor pulp and paper juga diuntungkan oleh harga komoditas global.
Meskipun saham-saham perbankan besar (big caps) sempat mengalami tekanan, Grup Djarum tetap agresif.
Grup Djarum juga melakukan ekspansi dan akuisisi ke sektor new economy seperti kesehatan (HEAL), infrastruktur digital, dan data center (DATA via TOWR). Langkah ini memperkuat posisinya di luar sektor keuangan dan telekomunikasi, menjadikannya konglomerasi yang adaptif terhadap perubahan pasar.
Grup Salim yang terkenal dengan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) melalui INDF dan ICBP, juga memiliki power di sektor pertambangan dan properti.
Sektor konsumsi tetap defensive dan tahan banting di tengah krisis. Sementara itu, saham pertambangan seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan properti yang terafiliasi dengan Grup Salim (PANI) menunjukkan pertumbuhan yang menarik. Di akhir tahun 2025, Grup Salim juga masuk di bisnis batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan skema private placement.
Grup Astra International (ASII) merupakan representasi konglomerasi kuat di sektor otomotif, alat berat (UNTR), dan agribisnis (AALI).
Kinerja yang stabil dan diversifikasi bisnis yang matang membuat saham ASII dan UNTR tetap menjadi pilihan utama investor blue chip. Kenaikan harga komoditas juga turut mengerek kinerja UNTR yang bergerak di bisnis alat berat dan pertambangan.
Berinvestasi pada saham konglomerat membutuhkan pendekatan yang berbeda. Meskipun nama besar memberikan rasa aman, kamu harus tetap berpegangan pada analisis yang kuat:
Saham-saham konglomerat menawarkan peluang capital gain yang menarik, terutama saat mereka berada di fase turnaround atau agresif berekspansi ke sektor-sektor berprospek cerah. Namun, sebagai investor yang bijak, kamu harus selalu berinvestasi dengan wawasan, bukan sekadar ikut-ikutan.
Maybank Trade ID siap menjadi mitra tepercaya kamu dalam menavigasi dinamika pasar saham. Dengan fitur analitik canggih, real-time data, dan kemudahan transaksi, kamu dapat melakukan analisis fundamental dan teknikal secara komprehensif sebelum mengambil keputusan.
Jangan lewatkan momentum emas ini! Segera unduh dan login ke aplikasi Maybank Trade ID sekarang juga. Mulai analisis saham-saham konglomerat yang potensial, susun strategi terbaikmu, dan raih potensi keuntungan maksimal di Bursa Efek Indonesia. Investasi cerdas, untung berlipat, bersama Maybank Trade ID!

Pasar modal Indonesia tak pernah sepi dari kejutan. Beberapa waktu terakhir, perhatian kita tertuju pada fenomena saham konglomerat. Saham-saham yang terafiliasi dengan grup-grup bisnis raksasa di Indonesia ini kembali mencuri panggung, bahkan menjadi "tulang punggung" yang menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah berbagai sentimen global dan domestik.
Pergerakan saham-saham dari grup konglomerasi besar ini sering kali menunjukkan volatilitas yang tinggi, didorong oleh aksi korporasi strategis, diversifikasi bisnis, hingga sentimen pasar yang kuat terhadap pemiliknya. Bagi kamu yang jeli, ini adalah kesempatan emas untuk mengkaji lebih dalam dan menemukan potensi keuntungan.
Istilah "saham konglomerat" merujuk pada emiten yang dimiliki atau dikendalikan oleh keluarga atau individu konglomerat ternama di Indonesia. Kekuatan finansial, jaringan bisnis yang luas, dan kemampuan untuk melakukan diversifikasi di berbagai sektor (dari energi, pertambangan, properti, hingga teknologi) membuat saham-saham ini memiliki privilege tersendiri di mata pasar.
Beberapa faktor kunci yang mendorong melejitnya saham konglomerat belakangan ini meliputi:
Kami telah merangkum beberapa saham konglomerat yang pergerakannya menarik perhatian besar dan patut kamu pantau. Penting untuk diingat bahwa hal ini bukanlah rekomendasi, kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan, dan setiap keputusan investasi kamu perlu didasarkan pada analisis mendalam.
Grup milik Prajogo Pangestu ini menjadi salah satu primadona. Setelah sukses membawa BREN (Barito Renewables Energy) ke bursa dan mencatatkan kenaikan signifikan, saham-saham afiliasi lainnya seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA) juga ikut rally.
Saham-saham Grup Bakrie, khususnya di sektor pertambangan dan energi, kembali menarik perhatian, tidak hanya dari investor domestik tetapi juga asing.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sempat menjadi incaran investor asing dengan volume net buy yang signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Pergerakan saham BUMI dan DEWA menunjukkan optimisme pasar terhadap upaya restrukturisasi dan perbaikan kinerja fundamental perusahaan di bawah Grup Bakrie.
Grup Sinar Mas menunjukkan kekuatan di berbagai lini, mulai dari energi (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk/DSSA), properti (BSDE), hingga pulp and paper (INKP, TKIM).
DSSA mencatatkan kenaikan fantastis didukung oleh kinerja yang solid di sektor energi dan pertambangan. Sementara itu, sektor pulp and paper juga diuntungkan oleh harga komoditas global.
Meskipun saham-saham perbankan besar (big caps) sempat mengalami tekanan, Grup Djarum tetap agresif.
Grup Djarum juga melakukan ekspansi dan akuisisi ke sektor new economy seperti kesehatan (HEAL), infrastruktur digital, dan data center (DATA via TOWR). Langkah ini memperkuat posisinya di luar sektor keuangan dan telekomunikasi, menjadikannya konglomerasi yang adaptif terhadap perubahan pasar.
Grup Salim yang terkenal dengan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) melalui INDF dan ICBP, juga memiliki power di sektor pertambangan dan properti.
Sektor konsumsi tetap defensive dan tahan banting di tengah krisis. Sementara itu, saham pertambangan seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan properti yang terafiliasi dengan Grup Salim (PANI) menunjukkan pertumbuhan yang menarik. Di akhir tahun 2025, Grup Salim juga masuk di bisnis batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan skema private placement.
Grup Astra International (ASII) merupakan representasi konglomerasi kuat di sektor otomotif, alat berat (UNTR), dan agribisnis (AALI).
Kinerja yang stabil dan diversifikasi bisnis yang matang membuat saham ASII dan UNTR tetap menjadi pilihan utama investor blue chip. Kenaikan harga komoditas juga turut mengerek kinerja UNTR yang bergerak di bisnis alat berat dan pertambangan.
Berinvestasi pada saham konglomerat membutuhkan pendekatan yang berbeda. Meskipun nama besar memberikan rasa aman, kamu harus tetap berpegangan pada analisis yang kuat:
Saham-saham konglomerat menawarkan peluang capital gain yang menarik, terutama saat mereka berada di fase turnaround atau agresif berekspansi ke sektor-sektor berprospek cerah. Namun, sebagai investor yang bijak, kamu harus selalu berinvestasi dengan wawasan, bukan sekadar ikut-ikutan.
Maybank Trade ID siap menjadi mitra tepercaya kamu dalam menavigasi dinamika pasar saham. Dengan fitur analitik canggih, real-time data, dan kemudahan transaksi, kamu dapat melakukan analisis fundamental dan teknikal secara komprehensif sebelum mengambil keputusan.
Jangan lewatkan momentum emas ini! Segera unduh dan login ke aplikasi Maybank Trade ID sekarang juga. Mulai analisis saham-saham konglomerat yang potensial, susun strategi terbaikmu, dan raih potensi keuntungan maksimal di Bursa Efek Indonesia. Investasi cerdas, untung berlipat, bersama Maybank Trade ID!


Trading yang Mulus dan Efisien
Buka potensi trading saham dengan Maybank Trade ID, aplikasi andalan Anda untuk trading yang mulus dan efisien. Baik Anda seorang investor berpengalaman atau baru memulai, platform kami menjamin pengalaman perdagangan yang lancar.

Advanced Analytics dan Real-Time Data
Maybank Trade ID menyediakan data pasar real-time dan analisis lanjutan, memberi Anda kekuatan untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi. Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan platform canggih kami.

Dipercaya oleh Ribuan Orang
Bergabunglah dengan ribuan trader yang mempercayai Maybank Trade ID untuk kebutuhan investasi mereka. Unduh sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih cerdas dengan alat intuitif dan dukungan yang dapat diandalkan.
Alamat Kantor Pusat Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)





Alamat Kantor Pusat
Maybank Sekuritas Indonesia
Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta 10270
Jam Operasional
Senin - Jumat
Pukul 08.30 - 16.30
Pada Hari Kerja
PT Maybank Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




